Me-Time Lewat Aroma

Kalau melihat ritme kehidupan di kota besar masih sempatkah Mommies menyelipkan waktu untuk me-time? Mommies yang bekerja mungkin masih bisa melipir cuci mata di mal dekat kantor saat jam makan siang. Tapi Mommies yang sehari-hari, dari pagi sampai pagi lagi di rumah terus, kesempatan keluar rumah mungkin cuma ke tukang sayur atau warung sebelah beli garam, kapan bisanya me-time, ya? Padahal saat kurang me-time, orang cenderung tidak bisa ‘connect‘ dengan sekitarnya dan orang-orang terdekatnya. Berbahaya, kan ini, untuk relasi dengan pasangan dan keluarga.

Kita selalu memaknai me-time sebagai waktu pribadi yang bebas dari rutinitas harian dan gangguan pekerjaan atau tuntutan di rumah. Liburan beberapa hari ke tempat terpencil, tidak ada deadline, tidak ada telepon komplain, tidak ada meeting. Tidak ada jerit anak-anak yang minta ini itu, tidak ada cucian piring dan baju yang menumpuk dan masih harus disetrika. Nah, tapi kapan bisa mencuri waktu selama itu?

Menurut psikolog Roslina Verauli atau yang lebih sering dipanggil mbak Vera, me-time tidak harus seperti itu. Tidak butuh waktu yang panjang, atau tempat yang jauh. Cukup di rumah saja, saat pagi hari dan anggota keluarga belum bangun, kita bisa ngopi sejenak. Atau bahkan, momen pagi hari di toilet sebenarnya juga bisa, lho, jadi me-time :D.

Secara teori, me-time adalah,”sebuah momen pribadi yang berkaitan dengan kondisi mental seseorang dimana dia secara aktif terlibat dan menentukan hal-hal apa saja yang bermakna bagi dirinya sendiri sehingga tidak hanya mendatangkan perasaan relaks, namun sekaligus menantang diri sendiri untuk berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.”
Poin lain yang dikemukakan mbak Vera, me-time bukan berbentuk pekerjaan, meskipun itu pekerjaan yang didasari oleh hobi atau kecintaan. Karena bagaimanapun namanya pekerjaan pasti ada titik tekanannya. Me-time tidak ada tekanan apapun.

Hmm…agak bingung memaknainya, ya? Tapi kalau sudah pernah mengalami, pasti paham.

Bagi saya sendiri kadang me-time datangnya tidak terduga, tidak bisa direncanakan. Ada saat-saat dimana saya menonton film, menghayati film tersebut, dan setelah film usai saya seperti mendapat energi baru. Atau misalnya saya tadinya sedang sumpek, eh, filmnya lebih sumpek lagi ceritanya jadi saya bisa bersyukur ternyata hidup saya tidak serumit kisah film tersebut :D (walau mbak Vera mengatakan bahwa menonton film tidak termasuk me-time karena kita bersikap pasif terhadap tontonan ketimbang secara aktif menggali ke dalam diri). Nah, tapi bagi saya tidak terduga karena kadang ketika menonton film yang lain saya tidak mendapatkan momen tersebut.

Bisa juga ketika saya sedang asyik tenggelam merangkai manik atau membuat aksesori. Yang tadinya saya sedang penuh isi kepala, bawaannya suntuk dan jutek, tiba-tiba saat aksesori kelar saya seperti refreshed. Jadi bisa cengar-cengir, lupa kalau sebelumnya manyun hahahaha..

Memasak juga bisa, lho, jadi me-time. Seperti kata mbak Anggya Kumala, Senior Brand Manager Molto, yang tadinya malas dan tidak bisa memasak, ternyata akhirnya malah menemukan me-time ketika memasak. Dengan syarat, masaknya juga harus santai, ya. Bukan masak saat anak sudah teriak-teriak lapar, atau masak persiapan slametan di rumah. Itu, sih, malah bikin stres :D.

*gambar dan thumbnail dari sini

Bagi beberapa orang, rileks kadang bisa dipicu juga oleh aroma. Salah satu aroma yang menyenangkan dan menenangkan untuk saya adalah…aroma tanah saat hujan. Saya suka air, dan mungkin hujan mewakili kesukaan saya itu.

Aroma bisa juga memicu ketenangan karena berkorelasi dengan memori, terutama memori yang indah atau menenangkan. Saat saya kecil, ketika hujan saya sering memandangi keluar jendela. Kebetulan di depan rumah ada lapangan, jadi hujan jelas sekali terlihat membasahi rerumputan. Adem rasanya. Maklum, saya besar di Surabaya yang terkenal panas :D

Molto ingin membawa memori aroma ini ke dalam baju. Dengan harapan, saat memakai baju yang wanginya menenangkan, akan membantu pemakainya untuk relaks.

Mommies punya aroma favorit yang membantu relaks saat me-time? Atau ingin mencoba Molto Gold Spa yang baru, mungkin menemukan wangi favorit baru?

Sayang aroma hujan tidak bisa dibotolkan dan disimpan yaaa *ngarep*.

 


6 Comments - Write a Comment

  1. Hiyaaahahahhaa… Kirana., coba soal kalimat “Sayang aroma hujan tidak bisa dibotolkan dan disimpan yaaa *ngarep*,” usulin ke Mbak Anggya Kumala, kali aja ke depannya Molto mau keluarin wangi kaya itu, soalnya gue juga termasuk penikmat wangi tanah kalau kena hujan :D

    Gue juga setuju soal Me time di toilet. Jgn lupa bw buku atau sambil dengerin musik :D lumayan juga, kok, buat Me Time dgn cara ekspres :D

  2. Yap, gue juga suka hujan, langit, tanah, daun, dsb. Makanya nama anak gue Langit Kilau Pelangi :D

    Gue suka hujan, main hujan2an mah hobi bener, sampe sekarang. Ini nular banget ke Langit. Kalau hujan, dia sering bengong depan pintu/ jendela, lihatin hujan :)

  3. Samaaa! Saya juga suka suasana hujan! Dengan catatan: sedang di rumah, bukan lagi naik ojeg atau kendaraan umum lainnya :D

    Satu lagi aroma yang saya suka: “wangi” buku baruuu! Rasanya seneng banget kalau lama-lama di toko buku atau pas baru punya buku baru :p

Post Comment