Sikat Gigi Sebelum Tidur, Wajib!

Mommies, seandainya ditanya, saat kondisi sangat capek, ngantuk, atau terburu-buru, yang dilewatkan sikat gigi pagi atau malam hari sebelum tidur? :D Berdasarkan survei online yang dilakukan Pepsodent tahun 2012 di empat negara  yaitu Perancis, India, Italia, dan Indonesia, dengan 1634 responden yang terdiri dari anak berusia 8-12 tahun dan orang tua; dan data riset Kesehatan Dasar Departemen Kesehatan (RISKESDAS) 2007, ternyata didapatkan: 

  • 71% orang tua dan 74% anak tidak menyikat gigi sebelum tidur. Di Indonesia angka ini lebih tinggi, yaitu 79% orang tua dan 85% anak.
  • Frekuensi anak tidak menyikat gigi di malam hari lebih tinggi daripada orang tua.
  • Orang tua menyikat gigi lebih lama daripada anak-anak. Sekitar 50% anak menyikat gigi selama satu menit atau kurang.
  • DKI Jakarta adalah satu dari tiga provinsi yang mempunyai persentase tertinggi untuk menyikat gigi dua kali sehari yaitu 98,5%, dengan persentasi nasional 90,7%. Tetapi yang melakukan pada waktu yang tepat yaitu setelah sarapan pagi hanya 12,6%, dan malam sebelum tidur hanya 28,7%.

Orang tua, sebagai orang yang paling dekat dengan anak dan mempunyai ikatan paling kuat, akan tetap menjadi sosok panutan anak. Termasuk dalam cara menggosok gigi. Padahal…dari survei singkat yang dilempar kepada peserta Media Briefing Pepsodent, sebagian besar masih menjawab bahwa cara gosok giginya adalah dengan gerakan menggosok atas-bawah. Nah, lho, padahal cara yang benar adalah gerakan memutar. Kalau orang tuanya saja salah cara, apalagi anaknya, ya.

Lamanya waktu menggosok gigi juga menjadi salah satu poin survei. Rata-rata responden menggosok gigi hanya satu menit lebih, sementara lama yang disarankan adalah dua menit. Pada anak, makin kecil anak makin sebentar waktu gosok giginya.

Dari survei tersebut, nampak juga bahwa anak-anak lebih rajin dan lebih lama menggosok gigi ketika bersama dengan orang tuanya ketimbang melakukannya sendiri. Ini juga kesempatan bagi orang tua untuk memperbaiki cara menggosok gigi anak dan menggalakkan kebiasaan baik. Karena itu Mbak Vera Itabiliana sebagai psikolog menyarankan, secapek apapun orang tua sepulang kerja, usahakan tetap mendampingi anak bersiap tidur termasuk menggosok gigi. Jangan khawatirkan frekuensi pendampingan, tapi fokuskan pada konsistensi dan rutinitas kebiasaan itu sendiri.

Memasukkan kebiasaan baru akan lebih mudah apabila:

  • Mudah dipahami. Manfaatnya, kerugiannya bila terlupakan/tidak dikerjakan, dll.
  • Dibuat semudah mungkin.
  • Dibuat menyenangkan.
  • Ada reward.
  • Dijadikan rutinitas, apalagi bila dicontohkan.

Kenapa, sih, setelah kampanye menyikat gigi pagi dan malam hari, sekarang Pepsodent fokus ke sikat gigi sebelum tidur?

Ternyata dengan membiasakan gosok gigi sebelum tidur dapat mengurangi masalah gigi berlubang pada anak hingga 50%, karena bakteri perusak gigi berkembang biak dua kali lebih cepat di malam hari. Ini disebabkan oleh adanya aktivitas seperti berbicara, makan, dll sehingga ada self cleansing.

Selain karena kurangnya kebiasaan menyikat gigi sebelum tidur, faktor-faktor lain yang bisa menjadi sebab kerusakan gigi antara lain:

  • Waktu menyikat gigi. Misalnya sebelum makan, yang tidak efektif menghilangkan kotoran bekas makan.
  • Frekuensi menyikat gigi.
  • Cara menyikat gigi.
  • Kapan kebiasaan mengemil makanan kecil. Ini berhubungan dengan produksi saliva yang membantu menahan keasaman.
  • Anatomis gigi. Ada yang licin tahan bakteri, ada yang berlekuk-lekuk rentan ‘menyimpan’ bakteri.
  • Faktor genetis atau bawaan. Misalnya keturunan gigi rapuh atau saat dalam kandungan kekurangan kalsium.

Moga-moga setelah membaca paparan diatas, sikat gigi sebelum tidur tidak di-skip lagi ya Moms :D


2 Comments - Write a Comment

Post Comment