Monumen Kapal Selam, Surabaya

Salah satu tempat wisata yang bisa dikunjungi bila sedang liburan ke Surabaya adalah Monumen Kapal Selam (Monkasel). Kapal selam yang dijadikan monumen ini adalah KRI Pasopati bernomor lambung 410, dengan panjang 76 meter dan lebar 6,3 meter. KRI Pasopati merupakan kapal selam berjenis SS tipe Wishkey Class, dibuat pada tahun 1952 dan mulai digunakan di Indonesia pada tanggal 15 Desember 1952.

Dengan penggerak diesel, kapal selam jenis ini dapat menempuh kecepatan maksimum hingga 18,3 Knot (sekitar 34 km/jam). O, ya, mesin dieselnya hanya digunakan di atas permukaan laut, sementara saat sedang menyelam, kapal ini menggunakan penggerak baterai. Kemampuan selamnya maksimal hingga kedalaman 250 meter di bawah permukaan laut dengan kedalaman normal 170 meter.

Kapal selam ini dilengkapi 4 buah peluncur torpedo di depan dan 2 buah peluncur torpedo di belakang. Kapal ini mengangkut 12 buah torpedo dengan panjang 7 meter. Kapal ini juga mampu mengangkut 63 awak kapal termasuk perwira.
Sebagai kapal selam kuno, kapal ini belum dilengkapi pendingin udara. Jadi waktu itu para awak kapal selam ini harus mampu menahan suhu udara yang cukup panas di dalam kapal meski pasokan oksigen cukup. 

KRI Pasopati bertugas pertama kali dalam Operasi Alugoro ke Irian Jaya pada tanggal 28 Juli 1962. Operasi Alugoro merupakan bagian dari Operasi Trikora untuk mengembalikan wilayah Irian Barat ke NKRI. KRI Pasopati bersama lima kapal selam Indonesia lainnya yaitu KRI Widjayadanu, KRI Hendradjala, KRI Bramasta, KRI Tjudamani dan KRI Alugoro ditugaskan untuk menenggelamkan kapal-kapal perang dan niaga musuh sepanjang pantai utara Irian Barat khususnya kapal perang Belanda.

Operasi lainnya adalah operasi di Timor Timur, Selat Malaka, Laut Cina Selatan, dan Samudera Hindia. KRI Pasopati sering berada di garis depan ketika konflik terjadi. Pada tanggal 25 Januari 1990, KRI Pasopati berhenti bertugas di TNI AL.

Bagian Dalam Kapal Selam

Bagian dalam dari Monumen Kapal Selam ini semua masih seperti aslinya, tapi tidak seperti awak kapalnya dahulu, kita sudah tidak perlu merasa panas dan pengap karena di setiap ruangan telah dilengkapi pendingin udara. Di dalam KRI Pasopati dibagi menjadi 7 ruangan. Setiap ruangan dipisahkan oleh pintu di mana ketika sedang bertempur, setiap pintu harus tertutup atau kedap.

Berikut 7 ruangan tersebut:

– Ruang Torpedo Haluan
Di sini terdapat 4 peluncur torpedo. Di ruangan ini juga terdapat torpedo cadangan. Ada juga beberapa tempat tidur bertingkat yang menjadi tempat istirahat Anak Buah Kapal (ABK).

– Ruang Tinggal Perwira
Di sini terdapat ruang tinggal atau lounge room untuk perwira sekaligus ruang makan dan tempat bekerja perwira. Kamar komando juga berada di area ini. Di bawah geladak terdapat ruang penyimpanan baterai Grup 1.

- Ruang Periskop
Ruangan ini merupakan pusat pengoperasian kapal selam dan juga Pusat Informasi Tempur (PIT). Di sini ada periskop yang bisa melihat hingga ketinggian 9 meter. Selain itu, ruangan ini juga digunakan sebagai pusat komunikasi. WC untuk buang air awak kapal juga terdapat di area ini. 

– Ruang ABK
Di ruangan ini ABK yang terdiri dari Bintara atau Tamtama dapat beristirahat atau bersantai. Terdapat juga tempat tidur, dapur, tempat makan, dan gudang penyimpanan makanan. Di bawah geladak terdapat ruang penyimpanan baterai Grup 2 sebanyak 210 cell.

– Ruang Diesel Pendorong
Di dalam ruangan ini terdapat motor diesel sebagai pendorong utama saat berada di permukaan.

– Ruang Listrik
Bagian ini adalah ruangan untuk motor listrik. Jika kapal selam sedang menyelam maka yang digunakan adalah tenaga listrik yang dihasilkan baterai. Di ruangan ini terdapat dua motor listrik untuk menggerakkan baling-baling penggerak saat berada dibawah permukaan laut, atau melakukan pengisian baterai ketika sedang berada di permukaan.

– Ruang Torpedo Buritan
Di ruangan ini terdapat 2 buah peluncur torpedo buritan yang berfungsi untuk menyerang dan menghindar.

Mommies jangan khawatir bosan menunggui anak dan si Ayah menjelajah kapal selam dengan seru. Karena Monumen Kapal Selam terletak persis di sebelah salah satu mal besar di Surabaya. Nah, alau bosan atau cengo :D, Mommies bisa cuci mata di mal. Dan, karena bersebelahan dengan mal, tidak perlu khawatir juga dengan tempat makan atau parkirnya.

Selamat menyelam dengan KRI Pasopati, ya! (atau selamat nge-mal? :D)

PS: saat main ke Monkasel ini saya tidak ikut masuk ke dalam karena menggendong D3 yang masih 6 bulan. khawatir di dalam terlalu sempit. jadi, maafkan angle foto yang rendah karena yang moto bocah 4 dan 6 tahun :D

 

thumbnail dari sini


One Comment - Write a Comment

Post Comment