Breastfeeding: Myth & Fact

Beberapa minggu lalu untuk pertama kalinya Ayah ASI/@ID_AyahASI mengadakan sharing session bareng akun-akun Twitter parenting-health dengan tajuk #AyahASI Sharing Session, Breastfeeding for Social Media. Selain bapak-bapak (dan ibu-ibunya tentu :D) AyahASI dan AyahASI Jakarta, ada dokter Wiyarni/@drOei juga sebagai narasumber.

Sharing session ini rencananya akan dilakukan rutin dua bulanan dengan topik yang berbeda-beda. Kali ini, topik yang diangkat adalah Mitos dan Fakta Seputar Menyusui. Dr. Wiyarni telah merangkum FAQ (Frequently Asked Questions) dari para follower di Twitter, baik dari Mommies maupun para Ayah.

Beberapa mitos dan fakta yang berhasil dirangkum di antaranya:

(Pertanyaan) Q: Rasa nyeri di puting merupakan hal yang wajar pada awal menyusui.
(Jawaban) A: mitos. Bila latch-on dilakukan dengan benar, maka tidak sakit.

Q: Makin lama menyusui payudara akan semakin kendor.
A: Mitos. Payudara mulai kendor sejak hamil.

Q: Payudara berukuran kecil berarti kelenjar susunya sedikit, akibatnya produksi ASI juga sedikit/tidak cukup.
A: Mitos. Produksi ASI tergantung demand & rangsangan, yaitu sinyal yang terkirim ke otak sehubungan dengan sedotan bayi dan frekuensi pengosongan payudara, baik dari penyusuan langsung maupun pompa.

Q: Ibu dengan riwayat tindakan bedah pada payudara akan mengalami kesulitan menyusui.
A: Bisa mitos bisa fakta. Tergantung jenis tindakan dan sayatan. Tapi umumnya sayatan yang dilakukan dangkal dan tidak mengenai/memutus kelenjar susu, jadi tidak berpengaruh. Untuk pengguna implan payudara pun tetap bisa menyusui.

Q: Tiap menyusui bayi harus diposisikan selama 10-25 menit pada masing-masing payudara.
A: Mitos. Bayi tahu kapan harus berhenti/kenyang.

Q: Menyusui sambil tiduran menyebabkan karies pada gigi bayi.
A: Fakta. Bila bayi sudah punya gigi memang kesehatan mulut harus dijaga. Mulai perkenalkan menyikat gigi sejak bayi tumbuh gigi pertama, berapapun usianya.

Q: IMD (Inisiasi menyusu dini) tidak berguna/tidak perlu karena ibu sidah kelelahan pasca persalinan.
A: Mitos. IMD justru membantu melepas hormon endorfin yang sifatnya menenangkan dan menghilangkan lelah persalinan.
Manfaat IMD:

  • Mempercepat keahlian bayi untuk latch-on,
  • Memperpanjang durasi menyusui.
  • Membantu kontraksi pengeluaran plasenta.
  • Merilis hormon endorfin yang mengurangi sakit/lelah seusai persalinan.

Q: Bayi tumbuh lebih baik kalau menyusu sesuai jadwal 2 jam sekali.
A: Mitos. Menyusu tergantung tanda lapar bayi. Tanda lapar bukan menangis, lho, ya. Karena jauh sebelum menangis karena lapar, bayi sudah menunjukkan tanda lapar seperti:

  • Yang tadinya tidur lelap mulai bergerak-gerak. Yang pertama terlihat bergerak adalah bola matanya walau bayi masih merem.
  • Kemudian mulutnya mulai mengecap-ngecap lalu mangap-mangap dan menggerakkan leher mencari puting.
  • Berikutnya tangan atau kakinya mulai bergerak gelisah.
  • Bila masih belum direspon, bayi akan mulai frustrasi dan menangis.

Q: Ibu menyusui tidur lebih sedikit daripada ibu dengan bayi yang menyusu susu formula.
A: Mitos. Menyusui justru merangsang keluarnya hormon yang menenangkan ibu sehingga mudah tertidur.

Q: Tidak ada metode akurat untuk menilai kualitas dan kuantitas ASI.
A: Mitos. Keduanya bisa diukur melalui pertambahan berat badan bayi dan jumlah pipis bayi. Bila pertambahan berat bayi masih dalam batas tabel berikut ini dan jumlah pipis 6-8x sehari, maka kualitas dan kuantitas ASI dijamin cukup.

