What I’ve Learned From Cooking Class

Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya, memasak adalah hal yang baru bagi saya. Saya belajar memasak secara otodidak saat Nadira mau memulai MPASI-nya. Selanjutnya, saya terobsesi membuat kue ulangtahunnya saat ia akan berulangtahun pertama.

Saat mengetahui saya sedang getol belajar masak, seorang teman yang jago memasak, mengajak saya ikut beberapa cooking class yang digelar berbagai institusi dengan berbagai tema. Mulai dari kelas membuat pizza, kue kering, masakan Barat, sushi, roti, hingga menghias kue Natal dan bento. Bahkan saat saya sedang plesir sambil bekerja ke Bali pun, tiba-tiba ada teman yang mengajak ikut cooking class masakan Bali. Lumayaannn…

Tentu saja saya senang banget. Apalagi, cooking class yang saya ikuti rata-rata diajar oleh chef berpengalaman. Mereka juga biasanya tidak pelit berbagi ilmu untuk mendapatkan hasil masakan atau kue yang enak dicecap lidah sekaligus enak dipandang mata. Juga berbagai kiat soal teknik memanggang kue, menggoreng, merebus, hingga memilih peranti masak yang sesuai.

Berikut ini beberapa pengalaman saya dari berbagai cooking class yang pernah saya ikuti:

  • Jangan malu kalau belum bisa memasak.

Beberapa cooking class yang saya pernah ikuti benar-benar mengajarkan teknik memasak yang amat basic, lho. Mulai dari mengetahui jenis bahan makanan, teknik mengocok telur untuk membuat kue, hingga teknik menggoreng. Salah satu yang saya ingat adalah teknik membersihkan daging yang benar.

Dulu, pertama kali memasak daging, saya mencuci sampai darahnya bersih. Maklum, namanya juga pertama kali pegang daging mentah. Saya sampai panik dan menelepon Mama saya karena darahnya kok nggak hilang-hilang, hahaha… Ternyata cara saya salah 100 persen! Kalau ingin daging yang juicy serta kandungan gizinya masih lengkap, ya cukup dilap saja. Kalau dicuci bolak-balik seperti yang saya dulu lakukan, kandungan gizi daging akan hilang dan rasanya nggak juicy lagi deh.

  • Dapat ilmu dan trik yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Dalam sebuah cooking class, kami diajari cara membuat Chicken Cordon Bleu. Ternyata, menu ini tidak serta merta langsung matang setelah digoreng. Karena bentuknya yang berlapis-lapis, menurut chef yang mengajar, lebih baik setelah digoreng sebentar hingga lapisan luar crispy, ayam dipanggang dalam oven hingga lapisan dalamnya matang. Dengan begini, selain kematangannya merata, masakan juga tidak terlalu “basah” karena digoreng terlalu lama di atas api kecil.

Nah, yang fantastis adalah ilmu membuat kue kering yang laris. Dari cooking class juga saya jadi tahu bahwa, trik nomor satu untuk membuat kue kering yang membuat konsumen tidak bisa berhenti memakannya adalah, dengan membubuhkan MSG ke dalam bahannya! Surprised? Saya, sih, kaget banget ya waktu seorang chef andal memberikan kiat itu dalam sebuah cooking class bertema kue kering. Jadi ibu-ibu, harap waspada jika menemukan kue yang super enak dan membuat ketagihan. Jangan-jangan beneran dikasih MSG oleh pembuatnya, lho.

  • Menambah teman dengan minat yang sama.

Dulu saya sering menghadiri satu cooking class bersama sekelompok teman-teman baru yang kemudian menjadi teman se-gank memasak. Sekitar 2-3 kali kami ikut cooking class ini bersama-sama hingga menjadi akrab.

Kami sering heboh sendiri saat memasak. Bukan karena hasilnya gagal atau sangat sempurna, tapi kami lebih sering mengganyang habis bahan masakan sebelum selesai dibuat. Chef yang mengajar pun sampai sekarang masih sering mengontak kami via Facebook dan minta kami ikut cooking class yang ia buat. Katanya, meski rusuh, tapi gank kami ngangenin. Hahaha!

  • Mencoba resep-resep baru dan membawa pulang hasilnya.

Dalam acara cooking class, biasanya para peserta diperbolehkan mencicipi bahkan membawa pulang hasil masakan. Nah, bagian ini adalah favorit saya, hehehe… Selain menambah resep baru, lumayan untuk memperkenalkan menu kepada keluarga di rumah, kan?

Uniknya, meski pernah mengikuti berbagai cooking class, sumber resep dan teknik memasak saya tetaplah internet. Entah kenapa, waktu di acara cooking class, saya amat bersemangat dan mengingat semua tips and tricks yang di-share oleh pengajarnya. Tapi sampai rumah, eeehhh langsung lupa lagi. Mungkin karena belajarnya sambil makan ya? Hahaha… Alhasil, tetap saja saya lebih suka mencari segala tetek bengek soal memasak dan membuat kue di internet.

Namun, sampai saat ini, saya tetap senang dan gembira jika ada yang mengajak saya ikut cooking class, atau melihat iklan sebuah cooking class yang menarik minat saya. Lumayan untuk makan-makan, eh maksudnya, menambah pengalaman baru :D