Gili Trawangan With Toddler

Berwisata ke Gili Trawangan, terdengar biasa, ya. Namun bepergian dengan anak usia 3 tahun ke sana gimana? Itu yang menjadi pemikiran saya dan suami ketika memutuskan akan pergi ke Gili Trawangan sebagai destinasi liburan tahunan kami.

Coba cari-cari detailnya di internet, kok, jarang banget yang menceritakan secara detail perjalanan ke Gili Trawangan dengan balita, kecuali trip advisor. Karena saya sebenarnya mencari sudut pandang dari orang Indonesia yang pernah membawa anaknya ke Gili.

Tapi ketika saya lagi hunting tiket pesawat, tau-tau dapat harga bagus banget untuk ke Lombok naiknya pun pesawat bagus yang dapat makan itu =). Akhirnya kami nekat pergi ke Gili Trawangan. Perjalanan dari Jakarta–Lombok memakan waktu tidak sampai 2 jam. Dari bandara Lombok kita harus ke Bangsal untuk bisa menyebrang ke Gili Trawangan. Untuk perjalanan dari bandara ke Bangsal memakan waktu kurang lebih 2 jam pakai mobil carteran yang kita bayar Rp200.000. Sampai Bangsal baru kita bisa menyeberang, ada 2 opsi dalam sesi penyebrangan ini, yaitu carter boat atau naik perahu umum. Dengan alasan ekonomis, kami naik perahu umum yang tarifnya Rp 10.000/ orang. Anak di atas 3 tahun sudah membayar juga, loh.

Penyeberangan dari Bangsal ke Gili Trawangan memakan waktu 30 menit saja, sampai di Gili Trawangan sudah ada banyak cidomo yang berjejer menunggu penumpang. Cidomo adalah sejenis delman atau andong, yang menjadi sarana transportasi khas Gili. Cidomo ini pun sudah ada tarifnya tersendiri yang di tempel. Jadi nggak bisa ditawar, dong, ya? Haha.  Kebetulan kami menginap di  Villa Grasia, yang ada di sebelah utara Gili trawangan, 7 menit dari pelabuhan ke Vila Grasia ini dengan naik Cidomo dengan biaya RP50.000.

Kebetulan saat sampai , petang sudah tiba jadi malam itu kami hanya cari makan di Pasar Indonesia yang ada dekat pelabuhan. Makanan pilihan kami tentunya ikan bakar. Sementara anak saya, Tibi, ternyata lebih memilih makan nasi pake tempe. Setelah makan kami hanya berjalan-jalan di sekitar Pasar Indonesia dan pelabuhan yang memang kalau malam ramai karena ada beberapa klub yang mengadakan party.  Konon katanya restoran paling terkenal disini adalah Scallywags, tapi saya dan suami kurang sreg sama makanannya. Akhirnya kami sibuk cari rumah makan Padang :D

Lalu, ngapain di sana? Fyi, selama di Gili Trawangan, agenda kami hanya mengelilingi pulau, main di pantai, berenang di pantai, snorkeling untuk saya dan suami, lalu kalau sudah capek, ya, pulang ke vila dan tidur =D. Terdengar membosankan? Ya, menurut saya, Gili Trawangan cocok untuk keluarga yang ingin liburan santai. O, ya, untuk sewa alat snorkel-nya kisaran harga Rp30.000 – 50.000.

Yang mengesankan buat kami adalah karena tidak ada kendaraan bermotor di sana, jadi kami harus naik sepeda ke mana-mana. Kebetulan saya dan suami memang sering mengajak Tibi bersepeda sejak ia masih kecil. Nah, kebetulan dari Vila Grasia kami dapat fasilitas 2 sepeda gratis, jadi nggak perlu menyewa lagi. Kalau Mommies ke Gili dan ternyata nggak dapat fasilitas peminjaman sepeda ini, nggak usah khawatir. Karena banyak penyewaan sepeda baik yang ada boncengan anak kecilnya ataupun tidak. Harga sewa sepeda sekitar RP50.000/ hari.

Gili Trawangan adalah sebuah pulau kecil yang mempunyai luas 7.3 km saja. Bisa dibayangkan, ya, kita bisa mengitarinya hanya dalam tempo kurang lebih 1 jam (tanpa mampir dan menggunakan sepeda). Walaupun, untuk nggak mampir itu mustahil banget, karena sejauh mata memandang banyak sekali pantai bersih, landai dan melambai-lambai ke arah kita minta di kunjungi =D.

Jadi, Gili Trawangan bawa balita, siapa takut?

 


One Comment - Write a Comment

Post Comment