Air Putih, Banyak Manfaatnya!

Semua orang tahu, bahwa minum air putih itu bagus untuk kesehatan. Setuju?

Omongan ini nggak sembarangan, karena 2/3 tubuh manusia terdiri dari air. Ini membuat fungsi air putih bagi manusia menjadi sangat vital.

Walaupun demikian, masih banyak saja orang yang nggak suka minum air putih, memilih asupan cairan lain, atau alasan sederhana, karena lupa. Padahal banyak sekali manfaat yang didapat dari air putih ini, lho!

Sebut saja membantu membuang racun-racun dalam tubuh lewat urin. Seperti yang saya tulis di artikel mengenai Infeksi Saluran Kemih, bahwa berkemih adalah salah satu cara membuang racun dari dalam tubuh. Salah satu ‘obat’ untuk menyembuhkan ISK adalah dengan mengonsumsi banyak air putih. Sementara di pencernaan, serat dan air  bekerja sama mengurangi terjadinya risiko sembelit.

Sudah pernah mendengar minum air putih bisa menurunkan berat badan? Ini bukan mitos. Tapi juga bukan semata-mata minum air doang, nggak olahraga dan makan berantakan, ya. Itu, sih, sama saja, dong! Air putih membantu untuk menyingkirkan rasa lapar. Jadi begini, otak kita tidak bisa membedakan rasa lapar atau haus. Nah, kadang, kita mengambil kesimpulan bahwa sinyal yang disampaikan adalah lapar, padahal sebenarnya haus.

Selain itu, berdasarkan sebuah jurnal yang terbit di tahun 2003, The Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism, mengonsumsi air putih bisa meningkatkan metabolism tubuh. Peneliti, Michael Boschmann, MD, melakukan penelitian pada 7 laki-laki dan perempuan yang kondisinya sehat dan prima. Setelah mengonsumsi 0,5 liter air putih, terjadi peningkatan hingga 30% pembakaran kalorinya. Menarik, kan?

Nah, untuk para ibu hamil, nih, minum air putih sangat penting, lho! Ada beberapa teman saya yang selama hamil, jadi nggak doyan air putih. Katanya bikin mual. Hum, air putih mampu menjaga suhu tubuh kita tetap normal, lho. Sudah rahasia umum, ya,kalau hamil, biasanya kita akan lebih merasa kegerahan daripada biasanya. Selain itu minum air putih juga bisa membantu mengurangi heart burn, morning sickness dan bahkan konstipasi.

Hal ini juga berlaku untuk ibu menyusui. Waktu saya awal menyusui dulu, kalau diibaratkan, setiap habis minum, cairan itu keluar lagi saat menyusui, lho!  Ternyata, yang saya rasakan dulu ada benarnya, lho! Bahkan The European Food Safety Authority [EFSA] atau Otoritas Keamanan Pangan Eropa telah membuat rekomendasi untuk kecukupan asupan air bagi Ibu Hamil dan Ibu Menyusui. Adapun jumlahnya seperti di bawah ini:

  • Ibu Hamil, menambahkan 300 ml air putih  dari jumlah yang seharusnya perempuan dewasa minum (sekitar 2 liter) sehingga per harinya, ibu hamil disarankan minum air putih 2,3 Liter.
  • Ibu Menyusui, menambahkan 700 ml air putih  dari jumlah yang seharusnya perempuan dewasa minum (sekitar 2 liter) sehingga per harinya, ibu menyusui disarankan minum air putih 2,7 liter.

Sementara untuk anak-anak, air putih juga sangat penting. Anak-anak, seperti kita semua tahu, sangat enerjik, yaaa… ada yang anaknya bisa duduk manis 5 menit? Haha. Sudah pasti dengan banyak bergerak, mereka juga mengeluarkan lebih banyak keringat. Belum  lagi, karena di masa pertumbuhan, maka metabolisme mereka juga masih bagus, alhasil kalau berkeringat pasti banjiiiirrr… iya kan?

Beruntung, anak saya juga suka minum air putih. Mungkin hal ini juga karena terbiasa melihat kedua orang tuanya minum air putih, ya. Banyak sekali saya dengar anak-anak yang susah minum air putih, lebih suka minuman yang ada ‘rasa’-nya atau susu. Padahal, nih, untuk setiap manusia, ada kalkulasi kebutuhan air putih per hari, lho, yaitu Berat Badan dibagi 30, hasilnya adalah jumlah air putih yang dibutuhkan dalam hitungan liter.

Jadi misalnya, berat saya 55 kg, dibagi 30, hasilnya adalah 1,8 liter. Nah, berat badan Mommies berapa? Sudah cukupkah air putih yang dikonsumsi hari ini?