Drama Babak Pertama

Tidak terasa Chacha, gadis kecil kami sudah 2 bulan ada di antara kami. Luar biasa rasanya begitu melek mata ada makhluk kecil ada di tengah-tengah saya dan suami.

Saat ini, Chacha sudah mulai banyak tingkahnya, sudah mulai bisa tersenyum dan main kenyot jari-jarinya ke mulut. Menggemaskan.. Kadang membuat saya hampir lupa kalau pernah menalami fase drama paling dramatis seumur hidup saya ini.

Drama itu dimulai ketika Chacha berumur 2 hari. Yah, 2 hari pertama kehidupannya, saya sudah menangis bombay di ruang perawatan Rumah Sakit. Saat itu Rumah Sakit tempat saya melahirkan menerapkan sistem rooming in yang berarti bayi tidur sekamar dengan saya. Amazing, awalnya. Namun mengingat saya yang harus operasi caesar saat ‘mengeluarkan’ Chacha dari perut saya, hal tersebut ‘memaksa’ saya untuk bergerak dengan terbatas pasca melahirkan.

Drama pertama dimulai malam harinya, saat Chacha netek dan menangis karena ASI saya (kelihatannya) nggak mampu memenuhi “dahaga”nya. Chacha menangis tak henti-henti. Luar biasa paniknya saya! Apalagi bayi pasien lain yang sekamar dengan saya juga ikut menangis berganti – gantian dengan Chacha.

Saya susui Chacha dengan airmata berderai, berusaha skin to skin dengan Chacha dengan harapan sentuhan kulit saya dapat memberi ketenangan untuknya. Ternyata saya salah, Chacha tetap tak berhenti menangis, bahkan badannya mulai panas. Saya panggil perawat dan berharap mereka membantu saya menenangkan bayi saya. Ternyata benar, setelah diukur suhunya, Chacha demam kemungkinan karena dehidrasi.

Chacha kemudian harus dirawat sementara di ruang anak dan dengan sangat terpaksa harus mendapat asupan sufor malam itu. Ya Allah.. padahal sejak siang, Chacha tak henti-hentinya menyusu ke saya. Kurang apa saya? Betapa tidak bergunanya saya sebagai ibu? Air mata saya langsung membanjir. Saya lemas di ranjang Rumah Sakit, nyeri luka caesar tidak ada artinya dibanding rasa bersalah saya pada Chacha malam itu. Suami saya terus menenangkan saya, berusaha men-suport saya bahwa tidak ada yang salah dan semua akan baik baik saja.

Saya ingat betul saat itu pukul 2 pagi, suami menyuruh saya beristirahat,tapi mata saya masih saya melek dan tentu saja banjir air mata… Ingin rasanya saya lari ke ruang perawatan Chacha dan menemani dia di sana.  Keesokan paginya, saya makan banyak-banyak, minum suplemen ASI, dan bolak balik melongok ke pintu berharap Chacha segera diantarkan ke ruangan saya, ingin saya memeluknya, memberinya ASI sebanyak ia mau.

Sampai akhirnya saya mendengar nama saya dipanggil dari balik pintu..

“Mama Anita… dede Shafira nya datang…. ”

Meleleh lagi, deh, air mata saya.. tapi kali ini bahagia luar biasa, seperti bertahun – tahun tidak berjumpa… #lebay

 


2 Comments - Write a Comment

  1. Samaaaaaa,,,samaa..*peluk. Inget 6bln lalu,dr jam 11 sampe jam 4pagi bayiku nyusu,sy jg sesar..eh hari itu, dbilang kalo bayiku kurang minum, mulai kuning dan hrs disinar, trpaksa dikasi sufor, 2hr..rontok rasanya hati ini.. Tp emg ya.nunggu bayi d anter ke kamar tu, deg2an seneng kayak waktu pacaran, nunggu pacar landing mau ketemuan..xixixixi.. Toosssss kita mom ^-^

  2. toss juja Mommy Ira… :))
    efek ngeblues minggu2 pertama jadi mama kali yah? bawaannya semua – mua jadi drama.. dikit2 jadi lebay. hihihihi
    sekarang chacha udh 3,5 bulan. udh bisa ngoceh.. udh seru “dimaininnya”

Post Comment