Memperkenalkan Karya Sastra Klasik ke Anak-anak

Baru-baru ini kami sekeluarga pergi nonton Oz The Great & Powerful di bisokop. Aidan ternyata senang sekali, pastinya begitu juga Aira. Apalagi kemudian saya baru ingat kalau Aira sudah pernah membaca novel The Wonderful Wizard of Oz, kira-kira 3 tahun yang lalu.

Bicara soal novel klasik anak-anak, Aira sudah mulai berkenalan dengan buku-buku ini sejak dia kelas 3 SD, semua dalam bahasa Inggris. Diawali dengan tante saya yang memberi kado 2 buah buku klasik, Heidi dan The Secret Garden untuk ulang tahun Aira. Semula saya agak kaget, saya pikir pasti anak seumur Aira belum betah baca buku semacam itu, apalagi dalam bahasa Inggris. Tapi kemudian Aira mulai membaca, dan mengerti isi bukunya. Ternyata, kedua buku itu bukan buku versi aslinya, tetapi versi yang ditulis ulang oleh penulis lain, agar sesuai dan mudah dipahami oleh pembaca cilik. Memang isinya tidak sepanjang versi aslinya dan font-nya pun agak lebih besar. Classic Starts, nama serinya. Setelah habis kedua buku tadi, Aira mulai membaca beberapa buku lainnya dari seri Classic Starts.  Ada banyak judul yang ditulis ulang untuk Classic Starts. Yang bisa ditemui di toko-toko buku di Jakarta termasuk Peter Pan, Anne of Green Gables, Great Expectations, White Fang, dan masih banyak lagi.

Setelah terbiasa dengan buku-buku tadi, baru kemudian sesekali Aira mencoba membaca beberapa judul cerita dalam versi aslinya, salah satunya adalah The Wonderful Wizard of Oz. Buku-buku versi asli ini yang saya beli adalah seri Oxford Children’s Classic, yang desain cover bukunya nuansanya cerah dan kanak-kanak. Lucunya, kalau ada kata-kata yang sulit kadang-kadang diterabas saja sama Aira, hanya sesekali ia bertanya atau melihat kamus, tapi dia tetap mengerti esensi ceritanya. Lama kelamaan Aira jadi terbiasa dan paham dengan kosa kata baru tadi.

Kalau dengar kata ‘klasik’ memang rasanya karya sastra (yang meskipun untuk anak-anak) ini jadi terkesan ‘berat’. Tapi melalui buku-buku tadi proses berkenalannya jadi step-by-step. Rasanya senang sekali saya bisa ‘ketemu’ dengan seri Classic Starts dan Oxford Children’s Classic ini, jadi bisa memperkenalkan karya sastra klasik ke Aira. Bukan hanya karena moral ceritanya, tapi pastinya juga membantu Aira dalam belajar berbahasa Inggris dan memperkaya kosa kata. Jadi ketika teman-temannya baru berkenalan dengan Oz di film, Aira sudah lebih dulu akrab melalui buku.


5 Comments - Write a Comment

  1. IMHO, karya sastra klasik Indonesia juga enggak kalah bagus, punya muatan moral dan memperlihatkan budaya adat istiadat asli Indonesia, selain itu juga ikut melestarikannya supaya tidak terlupakan oleh generasi anak-anak kita.

Post Comment