Two Kisses For Maddy

Madeline bertemu ibu. Ibu bertemu Madeline. Aku menangis sedikit. Kutegarkan diriku, kupotong tali pusarnya. Dan kupandangi bayi itu lebih dekat. Medeline dibawa ke NICU ibu tertidur. Aku mondar mandir.


Saat membaca novel yang diangkat dari kisah nyata perjalan hidup Matt Logelin ini, nggak tahu berapa banyak air mata saya yang keluar. Tes … tes … tes, mirip dengan keran bocor. Memang, sih, saya ini bisa dibilang perempuan yang cepat banget terharu dan menangis. Kalau kata, Lita #teammewek :D

Tapi yang jelas buku ini seakan menepis pandangan yang banyak mengatakan kalau saat pria ditinggalkan oleh istrinya karena kematian, ia nggak akan mampu bertahan hidup sendiri. Masih dalam hitungan bulan dan saat berduka, bisa-bisa langsung kepincut wanita lain. Bahkan langsung menikah lagi :(

Tapi Matt justru membuktikan bahwa cinta sejati itu benar-benar ada dalam dunia nyata. Umh, mungkin kalau versi lokalnya, seperti kisah cinta Pak Habibie dan Ainun, kali, ya.

Sama seperti Pak Habibie, setelah kematian sang istri, Matt juga merasakan bahwa separuh jiwanya hilang. Setelah 27 jam melahirkan anak pertamanya, Liz  meninggal akibat emboli paru. Tapi demi puteri kecilnya, Matt pun memutuskan untuk bertahan, termasuk memertahannya cintanya hanya untuk Liz.

Awalnya, Matt memang bukan siapa-siapa. Namun, perjalanan hidupnya telah menjadikan dirinya menjadi sosok pria yang luar biasa dan penuh inspirasi.

Meskipun ia nggak akan pernah bisa seperti Mughal Shan Jahan, yang membuat Taj Mahal untuk istri tercintanya, namun Matt mampu membuat sesuatu yang tidak kalah indah dan membanggakan karena ia bertekad membesarkan putrinya, Maddy, seorang diri. Di tengah himpitan kesedihan yang begitu berat, Matt membuktikan bahwa sebagai seorang suami dan ayah, dirinya bisa bertanggung jawab.

Buat saya, novel yang diangkat dari kisah nyata ini memberikan banyak pelajaran dalam hidup. Cerita yang mengharu biru dan memilukan, namun tetap  diselingi dengan kisah indah dan lucu saat bagaimana Matt harus membesarkan Maddy.

Novel ini memberikan sedikit gambaran kebesaran dan keberanian seorang pria dalam menghadapi kehidupan yang begitu berat. Toh, sebenarnya memang selalu ada alasan untuk terus menatap dunia dengan penuh senyuman.

 

 

 


5 Comments - Write a Comment

Post Comment