Kartu Kredit Untuk Branded Items, Dosakah?

Sebagai seorang (mantan) mahasiswa akuntansi di perguruan tinggi negeri, saya bukanlah seorang yang ‘berhasil’ memanfaatkan ilmu ekonomi saya. Kalau pelajaran utama ekonomi yang saya inget S (saving) = 30% Y (Pendapatan), yang saya lakukan malah hanya 10%. Porsi Utang, yang seharusnya Minimal, sekarang sedang dimaksimalkan menjadi 50% biar  utang kartu kredit segera lunas (Dark Ages!).

Kalau dipikir-pikir, kartu kredit biasanya saya pakai untuk hal-hal yang sepele, misalnya belanja bulanan (yang kurang dari 300ribu), belanja ‘kaget’ waktu jalan-jalan di weekend (jumlahnya kecil, tapi sering!), dan makan ‘besar’ karena ada promo kartu kredit. Salah, sih, penggunaan kartu kredit untuk hal ini. Makanya sekarang saya lagi ‘tobat’ melunasi kesalahan di masa lalu. Nah, kalau penggunaan kartu kredit untuk hal-hal yang ‘nggak penting’ tapi mahal, kira-kira dibolehkan nggak ya?

Kalau yang sehat, seperti artikel mbak Prita Ghozie, financial planner dari ZAP Finance, membeli branded items sebaiknya didahului dengan menabung. Nggak usah langsung nominal besar, 500rb/bulan aja kalau ditunggu selama 6 bulan saja  sudah terkumpul, kok, Rp 3 Juta! Nah, gimana kalau keinginan membeli tas nggak bisa menunggu 6 bulan? Dosa nggak, sih, kalau kita pake kartu kredit kita buat membeli tas idaman?

1. Cek dulu berapa besar gaji yang akan kita sisihkan untuk membayar cicilan kartu kredit kita untuk membeli tas idaman nantinya. Jangan lupa, hitung besarnya bunga dari kartu kredit kita. 2,95% / bulan itu kalo dihitung tiap bulan memang nggak kerasa, tapi kalau dilihat setahunnya, jumlahnya bikin nyesek!

2. Lihat promo yang ada, apakah ada tawaran 0%, untuk 6 bulan atau bahkan 12 bulan. Lumayan, lho, untuk menghemat bunga kartu kredit yang besar itu. Kalau nggak ada promo, coba tanya ke CS Kartu Kredit bank terkait apakah kartu kredit tersebut menawarkan cicilan 0% untuk beberapa bulan tertentu. Ada 1 kartu yang saya punya, menawarkan cicilan 0% untuk 3 bulan! *big grin*. Cuma memang kita harus telepon CS dulu, minta transaksi di tenant X diubah ke cicilan 3 bulan, 6 bulan atau 12 bulan. Ribet, tapi bisa menghemat biaya bunga yang tinggi itu!

3. Jangan lupa dicek dulu saldo sisa utang kartu kredit kita. Jangan sampai pembelian tas idaman ini malah akan memberatkan hidup kita di 6 bulan berikutnya. Pastikan juga, investasi bulanan dan tabungan bulanan nggak akan berkurang karena pembelian ini, karena bagaimanapun juga yang sekunder harus dinomorduakan, sepenting apa pun tas idaman itu buat kita.

Nah, jadi menggunakan kartu kredit untuk hal-hal yang nggak sepenuhnya penting nggak semata-mata tidak sehat. Apabila penggunaan kartu tersebut disertai tanggung jawab bahwa ‘Kita akan melunasi tagihan tersebut dalam x bulan ke depan’, tidak hanya tas idaman jadi milik kita, tapi kartu kredit kita juga akan lebih bermanfaat daripada sisa balance-nya kita gunakan untuk hal-hal yang bisa dibayar menggunakan tunai atau kartu debit!

Ingat satu hal: utang Komersial itu sebenarnya nggak sehaat! Tekankan pada diri kita sendiri, bahwa kita akan semaksimal mungkin membayar tagihan, sesuai dengan komitmen awal sehingga hutang kita nggak menumpuk. Gimana?


6 Comments - Write a Comment

  1. Gue salah satu pengguna kartu kredit kelas kakap :D Artinya hampir semua pengeluaran apapun yang bisa pake kartu kredit, ya akan gue pake. TAPI, gue selalu bayar LUNAS semua saat jatuh tempo.
    Jadi kartu kredit ini sebagai pengganti uang cash yang memang sudah ada untuk bayar. Gue juga fokus memakai 1 kartu kredit, kecuali ada promo memakai kartu kredit lainnya.
    Keuntungannya: terkumpul poin yang banyak banget! Dan pernah gue tuker dengan Voucher MAP 4 juta lebih, Mileage SQ sih udah bisa terbang ke HK 3 orang dengan Biz Class, belum perintilan kecil-kecil kayak ipod, kayaknya pernah blender juga deh :)

    1. Mb Nopai : Memang penting banget buat membiasakan diri bayar LUNAS kartu ketika jatuh tempo. Gue lagi membiasakan banget buat melakukan hal ini, karena sekali terjebak dengan hutang CC, kayanya ga akan berhenti aja gitu muter2 disitu.
      ternyata pake CC bisa menghasilkan juga, kuncinya cuma satu berarti yak : BAYAR LUNAS!!!

  2. gue juga selalu bayar lunas tagihan di kartu kredit. jadi otomatis waktu pakai kartu kredit, harus sekalian memperkirakan budget cashnya. dan menurut gue enak sih kalau bisa semua pengeluaran tercatat rapi di billing. kalo pake debit malah suka nguap lupa kemana -_-.
    tapi pernah juga gue pake buat cicil pengeluaran besar seperti melahirkan yang terakhir kemarin yg udah ngga ditanggung kantor :D paass bebarengan dengan pindah kota pula harus bayar pindahan, kontrakan, dan uang sekolah. jadi ya, yg bisa diliwatkan kartu kredit ya ongkos RS *lap kringet inget tahun lalu*

Post Comment