Keuntungan Mendonorkan Darah

WHO (World Health Organization) menetapkan tanggal 14 Juni sebagai Hari Donor Darah Sedunia, dan tema yang diangkat tahun ini adalah “”Give The Gift of Life: Donate Blood”. Nexcare sendiri bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) memiliki tema sendiri tahun ini yaitu “Support Survivors”. Kedua tema ini saling berkesinambungan karena bermakna bahwa dengan mendonorkan darah, kita bisa menyelamatkan hidup, membantu seseorang untuk hidup lebih lama dan produktif.

Darah tidak bisa dibuat. Darah hanya bisa diberikan, disumbangkan, dihadiahkan, dari pendonor seperti Anda, Mommies.

Satu kantung darah yang cuma 350ml yang kita donorkan sebenarnya dapat menyelamatkan tiga pasien. Karena melalui pengolahan darah, satu kantung tersebut dapat dipisah-pisahkan menjadi:

  • Plasma darah yang bisa dibekukan dan disimpan sampai dengan satu tahun. Plasma darah ini mengandung protein-protein pembentuk sel darah seperti globulin, albumin, dll.
  • Sel darah merah pekat yang mengandung hemoglobin (Hb), yang dapat disimpan selama 35 hari.
  • Trombosit, hanya bisa disimpan selama 5 hari,

yang masing-masingnya dapat menolong satu pasien.

Jarak antar pendonoran darah disarankan lebih dari 10 minggu untuk memberi waktu kadar Hb dan protein pembentuk darah lain terbentuk kembali. Umumnya kadar Hb kembali dalam waktu enam minggu, sementara volume darah biasanya sudah kembali dalam 24-48 jam pasca donor darah. Selain dapat menyelamatkan nyawa orang lain, donor darah secara rutin bagi sang pendonor juga memiliki banyak manfaat, yaitu:

  • Dapat menjadi detektor penyakit.
    Status kesehatan pendonor rutin akan selalu terpantau karena setiap kantung darah pasti akan discreening. Disini pentingnya mencantumkan alamat yang jelas di formulir pendaftaran donor darah. Karena bila kantung darah donor terdeteksi penyakit, pendonor akan mendapatkan informasi dari UTD/UDD (Unit Transfusi Darah/Unit Donor Darah) melalui surat dalam amplop tertutup dan bersifat rahasia.
  • Dapat mengurangi kolesterol.
    Pendonor yang rutin mendonorkan darahnya setiap tiga bulan sekali akan menurunkan risiko terkena penyakit jantung sebesar 30% pada pendonor laki-laki. Pergantian sel darah baru akan mengurangi resiko jantung koroner dan stroke karena donor darah menurunkan kadar Fe (besi) dalam darah. Jika kandungan Fe teroksidasi dalam darah terlalu banyak, risiko terjadinya jantung koroner ikut meningkat.
  • Dapat mengurangi risiko kanker yang berkorelasi dengan tingginya kadar zat besi dalam darah.
  • Mengontrol tekanan darah.
  • Membantu menurunkan berat badan karena melibatkan proses pembakaran 650 kalori.
  • Menyeimbangkan kadar zat besi dalam tubuh.
  • Membantu tubuh saat kekurangan darah, dan meregenerasi sel darah secara rutin.
  • Memberikan kepuasan secara psikologis karena dapat membantu menyelamatkan nyawa orang lain.

Syarat utama menjadi pendonor adalah:

  • Berat badan diatas 45 kg.
  • Hb 12,5 gr%.
  • Tidak berperilaku risiko tinggi yang memungkinan pendonor mengidap penyakit yang mencemari darah.
  • Tidak sedang hamil.

PMI sekarang memiliki lebih dari 100 bis donor darah yang bisa datang ke kantor-kantor. Di beberapa mal dan universitas juga ada Unit Donor Darah (UDD), lho. Misalnya di:

  1. Senayan City, Jakarta
  2. Tanah Abang, Jakarta
  3. Metropolitan, Bekasi
  4. Mari, Makasar
  5. Tunjungan Plaza, Surabaya
  6. Galaxi, Malang
  7. Univ. Trisakti, Jakarta
  8. Univ. Hasanudin, Makasar
  9. Univ Tujuh Belas Agustus, Surabaya

Mommies ingin mengadakan kegiatan donor darah di kantor? Dengan peserta minimal 75 orang, PMI akan mendatangi kantor Mommies dengan mobile unitnya. Kontak saja ke (021) 3906666 ext. 306-317 untuk menjadwalkan kegiatan donor darah. Tidak bisa mendonorkan darah karena alasan kesehatan? Mommies masih bisa membantu menyumbangkan sebagian dana untuk membantu proses pengolahan dana. Daftar rekening PMI ada di websitenya, ya.

 

sumber gambar dan thumbnail dari sini.


4 Comments - Write a Comment

  1. Bis dondar PMI ada di Senayan City ya? #barutau Di sebelah mananya ya?

    Kalau gitu gampang kalau mau donor. Sebelum menikah, saya cukup rajin dondar karena kantor lama juga rutin mengadakan. Begitu menikah, hamil, menyusui, berhenti. Sekarang Safina sudah 2 tahun, mau dondar lagi. Kantor yang sekarang juga rutin ngadain dondar, tapi sayangnya waktunya nggak pas, hiks. Pernah lagi tugas ke luar kota, pernah lagi nggak sehat jadi minum antibiotik, dsb.

    Kalau memang bis dondar ada di public place yang “enak” kayak mall, mestinya sih tidak ada alasan untuk tidak kembali rutin dondar lagi ya. Ke Senci ahhh… :p

Post Comment