Bening dan kental/keruhnya ASI tidak menjamin kualitas. ASI yang bening biasanya dianggap kadar lemaknya rendah. Padahal ketika dites, ASI bening kadar lemaknya bisa tinggi. Demikian pula sebaliknya, ASI kental kadar lemaknya bisa rendah. Jadi tidak usah memikirkan tentang bening-kentalnya ASI. Keduanya sama saja kualitasnya.

Q: Bayi ASI yang obesitas harus dihentikan ASInya/diet.
A: Mitos. Lanjutkan saja karena nanti makin besar bayi akan banyak aktivitas, pertambahan berat badan akan berkurang sendiri seiring dengan meningkatnya pertambahan tinggi badan. Jadi secara penampakan akan mengurus sendiri.

O, ya, anak di bawah 7 tahun tidak boleh diet walau obesitas. Utamakan perbanyak aktivitas fisik.

Gambar tabel pertambahan berat badan bayi normal dibawah 12 bulan.
Perhatikan bahwa pertambahan berat didasarkan pada usia bayi, bukan waktu.
Jadi misalnya untuk  6-9 bulan, nilai kenaikan adalah dalam 3 bulan, bukan per bulan.

Q: Bayi prematur perlu dilatih minum menggunakan dot sebelum lancar menyusui.
A: Fakta, bila usia bayi prematur lahir sebelum usia kandungan 32 minggu. Janin di bawah usia 32 minggu, refleks menghisapnya belum bagus. Karena itu sebaiknya pemberian ASI diberikan melalui media lain, tapi non-dot. Misalnya sendok atau gelas ASI. Dr. Wiyarni mencontohkan pemberian ASI menggunakan jari kelingking Ibu/pengasuh yang dibasahi ASI perah sambil sekaligus belajar menghisap.

Q: Asal selang-seling dengan menyusu langsung, penggunaan dot/empeng tidak menyebabkan bingung puting.
A: Bisa mitos, bisa fakta. Bingung puting susah diprediksi. Ada bayi yang bingung, ada juga yang mudah adaptasi. Tapi sekali bayi bingung puting, mengembalikan kemampuan menyusu putingnya memerlukan usaha yang cukup sulit. Jadi kebanyakan menyarankan sebaiknya tidak usah pakai dot/empeng daripada ternyata baru ketahuan belakangan ternyata si bayi sensitif terhadap perubahan media pemberian ASI/ASIP.

Q: Memerah sebaiknya menunggu sampai payudara kencang.
A: Mitos. Justru memerah sebelum payudara kencang/penuh akan mengirim sinyal bahwa produksi perlu ditingkatkan.

Q: Permintaan ASI donor dibenarkan bila hasil perah sedikit.
A: Mitos. Re-cek apa benar memang memerlukan donor ASI, dan lakukan usaha memperbanyak ASI terlebih dahulu .

Jadi apabila ada akun media sosial seperti Twitter misalnya yang meminta donor ASI:

  • Tanya lebih dahulu mengapa memerlukan donor.
  • Pastikan pertambahan berat badan bayi sesuai dengan standar. Bila sesuai standar dipastikan asupan ASI sebenarnya cukup.
  • Sarankan untuk memperbaiki posisi perlekatan.
  • Beri motivasi dan apresiasi atas uaha ibu. Hal ini bisa membantu mengurangi stres atau rasa tertekan yang mungkin sedang dialami ibu akibat tekanan dari orang-orang terdekat yang berkaitan dengan pemberian ASI.
  • Rujuk ke konsultan laktasi.

Q: Ibu dengan penyakit berat atau minum obat tertentu tidak boleh menyusui.
A: Bisa mitos bisa fakta, tergantung jenis obat. Obat yang tidak boleh diberikan pada ibu menyusui diantaranya: anti kanker/beradioaktif. Beberapa obat yang harus diminum sebelum menjalani MRI mengandung radioaktif. Tanyakan dahulu jenis obatnya pada dokter bila sedang menyusui atau sampaikan pada dokter bila menyusui supaya diberikan obat lain yang lebih sesuai.

Pantangan ibu menyusui:

  • Narkoba.
  • Nikotin/rokok, baik aktif maupun pasif.
  • Minuman beralkohol. Untuk minuman beralkohol, beberapa pendapat masih membolehkan sampai dua gelas red wine, namun sebaiknya memberi jeda 3-4 jam sebelum menyusui, atau ASI yang diperkirakan mengandung alkohol diperah dan dibuang lebih dahulu.

Demikian beberapa mitos dan fakta yang sempat terangkum dalam presentasi dr. Wiyarni. Masih adakah mitos diatas yang beredar di sekitar Mommies? Berarti sekarang sudah lebih jelas, ya, mana yang mitos dan mana yang bukan :)

 

sumber tabel dari dr. Wiyarni