Mengenal Foremilk dan Hindmilk

Semua setuju, dong, ya, kalau ASI merupakan makanan paling baik untuk bayi? Kandungan ASI terdiri dari nutrisi yang baik, lengkap dan sempurna. Di dalam ASI terkandung protein, lemak, air, ganfliosida, dan yang terpenting dan tidak bisa didapatkan dari susu formula, ASI mengandung daya tahan tubuh atau immunoglobulin.

M*foto dari sini 

 

Tapi, apakah Mommies sudah mengetahui bahwa ASI terbagi menjadi 2 bagian besar, yaitu foremilk dan hindmilk? Apakah perbedaannya dan mana yang lebih penting?

Seperti yang sudah sudah dipaparkan dalam artikel ini, biasanya di hari-hari pertama menyusui, di hari ke-2 sampai ke-3 kolostrum akan berubah menjadi ASI transisi dan produksi ASI akan semakin banyak. Ibu akan merasakan payudaranya terasa penuh. Semakin sering ASI dihisap dan dikosongkan, akan semakin banyak ASI yang diproduksi. Beberapa hari kemudian, ASI tersebut akan berubah menjadi ASI matur. ASI ini terdiri dari foremilk dan hindmilk.

Foremilk adalah ASI yang lebih bening, diproduksi pada awal proses menyusui. Foremilk atau orang biasa menyebutnya dengan ASI depan adalah ASI yang didapatkan saat bayi pertama kali mengisap. Umumnya foremilk ini bersifat encer dan berguna untuk menghilangkan haus pada bayi. Kandungan foremilk ini terdiri dari vitamin, protein, dan karbohidrat, tetapi rendah lemak.

Sementara, hindmilk adalah ASI yang lebih putih, diproduksi pada akhir proses menyusui dan mengandung lebih banyak lemak yang memberikan banyak energi. Hindmilk memiliki kandungan lemak lebih tinggi dan memiliki peranan penting pada meningkatnya berat bayi. Lemak pada hindmilk didapatkan dari hisapan bayi yang semakin kuat sehingga mengikis lemak dalam alveoli atau saluran susu dalam payudara. Hindmilk ini sifatnya juga lebih kental dan creamy, serta mengatasi lapar bayi.

Lalu, mana yang lebih penting? Keduanya sama penting, dan bayi harus mendapatkan keduanya secara seimbang. Oleh karena itu, sebaiknya ibu tidak memindahkan posisi bayi ke payudara sebelahnya apabila payudara dirasa belum kempes. Usahakan menyusu hingga bayi puas dan melepaskan sendiri. Apabila bayi sudah melepaskan puting dari mulutnya tetapi bayi masih terlihat masih belum puas, sendawakan dulu lalu pelan-pelan bayi bisa diberikan ASI lagi di payudara yang sama.

Tetapi, yang paling tahu mengenai kondisi bayi memang hanya bayi itu sendiri, ada kalanya ia hanya haus dan hanya membutuhkan foremilk saat minum. Tidak usah khawatir selama bayi menunjukkan tanda-tanda kenyang seperti mengantuk atau tidak rewel setelah selesai menyusu. Untuk mengetahui beberapa tanda apakah ASI sudah mencukupi kebutuhan si kecil, Anda bisa lihat artikel ini, ya.

Indikator seimbangnya foremilk dan hindmilk selain peningkatan berat badan yang baik, juga melalui warna kotoran yang keluar. Bila berwarna keemasan (golden feces), artinya si bayi sudah mendapatkan foremilk dan hindmilk secara seimbang. Bila kotoran bayi berwarna coklat maupun hijau, artinya bayi tidak mendapatkan foremilk dan hindmilk secara baik sehingga diperlukan pengkajian lebih lanjut mengenai keadaan ini.

Oh ya, buat Mommies yang ingin mengetahui lebih lanjut seputar masalah menyusui, khususnya di saat bayi berusia 0-6 bulan, kita diskusi di forum, yuk! 


Post Comment