Hypnobirthing: Andai Saya Kenal Dari Dulu!

Melihat rangkaian acara seminar Joyful Pregnancy, Joyful Birth yang diadakan oleh Prenatal Yoga Jakarta tanggal 1 Juni 2013 lalu ini memang nampak sangat lengkap untuk ibu hamil. Topiknya mulai dari yoga ibu hamil, hypnobirthing, ASI, sampai ke pijat bayi. Saya sendiri sampai mbatin, I wish I had access to these information jaman saya masih hamil dulu. Menurut Tia Pratignyo, pendiri Prenatal Yoga Jakarta yang juga instruktur bersertifikat dari Yoga University India, seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para ibu hamil untuk menyiapkan diri secara fisik, mental dan spiritual untuk proses persalinan dan kelahiran. Ini sangat penting, lho, agar perempuan menyadari kehamilan dan melahirkan bukan hanya sekedar fenomena fisik tetapi juga memberi kesempatan untuk perempuan to be spiritually transformed and empowered.

Acara dimulai dengan yoga. Saya perhatikan hanya dua ibu yang nggak datang sama suaminya, sisanya semua berpasangan dan pasangannya ikut melakukan yoga, lho! Hebat, ya, perhatian suami jaman sekarang mau menemani dan ikut terlibat dalam kehamilan istrinya. Suami saya dulu lebih banyak di luar kota saat kehamilan D123. Bisa mengantar kontrol saja sudah bagus :D *lah, curcol*.

Saat masuk sesi Natural Childbirth and Hypnobirthing yang dibawakan oleh ibu Lanny Kuswandi, banyak sekali informasi yang sangat memotivasi untuk melahirkan secara normal, bahkan bila sudah pernah caeesar sebelumnya. Menurut Ibu Lanny, hypnobirthing tidak hanya pada masa persalinan, tapi merupakan proses persiapan mental sejak masa kehamilan, bahkan saat perencanaan kehamilan. Dengan mencapai ketenangan dan mengurangi kekhawatiran, rasa panik, dan stres, kehamilan dapat dijalani dengan rileks sehingga meminimalisir keluhan-keluhan seperti mual, muntah, pusing dan ketidaknyamanan lain. Bahkan efeknya bisa berlangsung sampai setelah persalinan, yaitu mencegah depresi pascapersalinan dan membantu kecepatan pemulihan karena ‘sakit dan capainya’ persalinan juga dapat dikurangi.

Hypnobirthing juga bisa:

  • Mengurangi risiko komplikasi persalinan.
  • Mengurangi risiko operasi dan mempercepat pemulihan.
  • Membantu mengatasi pasien dengan hipertensi.
  • Membantu memperbaiki letak janin dengan teknik komunikasi.
  • Mempersiapkan VBAC (persalinan normal setelah pernah caesar).
  • Meningkatkan produksi ASI.

Manfaat untuk janin di antaranya:

  • Membantu menjaga suplai O2 kepada bayi selama proses persalinan. Ini bisa terjadi apabila ibu dapat rileks selama proses, sehingga nafas juga teratur.
  • Meningkatkan ikatan batin ibu terhadap bayi dan suami.
  • Pada saat lahir bayi biasanya lebih tenang.
  • Mencegah persalinan prematur.
  • Meminimalkan trauma psikologis, baik untuk ibu maupun bayi.

Bu Lanny bercerita bahwa banyak kasus kelainan letak bayi, terlilit ari-ari, bahkan placenta previa dan persalinan yang sulit pun bisa dikomunikasikan dengan bayi untuk membantu si ibu. Di kasus-kasus yang ditangani oleh Bu Lanny, bayi yang sungsang bisa berputar bahkan dalam usia sudah 39 minggu. Saya tahu banget bahwa 39 minggu posisi bayi sudah divonis permanen karena saya pernah dua kali mengalami ini. Darris alhamdulilah bisa berputar saat sebelum 36 minggu, sementara Dellynn gagal karena terlilit ari-ari yang tidak terdeteksi oleh USG. Baru ketahuan saat caesar.

Saya menyesal tidak mendengarkan feeling saya (atau bisikan Dellynn?) saat itu :(. Sejak usia 6-7 bulan saat bayi lain berputar-putar posisinya, Dellynn selalu sama. Saya sudah bertanya-tanya, jangan-jangan dia terlilit jadi susah berputar. Tapi ketika saya konfirmasi ke obgyn setiap kontrol, beliau cuma bilang tidak kelihatan. Saya melakukan terapi sujud. Tetapi beda dengan Darris, tiap kali saya mulai terapi, dia berontak. Menendang-nendang. Nampak tidak nyaman. I wish I listened & believed. Kalau saya percaya bahwa Dellynn terlilit, maka komunikasi saya tidak sekedar ‘yuk, berputar, nak’ tetapi dimulai dari ‘dilepas dulu, nak, lilitannya’.

Andai saja saat hamil Dellynn dulu saya bertemu Bu Lanny. Saya pasti terdorong untuk percaya insting saya dan membantu cara komunikasi dengan janin. Siapa tahu dengan teknik komunikasi ke janin yang benar, lilitan ari-ari waktu itu bisa lepas dan bisa melahirkan normal. Sayangnya saat itu saya masih di Surabaya, nggak tahu apakah hypnobirthing waktu itu sudah ada cabang disana.

Mommies sedang merencanakan kehamilan? Atau sedang hamil tapi ada masalah dalam kehamilan? Mungkin berkonsultasi dengan Bu Lanny bisa membantu :)

 

foto dari Facebook Prenatal Yoga Jakarta


One Comment - Write a Comment

Post Comment