Avent Electric VS Medela Mini Electric

Sebenarnya combo review kali ini bisa dibilang seperti Battle of The Week versi Mommies Daily ;) Saya ingin membandingkan dua breastpump paling populer menurut banyak Mommies saat ini. Eh, tapi kebetulan bukan saya sendiri yang memakai dan membandingkan keduanya, karena saat ini saya saya sedang tidak menyusui, -ehm, tapi insyaAllah akan menyusui lagi :D-. Terimakasih kepada teman saya seorang working mother yang berada di Makassar, Waode Laila Wahyuni, yang sangat berdedikasi memberikan ASI kepada dua buah hati tercintanya. Yuni, begitu panggilannya, saat ini masih menyusui putri keduanya dan menggunakan kedua breastpump ini.

Medela Mini Electric atau biasa disingkat minel, siapa yang gak kenal dengan pompa sejuta umat ini. Mommiesdaily pernah memberikan ulasannya disini. Kepraktisan dan efektivitas pompa ini membuatnya menjadi breastpump terlaris dan disukai para mommies, terutama working mother. Minel juga mudah didapatkan, karena rata-rata semua toko perlengkapan bayi pasti menjualnya, juga banyak tersedia di toko online.

 

Ini kelebihannya Si Minel:

  • harganya lebih terjangkau (Rp 785.000 saat ini di asibayi.com)
  • sparepart dijual terpisah, sehingga apabila ada yang rusak, bisa dibeli per bagian
  • ukurannya yang lebih kecil, menjadikannya lebih praktis dibawa
  • mudah dibongkar pasang, dan kelengkapannya (parts) sedikit, sehingga waktu mencuci tidak ribet

Sementara kekurangannya:

  • tidak ada efek stimulasi LDR
  • pada awal-awal pumping biasanya terasa agak sakit
  • suaranya yang berisik saat pumping

Avent Electric Breastpump, dikenal karena performanya yang sangat mengutamakan kenyamanan optimal penggunanya. Menyadari bahwa banyak faktor bisa mempengaruhi produksi asi, sehingga produk ini didesain untuk meningkatkan kenyamanan yang berimbas pada peningkatan produksi ASI.

 

Kelebihannya:

  • selain dengan mode elektrik, pompa ini juga bisa dipakai dengan mode manual. Sehingga saat tidak menemukan sumber listrik atau baterai, tetap bisa digunakan dengan tangan.
  • untuk mommies yang baru pertama kali pumping, produk ini sangat direkomendasikan karena tidak menyebabkan sakit pada payudara.
  • corong ergonomis, terdapat bantalan berkelopak lima yang menghasilkan pijatan pada payudara, sehingga menimbulkan stimulasi LDR.
  • hasil pompa yang lebih banyak karena LDR bisa muncul berulang kali.

Lalu kekurangannya;

  • sparepart yang tidak dijual terpisah.
  • harganya yang (jauh) lebih mahal dibanding minel (Rp 1.450.000 saat ini di asibayi.com).
  • kelengkapan yang lebih banyak dibanding minel, sehingga waktu mencuci lebih lama.

So.., sudah bisa membayangkan performa kedua breastpump ini secara head to head kan mommies? Yang jelas, ini juga informasi yang cukup komprehensif bagi saya untuk belanja breastpump, nanti.

(foto dari sini)


13 Comments - Write a Comment

  1. Awal lahiran anak kedua sy pk avent manual hsl kado teman,wah asi cm kluar setetes2,ga brasa nyedotnya
    Trus balik lagi pake medela minel,berhasil dapat 25 ml pertama kolostrum yg kekuningan gt,tp habisnya puting jd nyonyor saking kenceng sedotannya
    Pas udah pulang ke rumah,mulai ngumpulin asip dg medela swing+harmony,sampai skrg baby umur 11 bln msh terus pake dual pompa medela andalan itu :)

Post Comment