Reza Gunawan: Mari Menapak Bumi!

Salah satu milestone anak yang ditunggu adalah berjalan. Stimulasi yang bisa dilakukan banyak sekali, tapi ada satu yang membuat saya tertarik, yaitu napak bumi. Cara tradisional ini dilakukan setiap pagi, ketika rumput masih berembun. Jadi si anak diajak belajar jalan tanpa alas kaki, agar kakinya bersentuhan dengan embun. Setelah itu embunnya digosokkan ke daerah dengkul dan betis, agar anak cepat berjalan. Pertama saya pikir, ini hanya mitos. Tapi kemudian, saya iseng mencobanya haha, pikir saya waktu itu nothing to lose! Sejak usia 10 bulan, setiap paginya, Menik saya tetah di halaman rumah ketika rumputnya masih berembun, dan satu bulan kemudian, Menik lancar berjalan!

photoooooo

Agar tidak menebak-nebak apa hubungannya earthing dengan kesehatan tubuh dan stimulasi pada bayi, saya bertanya ke praktisi kesehatan holistik, Reza Gunawan. Yuk, disimak!

Mas Reza, sebetulnya apa arti earthing?

Earthing, atau mudahnya disebut napak bumi, adalah ketika kulit tubuh kita (tidak harus telapak kaki) bersentuhan langsung dengan permukaan bumi alami (tanah, pasir, batu, rumput).  Beberapa tahun terakhir, fenomena ini diteliti secara ilmiah ternyata membawa banyak manfaat bagi kesehatan, seperti kualitas tidur yang lebih baik, keseimbangan saraf dan hormon yang lebih sehat, meredanya berbagai radang di dalam tubuh, mengurangi nyeri, bahkan mengobati jet-lag.  Ini terjadi karena permukaan bumi dipenuhi elektron bebas bermuatan negatif, yang terhisap oleh tubuh dan menyebabkan tubuh mengalami harmonisasi.

Apa saja manfaat earthing, terutama bagi bayi?

Fenomena earthing ini belum diteliti secara ilmiah tentang aplikasinya pada usia dini, dan tentunya saya tidak bisa mendahului penelitian ilmiah. Kalau sekedar berbagi pendapat, dari pengalaman saya membesarkan Atisha (anak kami berusia 3,5 tahun), memang dari awal kami ingin agar dia tidak bersekat banyak dengan lingkungan alamiah, agar sistem imun tubuhnya berkembang optimal. Jadi dari kecil, kami selalu ajak jalan pagi, menikmati sinar matahari, udara segar, gerak tubuh.

Ketika dia mulai berjalan, sengaja kami tidak pakaikan sepatu, karena kami ingin kakinya mendapatkan stimulasi dari berbagai permukaan yang dipijaknya, dan kami rasa ini penting untuk tumbuh kembang. Kebetulan saat itu saya juga baru menemukan hasil riset tentang earthing, jadi kami sekeluarga setiap hari jalan-jalan di sekitar rumah tanpa alas kaki.  Saya perhatikan dia sangat menikmati dan perkembangan dari aspek motorik, sensorik, intelegensia, dan lainnya, cukup berbarengan dan seimbang.

Tapi ada orang tua yang takut anaknya terkena kuman jika keluar tanpa alas kaki, gimana, tuh?

Menurut saya, selama kita perhatikan bahwa permukaan berpijaknya tidak berisiko (seperti ada paku, dsb), agak cukup aman. Tentu setelah selesai earthing, kita bisa biasakan untuk mencuci kaki sebelum kembali masuk ke dalam rumah.  Ini sih pendapat pribadi, menurut saya, bila kita terlalu paranoid akan kuman ini itu, justru sistem imun tubuh anak tidak mendapatkan interaksi dan kesempatan yang cukup untuk menjadi kuat secara alami.  Atisha saat ini, dengan pola asuh alami, adalah individu yang paling sehat di rumah tangga kami, malah hingga usianya sekarang di 3.5 tahun, belum sekali pun pernah minum obat apapun. Saya mengerti ini bukan kesimpulan umum, dan hanya satu buah contoh, namun saya merasa kita suka memupuk takut berlebihan dengan teori kuman, padahal sebenarnya tubuh kita pun sudah menyimpan jutaan kuman yang selama ini hidup dalam diri kita, dengan harmonis sebagai sebuah ekosistem. Jadi tentu saja bukan berarti kita sembrono dengan aspek higiene/sanitasi, namun jangan terlumpuhkan oleh ketakutan yang berlebihan juga.

Nah, kalau mitos memberikan embun di kaki agar bayi cepat jalan, bagaimana? Apakah earthing juga bermanfaat untuk ibu hamil?

Tentang embun di kaki bayi, saya belum pernah dengar. Kalo untuk ibu hamil yang disarankan jalan pagi di atas rumput berembun, saya kira kaitannya dengan earthing cukup jelas, karena menjaga keharmonisan hormonal yang sangat penting bagi ibu hamil, selain itu udara segar dan cahaya matahari pagi kita tahu sangat menyehatkan.

Jadi perlu diingat, alam sudah menyediakan begitu banyak sarana sehat, hanya kita kadang lupa untuk hidup dekat dengannya.

Ada kiat khusus untuk Mommies yang ingin melakukan earthing?

Mulailah dengan 20-30 menit sehari, dilakukan sebagai bagian dari kegiatan bermain, jangan paksa anak/bayi, ciptakan berbagai kegiatan yang membuat earthing jadi rutinitas keluarga yang seru dan menyehatkan.

***

Walau penelitian soal memberikan embun pada kaki bayi akan membantu tumbuh kembang agar cepat berjalan, namun earthing secara keseluruhan mempunyai banyak manfaat pada tubuh. Jadi, mari kita menapak bumi tanpa alas kaki di pagi hari!


One Comment - Write a Comment

  1. Wah, keren banget wawancaranya, Ki! Mau jadi rajin-rajin jalan kaki tanpa alas kaki, deh. Kebayang, ya, jalan2 di atas rumput yang masih berembun itu kan emang menyenangkan banget! ternyata memang ada gunanya juga :)

Post Comment