Family Friday: Cathy Sharon,”Bagaimanapun Lebih Bagus ASI”

Cukup lama, ya nggak lihat Cathy Sharon wara-wiri di layar kaca. Ternyata setelah menikah setahun yang lalu, bulan lalu Cathy melahirkan baby Jacob. Cathy berencana fokus mengasuh Jacob dan belum menerima tawaran untuk tampil lagi. Tetapi tawaran dari Fisher-Price untuk menjadi brand ambassador dianggapnya sejalan dengan aktivitasnya sekarang, apalagi sang suami ternyata grew along with Fisher-Price toys kata mertuanya.

Selamat yaa, atas kelahiran bayinya. Ceritain dong, gimana proses melahirkannya?

Saya melahirkan normal. Prosesnya 15 jam sejak masuk rumah sakit, tetapi sudah mulas bukaan satu dari hari sebelumnya. Dokter disini (red: Cathy melahirkan di Thomson MC Singapura) memberi opsi,”should I give you induction, or you’re gonna sleep on it?”. Saya pilih sleep on it dan pulang dulu, siapa tahu besok pembukaan jadi lebih cepat. Tapi keesokan harinya mulasnya makin bertambah tapi pembukaan tidak bertambah banyak. Jadi akhirnya stay di RS dan minta diinduksi.

Pakai ILA nggak waktu melahirkan?

Iya, saya diberi epidural, tetapi saat kontraksi saya masih bisa merasakan walau intensitasnya nggak kencang. Jadi nggak mati rasa sama sekali seperti epidural biasa. Tadinya saya pikir nggak usah pakai ILA sampai bukaan banyak atau sakitnya banget-banget. Tapi, kok, baru bukaan dua sakitnya udah begini, gimana bukaan yang nanti-nanti. Jadi sekalian aja, deh, dari awal. Toh bayarnya sama-sama mahal hahaha..

Waktu melahirkan juga dipandu mengejan oleh dokter dan susternya. Walau selama hamil saya ikut kelas persiapan persalinan bersama suami, tapi saat melahirkan semua tiba-tiba lupa. Blank. Lupa gimana cara nafas, gimana cara mengejan. Suami juga sebelumnya sudah belajar apa yang harus dilakukan saat mendampingi istri melahirkan. Pas waktunya malah panik, bingung harus ngapain..hahaha.

Melahirkan di Singapura, ada IMD nggak?

Saya ditawarin, sih,”mau skin to skin?” Saya iyain aja. Tapi waktu Jacob ditaruh di dada saya, geli, ya, ternyata banyak kotoran selaput putih-putih. Apa, nih, putih-putih? Jadi saya minta langsung dibersihkan aja. Baru sekitar sejam setelah saya di kamar, Jacob diantar lagi karena sudah waktunya menyusu.

Jacob, kan ASI, nih, bisa cerita perjuangan memberi ASInya?

Jacob awalnya menyusu langsung. Tapi dia lebih banyak tidur dan latch-on-nya nggak begitu pintar. Apalagi kemudian dia kena kuning juga, jadi terpaksa disambung susu formula. Tapi makin ke sini kok saya lihat susunya makin banyak dan ASInya makin sedikit. Wah, nggak bener, nih. Mesti gimana caranya stop susunya dan kembali ke ASI. Karena dari yang sudah saya riset, baca-baca buku, searching google, saya bandingkan keunggulan ASI dengan susu formula, bagaimanapun masih lebih bagus ASI, ya.

Saya lalu pergi ke konsultan laktasi di sana. Setelah diajarkan cara  latch-on yang benar, lalu dijelaskan bahwa kalau saya ingin meningkatkan produksi maka saya harus pompa disela waktu menyusui untuk mengirim sinyal ekstra produksi; saya langsung full menyusui Jacob dan susunya stop sama sekali. Itu kira-kira di usia 3,5 minggu.

Down nggak sih pas awal-awal pompa dapatnya cuma sedikit?

Ah! Iya, awal pompa memang cuma dapat sesendok, ya. Tapi saya nggak down soalnya saya baca hasil pompa nggak merefleksikan hasil produksi. Kan, kalau bayi menyusu langsung juga merangsang lebih banyak ASI keluar.

Jacob ngajak bergadang nggak?

Nggak, sih. Bahkan rasanya tidur saya nggak terganggu karena Jacob co-sleeping dan saya menyusui sambil tidur. Jadi paling saat dia mulai gelisah dan mangap-mangap mau nyusu, tinggal saya jejelin aja lagi terus saya tidur lagi hahaha..

Jadi sekarang rutinitas kegiatannya apa? Berubah nggak dari sebelum punya anak atau bahkan dari sebelum menikah?

Berubah banget. Bisa dibilang rutinitas kegiatan, kerjaan yang dulu sudah nggak ada sama sekali setelah punya bayi. Jangankan kerja, bisa mandi dan gosok gigi aja udah syukur hahaha..
Sejak ada Jacob, semua tawaran kerjaan nanti dulu. Cuma Fisher-Price ini aja, karena mainan anak, ya. Apalagi Fisher-Price concern dengan perkembangan tahap-tahap milestone anak.

Saya memang ingin fokus mengasuh Jacob sendiri dan terlibat dalam tahap-tahap perkembangannya. Memang sejak menikah ingin langsung hamil. Apalagi umur saya udah 30, nih, nggak pengen nunda-nunda. Makanya saya nggak punya babysitter. Paling kalau lagi perlu pergi sebentar seperti sekarang ini, Jacob sama Julie (Estelle).

Perbedaan apa yang dirasakan setelah menjadi Ibu?

Dulu saya nggak percaya kalau dengar teman yang sudah punya anak ngomong apa-apa buat anak, ini itu buat anak sampai buat diri sendiri nomor sekian. Tapi setelah mengalami sendiri, ternyata iya benar. Sekarang apa yang saya lakukan buat Jacob semua. Beli barang, pernak-pernik, beli buku pun tentang perkembangan bayi. Bahkan mencari informasi, googling, juga semua buat Jacob.

Wah, sepertinya Cathy sedang asyik menikmati peran sebagai new mom, ya! Selamat berpetualang bersama Jacob!


3 Comments - Write a Comment

Post Comment