Membersihkan Rumah= Tanggung Jawab Keluarga

Sejak nggak punya Asisten Rumah Tangga, tugas saya dan suami jadi nambah. Mulai dari masak, cuci piring, menyapu, ngepel, sampai cuci pakaian. Untungnya, pekerjaaan rumah tangga ini bisa dikerjakan secara bergotong royong. Untuk urusan pekerjaan rumah tangga, bapaknya Bumi memang ringan tangan dan bukan tipe pria yang gengsi untuk mengerjakan pekerjaan yang dianggap tugas perempuan, bahkan untuk mencuci piring setelah makan juga dia kerjakan sendiri. Dan salah satu kerjaan yang (masih) jadi tanggung jawabnya hingga detik ini adalah cuci pakaian kami sekeluarga.

Untuk urusan bebenah rumah, saya pun sudah melibatkan dan mengajarkan Bumi. Karena usianya baru 3 tahun, tentu bagiannya nggak berat, cuma hal sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya atau membersihkan tumpahan air atau makanan setelah Bumi makan merupakan contoh kegiatan yang sudah saya ajarkan sejak dini.

Buat saya pribadi, bersih-bersih rumah bersama si kecil juga bermanfaat untuk mempererat hubungan ibu dengan anak. Jadi, selain membiasakan membacakan buku cerita atau mendongeng sebelum tidur, kegiatan bersih-bersih jadi ritual yang kerap saya lakukan bersama Bumi.

Lagipula, selain sedikit meringankan tugas kita, kegiatan bersih-bersih ini juga mampu membangun percaya diri anak, lho. Hal ini diutarakan psikolog Rosdiana Setyaningrum, MPs, MHPEd dalam jumpa pers ‘Tantang Donna Agnesia Membersihkan Rumah Anda’ yang digagas Scotch Brite.

Psikolog yang disapa Mba Diana ini juga mengatakan bahwa anak memang harus dilibatkan dalam kegiatan bersih-bersih di rumah. Beberapa tugas sederhana yang dapat dilakukan oleh anak memang harus disesuaikan dengan umurnya. Misalnya, untuk anak usia 1,5 tahun, anak perlu belajar makan, memakai pakaian sendiri dan merapikan maianannya. Untuk usia 3-4 tahun bisa diajarkan untuk membersihkan tempat tidurnya, sedangkan untuk anak usia 6 tahun bisa membantu ibu dalam membereskan meja makan dan mencuci peralatan makan yang tidak terlalu berat. Kemudian, untuk anak yang usianya sudah memasuki 9 tahun, bisa dilatih menyapu, mencuci baju dengan mesin cuci.

“Pada praktiknya, rumah yang bersih dan terawat bukan tanggung jawab ibu saja, melainkan juga seluruh anggota keluarga. Pembagian perananan dan tugasnya dapat dilakukan secara adil berdasarkan kemampuan masing-masing anggota keluarga serta skala prioritasnya. Selain itu, pembagian tugas membersihkan rumah juga akan meningkatkan kekompakan keluarga,” ujar Rosdiana Setyaningrum, MPs, MHPEd.

Kampanye ‘Tantang Donna Agnesia Ciptakan Rumah Bersih Terawat’ yang digagas oleh Scotch–Brite ini dimulai sejak 1 April hingga 31 Agustus. Kampanye ini mengajak seluruh keluarga Indonesia membiasakan membersihkan rumah menggunakan alat yang bersih dan tepat untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Soalnya, jika salah memilih alat pembersih justru dapat memancing bakteri dapat berkembang biak dengan cepat.

Kalau Mommies dan keluarga ingin berpastisipasi, caranya mudah, kok, Mommies hanya perlu mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya dengan mengirimkan kemasan produk Scotch-Brite. Jika berhasil menjadi pemenang, Mommies bisa mendapatkan hadiah umroh gratis dan kunjungan Donna Agnesia untuk membersihkan rumah Mommies. Nah, kapan lagi bisa menantang artis cantik seperti Donna untuk membersihkan rumah kita :D

Ah, melihat hadiahnya umroh yang begitu menggiurkan jadi pengen cepat-cepat belanja Scotch-Brite. Siapa tahu, saya yang beruntung *doa khusuk*.

 

 


3 Comments - Write a Comment

Post Comment