Asyiknya ‘Serangan Fajar’

Beberapa hari yang lalu, saya menerima BBM dari salah satu sahabat saya. Anggaplah namanya, Rika. Kira-kira isi BBM Rika waktu itu:

“Dis, gue seneng banget, deh. Menjelang subuh tadi, gue ‘diserang’ sama Riko.”

Awalnya saya sempat bingung dengan apa yang dimaksud Rika. Diserang, kok, senang? Tapi setelah BBM kami berlanjut, akhirnya saya paham apa yang dia maksud dengan kata ‘diserang’. Intinya, sih, dia baru saja dapat ‘serangan dini hari’ dari suaminya. Ya, Mommies pasti paham, deh, ya :D

*gambar dari sini

Mendengar cerita Rika ini, saya jadi ingat obrolan saya dengan seseorang seksolog, dr. Mulyadi Tedjapranata. Saya jadi mau share sedikit, ya, Mommies.

Lewat bincang-bincang santai saya dengan Dr. Mulyadi Tedjapanata, saya mengetahui bahwa memang melakukan hubungan suami istri saat pagi menjelang memang banyak manfaatnya. Kenapa?

Untuk suami, hormon testosteron masih tinggi, jadi dorongan seksual meningkat diiringi dengan ‘morning erection’. Sehingga untuk pemanasan alias foreplay pun nggak perlu waktu yang lama. Sedangkan menurut seksolog yang memiliki Klinik Terapi Ozone dibilangan Kemayoran ini untuk kaum perempuan seperti kita, ‘serangan fajar’ juga menguntungkan karena tubuh juga jauh lebih rileks.

“Jadi, lebih mudah mencapai orgasme,” tambahnya lagi.

Umh, mungkin benar, ya, teorinya seperti itu. Buktinya, teman saya, Rika juga sangat menikmatinya. Saat sedang tidur, mendapat kecupan hangat dari Riko suaminya, dia bisa langsung ‘turn on’.

‘Serangan fajar’ ini juga bisa mengurangi banyak kalori, lho. Salah satu cara yang menyenangkan untuk program menguruskan badan, kan? Ini sudah dibuktikan lewat sebuah penelitian yang dilakukan Universitas Queen di Belfast yang mengatakan bahwa aktivitas seks di pagi hari akan membuat seluruh otot dalam tubuh bekerja. Dalam selang waktu satu jam, aktivitas seksual ini diyakini dapat membakar sekitar 300 kalori yang tersimpan dalam tubuh.

Sementara itu, ada riset lainnya yang dipublikasi jurnal New Scientist yang mengatakan jika melakukan seks saat dini hari akan menimbulkan efek penyembuhan dengan cara meningkatkan kadar IgA atau antibodi yang merupakan pertahan primer tubuh. Tapi meski begitu peneliti tetap mengingatkan agar aktivitas seksual dan hubungan seksual tidak dilakukan secara berlebihan, karena dapat menurunkan daya tahan tubuh.

Sedangkan Dr. Mulyadi Tedjapranata juga menjelaskan pada saya, bahwa melakukan aktivitas seks di pagi hari, mampu mengatasi stres karena tubuh akan terpicu untuk memproduksi hormon kortisol. ”Aktivitasnya yang bersifat membakar kalori pun dapat menjaga bobot tubuh sekaligus menekan risiko diabetes. Selain itu berhubungan seks di pagi hari juga bisa  membebaskan oksitosin, zat kimia yang menimbulkan pasangan merasa saling cinta dan terikat sepanjang hari,” tambahnya.

Ya, meskipun serangan fajar ini memang banyak manfaatnya, tapi setiap pasangan punya catatan cintanya masing-masing. Mungkin untuk Rika, serangan fajar ini mampu memberikan kepuasan untuknya. Sedangkan untuk saya, tipe wanita yang doyan tidur, sepertinya aktivitas ini justru membuat saya nggak nyaman :D

Kalau Mommies bagaimana?


12 Comments - Write a Comment

  1. dulu pas awal-awal pernikahan, lumayan sering dapat “serangan fajar”. Saya sendiri, type orang yang menikmati saat-saat tidur.. hehe…. tapi karena masih awal, saya tidak keberatan, karena kan masih banyak yang harus dipelajari waktu itu… hihihi…
    akhir2 ini, tidak pernah ada “serangan fajar” lagi…. kadang2 kangen sih… sudah diniatin, ehhhh pas subuh, mata ini gak bisa diajak kompromi, sedangkan suami yang punya kebiasaan bangun pagi, cenderung subuh, tidak tega bangunin saya yang enak2nya molor… lagipula, sekarang lagi ada kegiatan baru mengisi waktu bengong subuh hari, dia sibuk main game online pake ipad…. huhuhuu….. harus sedih atau lega nih???

  2. Kalau saya sebenernya senang-senang aja kapanpun :D Tapi kalau serangan fajar, terus terang malas mandi wajibnya, hihihi… Peer banget keramas dan harus ngeringin sebelum berangkat ngantor :p Tapi sesekali OK lah, hahaha…

  3. hihihi…

    “serangan fajar” adalah aktivitas fave saya dan suami… *malu-malu kucing*
    habisnya kalau malam hari sudah terlalu capek bekerja + maen sama Danny-boy…
    nah! Kalau subuh2 lebih asik :D

    cuma memang kalau sudah capek bangetm jadinya rencana “serangan fajar” ini tinggal rencana karena qta berdua bablas tidurrr… Hi3x.

  4. Hahahhaa, waktu baru nikah, sih, bisa dibilang ‘serangan fajar’ sering juga saya lakukan. Tp, kok, lama2, rada males juga, ya? Bukan nggak mau, sih, tp karena sy sama suami dua2nya sering banget tidur larut malam, jd kalau berhubungan pagi2 buta, bawaannya ngantuk beraaaatz!
    Malah ada temen yg cerita, kl dia males bgt melakukan ‘serangan fajar’ krn males mencium ‘bau2an’ dr pasangannya, wakakkakakaak. Ternyata meskipun udh nikah, ttp aja ya banyak yg ilfill dgn bau2an pasangannya sendiri :D

  5. nah idem Adies nih, malem tidurnya kemaleman, plus dari 4 anak adaaaa aja yg ngajak begadang T.T walhasil paginya mending peluk guling beneran ketimbang guling idup :D
    kalo kata suami, sih, satpol pp-nya pinter bagi shiftnya -_-“

  6. saat ini, ‘serangan fajar’ merupakan rutinitas mingguan buat kami berdua, loh.. selain krn kebetulan ga pny pembantu, jadi si krucil dititipin di nenek-nya… berhubungan intim jadi lebih leluasa buat kami. ga ada yang ganggu..hahahhahaha… nah, karena ga pny pembantu tadi, klo malem, suami biasa tidur duluan karena saya masih berkutat dengan pekerjaan rumah. pada saat saya selesai, suami sudah pulas tidurnya. akhirnya digantikan dengan ‘serangan fajar’ setelah subuh tentunya. Balas dendam karena sering ga ketemu di wiken, sekalian mandi wajib di pagi hari sebelum ke kantor..

Post Comment