Gusi Berdarah, Jangan Anggap Remeh

Pernah mengalami gusi berdarah? Jujur saja, kalau saya, sih, pernah. Dan tenyata  dari sekian banyaknya populasi yang ada di dunia ini, 50% orang pernah mengalami gusi berdarah.  Di Indonesia juga pernah dilakukan sebuah riset yang membuktikan bahwa  5 dari 10 penduduk di sini pernah mengalami masalah gusi (Synovate AsiaBus, 2011).

Fakta ini dibeberkan oleh drg. Yudha Rismanto Sp. Perio, dalam media edukasi mengenai kesehatan gusi yang belum lama ini dilangsungkan. Dokter gigi sekaligus pakar Periodonsia ini menjelaskan bahwa gusi berdarah ini merupakan gejala awal untuk mendeteksi apakah kita mengalami permasalahan gusi atau tidak.

Sayangnya hingga saat ini masyarakat kita memang masih belum banyak yang memahami bagaimana caranya merawat gusi yang baik dan benar. Bahkan nggak sedikit dari masyarakat kita yang menganggap sepele masalah ini. Gusi berdarah disebabkan karena terlalu keras menyikat gigi, atau karena menggunakan sikat gigi yang kurang tepat.

Padahal nggak seperti ini, lho. Gusi berdarah ini sebenarnya disebabkan adanya penumpukan plak di gigi kita. “Plak yang terdapat pada setiap mulut manusia tersebut terbentuk dari bakteri, yang tidak hanya menyebabkan bau tidak sedap, namun juga dapat menyebabkan peradangan pada gusi hingga gusi menjadi bengkak dan berdarah,” ungkap drg. Yudha Rismanto Sp. Perio.

Menurut keterangan drg. Yudha, gusi itu merupakan proteksi, dan gusi yang sehat bisa  berfungsi akan melekat dengan baik pada gigi yang terhubung oleh lapisan penyangga. Jika gusi nggak dijaga, maka plak tersebut pun akan menumpuk dan menebal sehingga  bisa melepaskan jaringan penyangga gusi.

Dokter yang menjabat Ketua Ikatan Periodontologi Indonesia (IPERI) Komisariat Jakarta ini juga menjelaskan bahwa ada beberapa tahap masalah pada gusi. Pertama-tama, akan terjadi penumpukan plak pada gusi yang sehat, dimana plak ini yang mengganggu gusi sehat mencapai 2mm, penumpukan plak dapat menyebabkan gusi bengkak dalam 2 hingga 4 hari.

Kemudian, tahap selanjutnya adalah terjadinya gingvitis, yaitu kondisi perubahan klinis pada gingivitis dapat terlihat dari pembengkakan gusi. Gusi mulai berwarna merah dan berdarah. Selanjutnya, jika dibiarkan terus berlanjut akan masuk pada tahap periodontitis. Pada kondisi ini gusi akan mulai lepas dari kondisi yang normal sehingga dapat menyebabkan gigi tanggal satu persatu.

Nah, setelah tahap periodontitis, yang paling membahayakan adalah jika kuman masuk ke ruang steril di mana kuman bisa ikut masuk ke pembuluh vena. “Kalau kuman sudah masuk, dan ikut ke percabangan pembuluh darah kemana-mana, kuman bisa ikut masuk ke jantung, dan yang paling apes bisa saja kuman bisa membuat radang otak,” papar drg. Yudha.

Padahal hal ini bisa dicegah sedini mungkin. Salah satunya dengan pemilihan pasta gigi yang tepat. “Yang perlu diperhatikan, apa isi kandungan pasta gigi tersebut, jangan sampai tujuannya untuk kesehatan gusi, lantas yang dipilih untuk memutihkan gigi,” ujarnya.

Menyadari pentingnya memiliki gusi yang sehat untuk kesehatan mulut secara keseluruhan, salah satu perusahaan farmasi dan kesehatan terkemuka di dunia yang berbasis riset, GlaxoSmithKline (GSK) terus menunjukan komitmennya untuk berinovasi dalam memberikan solusi yang terbukti secara klinis. Salah satu caranya dengan meluncurkan produk pasta gigi Parodontax.

*gambar dari sini

Pasta gigi ini memang terbuat dari 70% bahan khusus yang terbukti secara klinis dapat mengurangi plak yang menyebabkan gusi berdarah sebagai gejala awal permasalahan gusi. Salah satunya adalah Sodium Bicarbonate yang berfungsi membantu mengangkat plak yang dapat menyebabkan gusi berdarah.

Kandungan sulkus yang ada di dalamnya juga berfungsi untuk pembersih dan membuat kondisi mulut jadi basah. Efek basah inilah yang membuat kuman jadi mati, membuang plak gigi, dan mampu mengurangi warna yang disebabkan oleh rokok.

Saya sendiri sudah mencoba pasta gigi ini. Umh, jujur saja, sih, rasa pasta gigi ini memang sedikit berbeda dengan pasta gigi kebanyakan. Mungkin karena kandungan herbal dan mineral yang ada di dalamnya. Baru membuka tutupnya saja, wangi herbalnya sudah bisa tercium. Selain itu, busa yang dihasilan pasta gigi ini juga nggak terlalu banyak. Tapi, serius, deh, setelah memakainya gigi terasa lebih kesat dan wangi.  Konon, pasta gigi ini efektif mengurangi masalah gusi berdarah hingga 33%, lho.

Nah, Mommies, ada yang sudah pernah mengalami gusi berdarah? Atau mungkin pernah mencoba Parodontax? Boleh, lho, berbagi pengalaman di sini.

 


Post Comment