Menyusui Kapan Saja, Di Mana Saja

Rezeki bentuknya bisa bermacam-macam, tak perlu harta atau benda. Tentunya kalimat ini sudah tak asing dan bahkan bisa terkesan klise. Tapi, ini benar, kok. Cuma kita kadang harus ekstra perhatian dengan keadaan untuk bisa melihat berbagai rezeki yang sudah kita terima.

Salah satu bentuk rezeki yang sudah saya sadari dan syukuri sejak awal adalah ASI. Ya, dong, ASI berarti saya tidak perlu keluar dana ekstra untuk susu formula (yang mahal harganya) dan berarti bayi saya lebih terlindungi karena ASI juga membantu fungsi imunitas tubuh bayi. Syukurnya, rezeki saya ini jangka panjang. Saya menyusui anak pertama selama 27 bulan. Itupun baru berhenti karena saya sudah dalam kondisi hamil 4 bulan. Tadinya sudah niat mau diteruskan sampai tandem nursing kalau perlu, tapi akhirnya berubah pikiran. Anak kedua saya sekarang usianya 23 bulan dan masih menyusui. Dalam kurun waktu 4 tahun terakhir saya hanya “istirahat” menyusui selama beberapa bulan saja.

Soal menyusu, anak-anak saya tipe yang “kapan saja di mana saja”. Kalau memang mereka mau, ya, saya harus siap menyusui. Saya sering menyusui di mobil, di pesawat juga pernah, di restoran (jangan ditanya, sering banget), di ruang tunggu dokter, di toko buku, di mana-mana. :D Karena kondisi yang seperti itu setiap kali pergi bersama anak-anak saya harus menyesuaikan baju yang akan dipakai karena harus siap-siap kalau menyusui. Jadi, tidak mungkin pergi pakai rok terusan tanpa kancing karena tidak bakalan bisa menyusui. Kadang sebal juga, sih. Pilihan baju bukaan depan untuk menyusui tentunya membatasi saya dalam berpakaian. Kan, saya tetap ingin pakai baju lucu-lucu (namanya juga perempuan…). Lagipula, baju kancing depan juga bukan berarti pasti nyaman untuk menyusui. Besar kemungkinan untuk terbuka “lebar”. Apalagi saya malas bawa nursing cover . :p

Baru-baru ini saya mencoba baju menyusui dari Emeno Nursing. Yang membuat saya tertarik pada awalnya adalah motif tenunnya! Soalnya saya sedang tergila-gila motif tenun belakangan ini. Warnanya juga manis sekali, bubblegum pink. Bukaan menyusuinya ternyata berupa ritsluiting vertikal di dada kiri dan kanan. Bukaan seperti ini memang belum pernah saya lihat pada baju menyusui lainnya. Saat sedang makan di restoran, si kecil mulai bosan dan minta menyusu. Surprise! Bajunya sangat mudah digunakan untuk menyusui. Saya bahkan tidak memakai nursing cover dan semuanya “aman” tertutup! Suami saya bahkan bilang model bajunya bagus sekali untuk menyusui. Tentunya ia tak suka kalau sampai ada “pemandangan” gratis buat orang lain. :p I’ve tried quite a few nursing top and this one is by far the best!


Hari itu kegiatan kami sekeluarga cukup padat, harus pergi ke beberapa tempat dalam sehari. Kami menghabiskan cukup banyak waktu dalam mobil. Sepanjang perjalanan, Rory beberapa kali minta menyusu. Lucunya, dia memintanya dengan cara menarik ristluiting baju! Hebatnya lagi dia tahu harus ditarik ke arah mana. :D I guess it showed how easy to use the shirt was.

Masih banyak model baju menyusui lain yang ditawarkan Emeno Nursing. Gawat, nih. Saya naksir koleksi batiknya juga!  -___-


3 Comments - Write a Comment

  1. Aku jugaa! Aku sangat suka baju Emeno Nursing. Sejauh ini udah punya 4 baju :p favoritku Lilac, Leia & Aira. Dari segi ergonomi, baju menyusui ini paling nyaman. cuma kadang beberapa baju agak kependekan jatuhnya di aku, kurang panjang dikit. but so far, this is the best! ;)

Post Comment