Piknik Di Bawah Pohon Sakura

Dari dulu saya penasaran sekali ingin melihat dari dekat seperti apa bunga Sakura. Saat kemarin kami berkesempatan untuk ke Tokyo dan, kok, ya, pas banget Sakura lagi full bloom, saya nggak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk piknik di bawah pohon Sakura seperti orang-orang Jepang lakukan atau biasanya mereka sebut dengan Hanami. Kalau melihat dari jadwal di sini, tahun ini Sakura hanya full bloom di Tokyo sekitar 7-10 hari saja yaitu pada 22-31 Maret 2013. Cepat sekali bunganya gugur, lalu berganti daun untuk kemudian bersemi lagi tahun depan. Nah, karena kesempatan yang hanya satu tahun sekali ini tentu saja tempat-tempat untuk hanami jadi penuh dan ramai.

Berbekal informasi tersebut, saya pun langsung menyusun rencana. Pertama adalah menentukan tempat. Tokyo memiliki beberapa taman yang besar dan indah yang penuh dengan pohon Sakura, bisa dipilih disini. Akhirnya saya memutuskan untuk ke Shinjuku Gyoen Park. Setelah menentukan tempat, kami cek perkiraan cuaca. Ternyata suhu di Tokyo hari itu adalah 6 derajat dan sedikit berangin. Lumayan dingin, lho! Tangan rasanya agak beku kalau nggak pakai sarung tangan. Jadi saya pakaikan Zahra beberapa lapis baju dan coat, nggak lupa pake topi dan syal. Judulnya cherry blossom tapi ternyata masih dingin juga, ya.

Syukurlah, waktu kami sampai di taman yang awalnya agak gerimis, tiba-tiba saja hujannya berhenti. Kami langsung buru-buru cari spot di bawah pohon Sakura dan menggelar tikar. Ya, mungkin bukan tikar, sih, karena nggak terlalu lebar, kita beli semacam alas duduk di toko serba 105 Yen. Wajib, deh, hukumnya bawa alas duduk kalau betul-betul ingin Hanami seperti orang Jepang. Selain tikar kami juga sempat beli beberapa makanan khas Jepang yang dijual di sekitar taman. Bahkan ada semacam kerupuk manis bentuknya bunga sakura. Lucu banget! Di stand jajanan juga terdapat beberapa kue lain yang lucu-lucu dengan kemasan sangat manis serba pink dalam rangka cherry blossom. Tapi saya memutuskan beli bento dan sushi saja. Untuk minuman saya beli minuman botol panas di vending machine saja biar praktis. O, ya, minuman beralkohol dilarang dibawa masuk ke taman. Jadi ibu-ibu macam saya agak tenang, ya, karena bawa anak :D

Lalu mulailah kita ber-hanami-ria bersama orang-orang Jepang lainnya. Saya lihat ke kanan dan ke kiri, sekeliling taman siang itu penuh dengan orang-orang yang piknik bersama teman dan keluarganya. Bahkan ada yang niat bawa kompor segala, lho! Hihi … ada juga yang asyik main kartu, catur, dan beberapa kegiatan permainan lain sambil makan makanan perbekalan mereka … tak peduli anginnya cukup dingin. Setelah inspeksi sekeliling sambil makan sushi, saya lihat ke atas, aduuuh bunga sakura di atas kami cantik sekali! Kelopaknya berjatuhan ke wajah karena angin. Jadi ngerti, deh, kenapa orang Jepang bela-belain Hanami di taman, bahkan beberapa terkadang sudah ngambil spot beberapa jam sebelumnya.

Zahra juga seneng banget main di taman. Dia lari ke sana ke mari, sambil tertawa riang. Dan yang lebih menyenangkan saya tidak harus khawatir dia terjatuh, karena kalaupun jatuh rumputnya empuk. Hihi. Nggak kerasa kami hampir menghabiskan waktu selama 4 jam di sana. Nah, kalau sudah selesai ber-hanami, jangan lupa mengumpulkan sampah untuk dibuang ke tempatnya. Inilah salah satu yang saya kagumi dari orang Jepang. Mereka begitu disiplin dan mencintai kebersihan. Jadi taman terpelihara dan nyaman. Saya yakin orang Indonesia juga mencintai kebersihan, kok, tinggal lebih meningkatkan kesadaran kebersihan sedikiiiit saja. Ya, kan? :D


8 Comments - Write a Comment

Post Comment