Pentingnya Preconception Health Care

Ketika mengikuti kelas dari New Parent Academy, dr. Ridwan SpOG sempat menyinggung pentingnya Preconception Health atau perawatan sebelum hamil. Perawatan ini menjadi penting karena ternyata janin juga mempunya masa emas pertumbuhan, yaitu 0-8 minggu. 8 minggu pertama adalah waktu yang paling beresiko pada perkembangan janin. Padahal biasanya kita sadar kalau diri hamil itu sudah masuk di usia 6 atau 8 minggu. Too bad if we missed it, right? Saya termasuk yang agak beruntung, karena ketika saya cek ke dokter kandungan, usia kehamilan saya baru 4 minggu, dan sebelum hamil sudah pernah konsultasi sekali. Lumayan, masih ada sisa 4 minggu pertama untuk memaksimalkan tumbuh kembang janin dan juga mencegah beberapa cacat bawaan.

Sedikit fun fact soal tumbuh kembang janin di usia 0-8 minggu:

  • Jantung sudah mulai berdetak pada hari ke 22 setelah konsepsi.
  • Tabung saraf menutup pada hari ke 28 setelah konsepsi.
  • Palatum (langit-langit mulut) menutup pada hari ke 56 setelah konsepsi.
  • Masa kritis dari teratogenesis (masa kritis dari kemungkinan terjadinya malformasi embrio) adalah hari ke 17 hingga ke 56.

Nah, agar lebih jelas soal preconception health ini, dr. Ridwan SpOG menjelaskan mengapa konsultasi dan pemeriksaan sebelum kehamilan itu penting.

Sebenarnya preconception health care ini apa, sih, dok?

Preconception health care atau ckonsultasi pra-kehamilan adalah konsultasi yang dilakukan untuk mempersiapkan kehamilan atau untuk mengatur kehamilan bila masih ingin menunda kehamilan.

Jadi, dok, kapan sebetulnya waktu yang tepat untuk konsultasi pra kehamilan?

Sebaiknya beberapa bulan sebelum menikah sudah melakukan konsultasi untuk persiapan kehamilan ini. Dan juga beberapa bulan sebelum merencanakan anak kedua, dan seterusnya. Jadi walau sudah pernah hamil, ketika berencana hamil lagi, sebaiknya tetap berkonsultasi terlebih dahulu untuk meminimalisir segala risiko.

Mengapa preconception health ini sangat penting?

Penting karena seharusnya setiap kehamilan harus dipersiapkan sebelumnya untuk mendapatkan kualitas kehamilan yang lebih baik dan janin yang sehat.

Jadi preconception health care ini mencakup apa saja, dok?

  • Pemberian asam folat minimal 1 bulan sebelum kehamilan untuk mencegah cacat otak dan tabung saraf, screening penyakit genetik yang bisa diturunkan pada kedua pasangan, pemeriksaan beberapa penyakit infeksi yang dapat mempengaruhi kehamilan seperti sifilis, HIV, hepatitis B. Pencegahan penyakit infeksi yang dapat menyebabkan cacat bawaan seperti toxoplasmosis dan citomegalovirus, serta vaksinasi rubella dan varicella.
  • Beberapa penyakit kronik pada wanita yang berencana hamil juga perlu diperhatikan karena obat-obatan yang diberikan pada penyakit tersebut dapat mempengaruhi kehamilan, seperti hipertensi, diabetes, epilepsi, depresi dan trombosis vena dalam, sehingga obat-obatan yg diberikan harus diganti yang aman untuk kehamilan.
  • Beberapa hal yang perlu dihindari adalah alkohol, merokok, sauna atau berendam air hangat pada hamil muda, konsumsi kafein dikurangi, dan hati-hati penggunaan vitamin A dan D karena ada batas dosis penggunaannya.
  • Hal yang perlu dilakukan adalah olah raga teratur untuk menjaga berat badan ideal dan makan makanan yang seimbang. Yang penting juga untuk diingat adalah untuk menghindari konsumsi obat-obatan yang dapat mengganggu kehamilan selama persiapan hamil karena saat haid terlambat itu berarti wanita tersebut sudah hamil paling tidak 5 bahkan 6 minggu.

Bagaimana dengan pasangan tanpa rencana, yang punya prinsip ‘follow the flow’ atau ‘Sedikasih-Nya saja’ ?

Saat ini kehamilan sebaiknya direncanakan, bila ingin menunda maka gunakan kontrasepsi yg sesuai dan bila ingin hamil maka dipersiapkan dengan optimal. Semua informasi yang tepat bisa didapatkan dengan (tetap) berkonsultasi ke dokter kandungan atau bidan terlebih dahulu.

Jika datang ke dokter kandungan sudah dalam keadaan hamil, let say 4 minggu, dan sebelumnya belum melakukan pre natal care, bagaimana, dok?

Tidak apa, tapi yang penting begitu mengetahui hamil atau curiga sedang hamil sebaiknya segera datang untuk berkonsultasi, agar kehamilan bisa dijalani dengan optimal. Jangan lupa untuk selalu mencatat Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) agar jika curiga hamil dan datang mengecek, dokter bisa menghitung usia janin dengan tepat.

Okay, ternyata memeriksakan diri sebelum hamil ini bisa mengurangi risiko cacat genetik, penyakit kronik, penyakit infeksi dan imunisasi, serta racun dari lingkungan sekitar dan juga pengecekan gaya hidup. Dengan berkonsultasi, kita bisa mengetahui apa saja yang sebaiknya dilakukan dan juga bisa menghindari hal-hal berbahaya semacam ancaman virus-virus yang belum ada vaksinnya seperti toksoplasmosis dan situmegalovirus. Jangan ragu lagi, ya, (calon) Mommies untuk berkonsultasi sebelum hamil. Mencegah lebih baik daripada mengobati, kan? Dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan semasa hamil juga patut kita lakukan, because just like Winnie The Pooh said “the grand adventure is about to begin!”

*Gambar dari sini


Post Comment