Global Warming di Mata Anak-anak

Malam hari, lepas Isya, saya dan Zidan (saat itu berusia 7 tahun) sedang memilih CD. Hmm, dari banyak pilihan saya melihat satu CD yang bertema sedikit berbeda: “An inconvenient truth-A global warming”.

“Kita pasang ini saja, yuk?” kata saya.

“Itu kan CD orang dewasa ….” sahut Zidan

“Ini film dokumenter, nggak apa-apa boleh ditonton.”

“Mau, deh ….”

Film mulai terputar dan Zidan sesekali bertanya.

Mengapa es di puncak gunung di seluruh dunia yang berkurang jumlahnya?

Mengapa es di kutub terus meleleh?

Mengapa di sini ada banjir dan di sana ada kekeringan?
…bencana alam dll.

Saya mencoba jelaskan dengan bahasa dewasa dan berharap dia mengerti.

Efek global warming akibat polusi udara dan terperangkapnya CO2 di atmosfer yang menyebabkan sinar matahari yang seharusnya dipantulkan akhirnya “membentur dinding”/tertahan di lapisan atmosfer dan membuat bumi semakin panas seperti dalam oven.

Lalu mulai muncul pertanyaan yang tidak sesuai konteks … dan jadi PR si emak ini, hehe.

“Ma, kutub utara sama kutub selatan itu negara apa?”
(waduh, biasanya yang jawab pertanyaan seperti ini, tuh, Abah Zidan.)

“Ma, di kutub itu apa benderanya?”
(kalo negaranya saja saya nggak tahu, macam mana pula saya tahu benderanya seperti apa.)

“Kalo sudah meleleh semua esnya, negaranya masih ada?”
(ini ilmu hukum bukan, ya?)

Saya berusaha nggak nge-les. Saya hanya menunda menjawab pertanyaan Zidan, karena butuh waktu untuk mencari tahu dulu sebelum menjadi bahan diskusi selanjutnya kok.

Kami berdiskusi dan di akhir film, kami mengulang kembali. Apa saja tanda-tanda terjadinya global warming itu.

Lalu dengan enteng Zidan menjawab, “Ah, Mama, buat apa susah-susah mikir … tanda-tanda bumi makin panas itu, coba lihat … makin banyak orang yang beli AC. Itu tandanya, Ma.”

Demikianlah global warming menurut pengamatan Zidan.

*kesimpulan: Mama harus terus update ilmunya :D

*gambar dipinjam dari kanaichishino.file.wordpress.com


2 Comments - Write a Comment

  1. Zidaaan!! Ponakan satu ini sering bikin takjub. Inget bgt umur 2,5 thn zidan pernah tanya, “Tante dinda, kenapa kita berdiri di atas bumi?” “Didalam bumi ada apa tante?” “Kura2 makan apa tante?” Tantenya yg wkt itu msh kuliah cm mesem mesem ajaaa. Kwkwkwkwkwkw. Skg dah SD, dan tetep dg pertanyaan2 ajaibnya, bedanya skg bisa googling sendiri. Hihihi..

Post Comment