Motherhood Monday: Fenny the Entrepreneur

Yang ada di bayangan saya, menjadi perempuan wirausaha atau entrepreneur, itu mengasyikkan. Bisa santai-santai kerjanya dan yang pasti punya banyak waktu sama keluarga. Benarkah demikian? Well, ada yang bilang tidak, ada juga yang mengamini pemikiran saya.

Salah satu teman saya, Ratu Fenny, yang saat ini memiliki usaha konsultan Human Resources AIS Training, mengamini hal tersebut. Selama setahun menjalani wirausaha, ibu dari satu anak ini, malah seperti kurang kesibukannya. Ia pun menambah bisnisnya ke kuliner yaitu dengan membuka cabang Kopi Tiam Oey Bekasi serta membangun merek makanan baru, De Lekker.

Simak bincang-bincang saya dengannya, yuk! Semoga menginspirasi :)

Alasan utama memutuskan wirausaha apa sih?

Awalnya karena keinginan yang cukup kuat untuk bisa kerja sesuai passion dan punya waktu yang lebih fleksible. Dan keinginan itu pas banget dengan kesempatan yang datang dari kantor saya yang lama untuk mengambil tawaran pensiun dini.

Kalau dari anak dan suami, mendukung sama keputusan ini?

Mendukung sekali. Apalagi karena saya bisa punya waktu lebih banyak sama Dhee (putri Fenny yang berusia 6 tahun)

Wirausaha bukannya waktu yang dibutuhkan lebih banyak ya?

Saat merintis awal memang iya waktu yang dibutuhkan bisa lebih lama dari jam kerja dulu di kantor. Tapi semuanya bisa disesuaikan jika ada hal-hal yang penting. Atau untuk urusan anak biasanya itu tetap jadi prioritas saya. Jadi wirausaha itu batasannya diri sendiri. Kalo usaha kita mau cepet berkembang maka effort di awal pasti lebih tinggi. Ibaratnya kalo jadi wirausaha itu seperti renang di laut jadi ga ada batasannya .. kapan kita mau renang terus atau kita mau berhenti itu semua tergantung kita sendiri.

Dhee seneng dong mamanya ada dekat dia terus..

Seneng banget…bahkan baru 3 hari yang lalu Dhee ngomong “aku lebih seneng mama ga kerja di Yamaha dan kerja kaya sekarang jadi mama punya waktu nemenin dan anterin aku kemana-mana” …

Aaw, Dhee so sweet :’)

Buat saya kata-kata Dhee itu seperti membuat saya merasa semakin yakin kalo keputusan saya ini bener..

Sejauh ini pembagian waktu antara bisnis dan keluarga gimana?

Sejauh ini sih semuanya masih bisa diatur dengan baik dan ga ada masalah. Lagian bisnis saya dekat dengan rumah.

Ceritain rutinitas sehari-hari dong..

Rutinitas saya setiap hari: pagi exercise di rumah sebentar terus anter Dhee sekolah lalu ke kafe, di sini saya bisa sampe habis maghrib dengan diselingi jemput Dhee sekolah. Di cafe biasanya jualan, kontrol keuangan, pengembangan bisnis, meeting, ketemu klien atau bikin kue

Liburnya kapan? Café kan buka setiap hari..

Ya kalo libur standar Sabtu-Minggu bisa libur kalo lagi ga banyak kegiatan. Dan selain itu bisa curi-curi waktu libur di hari weekdays. Maksudnya libur ga mesti Sabtu-Minggu, hari kerja juga bisa libur kalo lagi ga banyak kegiatan.

Kendala menjalani wirausaha dan juga sebagai ibu apa sih?

Ga ada kendala ya…justru saling support. Bahkan Dhee suka ikut saya ke tempat kerja dan bantu bikin kue. Dengan begini saya bisa sekalian kerja dan didik anak. Jadi Dhee mulai ngerti apa itu kerja, kenapa kita kerja dan apa yang dihasilkan dari kegiatan ibunya.

 

Share kiat untuk ibu-ibu yang mau wirausaha dong..

Sebenarnya jadi wirausaha itu ga sulit yang paling penting kita harus percaya diri, punya tekad kuat, dan konsisten (ga pantang nyerah)

Selebihnya masalah teknis seperti kesiapan modal (besar kecil relatif, tergantung jenis usaha), ketemu mitra usaha yang cocok dan saling support serta yang ga kalah penting support keluarga.

Menurut Fenny, apa yang harus disiapkan pertama kali kalau ibu-ibu yang bekerja kantoran ingin beralih ke wirausaha?

Mental itu nomor satu karena status kita akan berubah dari yang dulunya terima gaji yang pasti saat akhir bulan, kalo jadi wirausaha saat menjelang akhir bulan bulan kita harus bayar gaji karyawan :p

Gaya hidup kita pun akan berubah. Apalagi kalo dulunya saat kerja di kantor sudah punya posisi yang tinggi. Nggak mudah untuk saya yang dulu sudah punya banyak tim di bawah, tinggal delegasi dan monitoring kerjaan, sekarang harus turun lagi dan ngerjain semua sendiri.

Jadi mental itu nomer satu menurut saya, sehingga kita ga patah semangat saat usaha kita belum maju.

Terakhir nih, intinya jangan pernah takut untuk coba hal baru selama itu sesuai dengan passion karena kadang barrier dalam memulai usaha malah datang dari diri sendiri.

Wow! Kebetulan Dhee, putri Fenny, adalah kakak kelas Langit di sekolah, bisa dibilang saya tau bagaimana saat Fenny kemudian berhenti kerja dan memutuskan untuk usaha sendiri. Keputusan yang berani, tapi karena Fenny menjalaninya dengan sungguh-sungguh, menurut saya usaha yang dijalaninya saat ini berkembang cukup pesat, lho! Salut :)


Post Comment