‘Shopping’ Dokter Kandungan & Rumah Sakit Bersalin

by: - Thursday, March 7th, 2013 at 7:30 am

In: Labor & Delivery Pregnancy no response

0 share

Ketika saya hamil anak pertama, saya dan suami langsung memilih sebuah rumah sakit ibu dan anak sebagai tempat untuk saya kontrol kehamilan dan melahirkan. Dokter Kandungan (DSOG) yang kami pilih pun merupakan DSOG rekomendasi teman saya yang kebetulan baru saja melahirkan di rumah sakit ibu dan anak tersebut.

*Gambar dari sini

Memang pada saat itu tidak ada keluhan yang berarti untuk kami. Karena walaupun jauh dari rumah, bagi kami lokasi rumah sakit tersebut masih cukup terjangkau, biaya bersalin masuk di anggaran kami dan kebetulan rumah sakit ibu dan anak itu juga lokasinya hanya 5 menit dari rumah tante saya.

Namun, untuk kehamilan anak kedua kami, saya dan suami menjadi lebih “cerewet dan pemilih” baik itu untuk DSOG maupun untuk rumah sakit bersalin. Selain  karena kini kami sudah memiliki anak, lokasi rumah sakit ibu dan anak itu kini terasa jauh dan perjalanan ke rumah sakit itu kini lebih macet. Hal ini mengakibatkan perjalanan menuju rumah sakit itu memakan waktu yang lebih lama.

Untuk Dokter Kandungan (DSOG) kehamilan kali ini, di awal kehamilan saya kembali lagi ke DSOG yang lama. Tetapi karena beberapa pertimbangan di atas, saya dan suami akhirnya mencari DSOG lain di rumah sakit yang lokasinya lebih dekat dari rumah.

Beberapa hal yang kami cari dari seorang Dokter Kandungan (DSOG) adalah:

  • Antrean untuk ke dokter tidak terlalu lama.

Saya dan suami tidak tahan jika harus menunggu dokter untuk waktu yang lama, apalagi jika harus menunggu sampai dini hari hanya untuk memeriksakan kandungan. Dokter juga memiliki limitasi alias batasan. Jadi bisa saja hasil pemeriksaan tidak maksimal jika sudah terlalu banyak pasien.

  • Memberi penjelasan yang baik dan tidak buru-buru.

Sebagai seorang yang awam terhadap istilah medis dan juga keadaan medis, tentu saja kami akan membutuhkan banyak penjelasan mengenai kondisi kehamilan saya dan juga mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan kehamilan. Dan hal ini tentu saja tidak akan mudah dipahami jika dokter menjelaskan secara terburu-buru.

  • Teliti dan detail ketika memeriksa kondisi kehamilan.

Setiap orang yang datang ke dokter, tentu saja ingin jika ia diperiksa dengan teliti dan detail oleh sang dokter. Apalagi ini menyangkut kehamilan, dimana ada janin yang sedang tumbuh di dalam tubuh sang ibu. Tentu saja ibu (dan juga ayahnya) ingin supaya kehamilannya dapat terpantau dengan baik agar ketika lahir kelak, ibu dan bayi dalam keadaan sehat.

  • Enak dan nyaman untuk di ajak berdiskusi.

Layaknya seorang teman, dokter sebaiknya juga bisa di ajak berdiskusi tentang kehamilan sang ibu. Baik itu diskusi mengenai perjalanan kehamilan, hingga diskusi mengenai birth plan atau rencana melahirkan nanti.

  • Tidak serta merta memaksakan sebuah metode melahirkan.

Seperti yang sudah kita ketahui, ada dokter yang lebih suka untuk melakukan metode melahirkan secara caesar. Dan bagi saya pribadi, saya bercita-cita ingin sekali bisa melahirkan secara normal. Oleh karena itu, penting sekali untuk memilih dokter yang tidak langsung memvonis caesar setelah mengetahui bahwa anak pertama saya dilahirkan dengan proses caesar.

  • Tidak komersil atau tidak langsung memberikan banyak resep obat dan vitamin.

Ibu yang hamil bukanlah ibu yang sakit. Oleh karena itu, walaupun memerlukan tambahan kalori dan vitamin, bukan berarti harus langsung meminum banyak obat/vitamin yang diresepkan oleh dokter. Alangkah lebih baik jika vitamin/mineral tersebut bisa didapatkan secara alami melalui variasi makanan dan minuman yang bisa dikonsumsi oleh ibu hamil.

  • Mudah dihubungi.

Terkadang, seorang ibu hamil bisa saja menjadi panik karena suatu hal. Oleh karena itu, alangkah lebih baik dan menenangkan jika dokter mudah dihubungi. Bisa melalui sms ataupun telepon.

Untuk rumah sakit tempat saya akan bersalin, tentu saja kami menjadi semakin pemilih. Beberapa pertimbangan kami antara lain:

  1. Lokasi yang dekat dari rumah. (Hal ini penting selain supaya lebih dekat, juga supaya anak pertama kami bisa lebih mudah ketika ia akan menjenguk saya dan adiknya nanti)
  2. Biaya persalinan
  3. Rumah Sakit tersebut merupakan RS yang pro IMD, pro ASI dan juga ada fasilitas Rooming In (ibu dan bayi dirawat di ruangan yang sama).
  4. Fasilitas yang ditawarkan.
  5. Menjalankan standar “10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui

Memilih rumah sakit untuk bersalin dan juga DSOG merupakan pilihan pribadi, yang artinya setiap orang memiliki preference masing- masing. Bahkan bisa saja sang istri merasa cocok, sedangkan sang suami tidak cocok. Oleh karena itu kita harus bersabar dan mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai DSOG dan Rumah Sakit yang akan kita pilih.

Setelah beberapa kali berganti DSOG dan melihat rumah sakit bersalin, akhirnya kami pun menemukan rumah sakit dan DSOG pilihan kami. Tentu saja ini tidak terlepas dari bantuan para Mommies di thread Rekomendasi Rumah Sakit Ibu & Anak/Bersalin dan DSOG/Obgyn di Jakarta.

Jadi para Mommies dan mommy to be, jangan ragu-ragu untuk shopping rumah sakit dan DSOG dulu sebelum akhirnya memutuskan DSOG dan rumah sakit mana yang akan dikunjungi, ya.

 

Share this story:

Recommended for you:

Leave a Reply