Candu Itu Bernama Hamil

Hamil itu menyenangkan, loh! Walaupun dua bulan diawal kehamilan harus dilalui dengan minor bed rest dan akhirnya memutuskan untuk resign karena tidak enak harus cuti dua bulan berturut-turut, tetapi selama hampir 40 minggu, saya merasakan banyak hal-hal menyenangkan yang mungkin tidak bisa dirasakan kalau sedang tidak hamil. Ini mungkin yang membuat rasa rindu hamil datang. Iya, saya suka rindu hamil, loh! Hahaha. (Well, maybe only for sentimental reason)

Lucunya, beberapa teman dekat yang pernah hamil, juga bilang bahwa hamil itu salah satu fase yang paling susah dijabarkan bagaimana rasanya selama hidup ini. Mungkin terdengar berlebihan, tapi saya mengamini pendapat tersebut setelah mengalaminya sendiri. Padahal dulu, kalau lihat teman yang rajin sekali hamil (setahun sekali pasti melahirkan) saya suka bingung, loh! Eh, pas udah ngerasain sendiri, jadi tau deh kenapa pada hobi hamil :p Walau belum rindu lagi untuk punya anak. Iya, seperti kata Lita di editorial letter bulan ini, punya anak itu lebih kompleks sifatnya dibanding waktu hamil.

Ada banyak hal-hal yang hanya bisa dirasakan saat hamil, seperti:

  • Perubahan bentuk tubuh terutama bagian payudara dan perut tentunya. Kalau masih single, perut buncit rasanya mengganggu sekali, tapi begitu hamil, pakai baju yang bisa memperlihatkan baby bump rasanya menyenangkan sekali!
  • Banyak orang yang tersenyum ketika melihat perut buncit karena sedang hamil, seakan ikut mendoakan agar calon bayi tumbuh sehat dan lahir dengan selamat. Eh tapi sebatas senyum manis ya, saya agak risih kalau ada orang asing yang tiba-tiba terlalu antusias dengan perut hamil orang lain kemudian langsung memegang sembarangan hehe.
  • Di trimester pertama biasanya terjadi masa transenden yang khidmat, entahlah, mungkin ini hanya saya saja. Tapi karena perubahan fisik belum terlihat dan saya hanya mengabarkan pada orang terdekat, terkadang saya seperti menyimpan rahasia berdua dengan si janin. I know something grow inside my womb, but people around me don’t.
  • Rahasia lainnya adalah ketika si janin bergerak, cegukan, atau menendang. Tentu saja suami bisa tahu, jika kita beritakan. Tapi kan, kalau tidak dikasih tau, he won’t notice it, unless si suami beruntung, tangannya lagi pegang perut dan si janin menendang, yang mana di masa saya hamil hal itu jarang terjadi karena Menik ternyata janin yang jual mahal. Haha!
  • Belajar hidup sehat semasa hamil yang bisa jadi modal untuk hidup sehat selamanya jika bisa konsisten menjalankannya. Kapan lagi mau meninggalkan rokok dengan sukarela, makan sayur dan buah untuk mendapatkan gizi seimbang, sampai rajin olah raga demi menjaga stamina atau sekadar membantu bayi masuk ke jalan lahir. Kenapa kita rela berubah menjalani hidup sehat? ;)
  • Kalau ketiduran, tidak ada yang protes, kan lagi hamil! Power nap semasa hamil itu menyenangkan sekali, saya pernah sebetulnya sudah terbangun, tapi mata masih dalam keadaan terpejam. Ada telpon masuk dan suami yang mengangkat, dengan suara pelan, suami bilang “Sazkinya sedang tidur..” Padahal kalau belum hamil, Rino biasanya langsung bangunin sambil bilang “Sazzz.. telpon tuh!”
  • Kontrol ke dokter, selain untuk memastikan janin sehat, bisa melihat janin di mesin USG dan mendengar detak jantungnya adalah sangat membahagiakan. Percaya atau tidak, saya hobi banget ngeliatin hasil USG yang dicetak. It feels surreal!
  • Perubahan hormon yang paling absurd semasa hidup, ya terjadi selama hamil. Mungkin ini bukan hal yang menyenangkan karena nonton iklan saja bisa bikin leher tercekat kemudian menangis, tapi ada satu perasaan yang juga berubah semasa hamil, ini tidak bisa dijelaskan.

Ini hanya beberapa alasan yang bisa saya jabarkan kenapa terkadang saya rindu masa hamil. Masih ada beberapa alasan lagi, sih. Tapi entah mengapa ternyata cukup sulit untuk ditulis, yang pasti hamil itu ajaib! Mungkin ada yang kurang setuju karena hamilnya tidak ‘menyenangkan’, mengalami hyperemesis gravidarum misalnya. Walau menyebalkan, tapi pasti tidak ada yang tidak menikmati momen ketika si bayi lahir, kan? That’s the most unexplainable feeling ever!


Ah, menulis momen-momen yang hanya bisa dirasakan saat hamil benar-benar memicu rasa rindu. Mungkin saya belum kecanduan hamil, wong baru sekali, tapi saya bisa bilang bahwa momen tumbuhnya janin dalam rahim selama kurang lebih 40 minggu, memang memiliki pikat tersendiri sehingga saya tidak lagi heran kenapa ada candu yang bernama hamil. Enjoy your pregnancy moment, dear!


9 Comments - Write a Comment

  1. I consider pregnancy as a necessary evil. No sushi, no rare steaks, swollen feet, backpain, myths left and right, I don’t think I’ll miss my pregnancy time.

    If only they found a wayto grow babies in a lab or share pregnancy with the man….

Post Comment