SDIT Al-Ittihaad Tebet Mas

Saat mendapat kabar bahwa suami dipindah kerja ke Jakarta, saya hanya punya waktu dua bulan untuk memastikan ada sekolah yang bisa menampung Darris dan Dellynn di tengah-tengah tahun ajaran. Karena tempat tinggal dipastikan di daerah Tebet, otomatis saya mencari sekolah di seputaran Tebet juga.

Kriteria utama yang saya cari adalah pola pembelajaran Islam, karena sekolah yang di Semarang juga berbasis agama. Saya khawatir agak susah adaptasi kalau berbeda, dan di sisi lain, kami memang ingin menekankan untuk lebih fokus ke muatan agama di tingkat SD.
Ada tiga kandidat yang sempat saya kontak waktu itu, tetapi yang satu kapasitasnya penuh, sedangkan satunya lagi kurang memenuhi kriteria. Saya telpon masing-masing kandidat untuk menanyakan hal-hal berikut ini.

Jam dan hari belajar.
Saya menghindari 6 hari sekolah dan lebih memilih full day school tapi 5 hari seminggu. Saat di Semarang, sekolah yang dekat rumah tidak ada yang full day school. Jadi terpaksa sekolah 6 hari seminggu, dan akibatnya setiap hari Senin anak nampak masih lesu dan bosan sekolah. Selain itu jadi agak repot untuk merencanakan short weekend getaway kalau Sabtu masih harus masuk setengah hari. Di Jakarta nampaknya hampir semua (atau semua?) sekolah swasta, sih, 5 hari sekolah, ya.
Untuk full day school saya juga menanyakan tentang PR atau tugas yang harus dikerjakan di sekolah. Harusnya kalau sekolah sudah sampai siang, di rumah tidak ada PR dan tugas lagi. Apalagi kalau tiap hari dan tiap mata pelajaran ada PR! Nggak cuma anak yang stres, bisa-bisa orang tua juga, tuh. Di Ittihaad, PR biasanya lebih berupa ‘sisa’ tugas sekolah yang tidak selesai dikerjakan anak selama jam pelajaran. Selama ini saya pantau per hari tidak lebih dari satu mata pelajaran dan bisa juga tiga hari tidak ada PR/tugas sama sekali yang harus dikerjakan di rumah.

Kegiatan sekolah.
Saya ingin tahu bentuk outing dan kegiatan seperti apa yang dilakukan di sekolah tersebut. Al Ittihaad mengadakan outing dan berenang masing-masing dua kali pertahun ajaran. Ada juga semacam kegiatan tambahan di Sabtu pertama setiap bulan, namanya Temu Bintang. Temu Bintang ini lebih mirip seminar kecil dengan narasumber orang-orang yang sukses di bidangnya (nggak mesti artis lhoo :D tadinya waktu dengar istilah Temu Bintang, saya pikir buat apa pakai datengin artis segala..hihihi).

Ekstrakurikuler yang ditawarkan.
Sejak dulu saya ingin anak bisa ikut ekskul beladiri dan berenang. Di Al-Ittihaad, beladiri ada dua pilihan, yaitu silat dan taekwondo. Anak-anak saya saat ini ikut silat. Untuk berenang, karena tidak ada kolam di dalam area sekolah, jadi berenang tidak ditawarkan dalam bentuk ekstrakurikuler. Berenang masuk dalam kegiatan tambahan yang dilakukan sekali per semester setiap habis ujian.
Selain silat dan taekwondo, pilihan ekskul lain di Al-Ittihaad adalah:
– Sains
– Komputer
– Bahasa Arab dan Jepang
– Matematika
– Melukis
– Futsal
– Marawis (semacam paduan suara dan musik perkusi)

Fasilitas katering dan antar jemput.
Katering pasti dibutuhkan untuk sekolah yang pulangnya selewat jam makan siang. Boleh, sih, memilih untuk nggak ikut katering dan membawa bekal setiap hari ke sekolah. Toh, kateringnya dihitung bulanan. Tapi saya rasanya nggak akan sanggup masak beda-beda tiap hari dan anak pasti bosan makan itu-itu melulu, hahaha.. Ongkos katering yang lebih murah juga menjadi salah satu pertimbangan saya dalam memilih sekolah.
Informasi antar jemput saya perlukan siapa tahu suatu saat tidak ada alternatif penjemput lain. Sejelek-jeleknya masih bisa bergantung sama antar-jemput yang disediakan sekolah. Dengan mobil resmi sekolah (bukan kerjasama dengan antar-jemput mobil pribadi), ada tulisan nama, alamat, dan logo sekolah, harusnya keamanan lebih terjamin, ya.


Biaya Uang Pangkal dan SPP.
Ada sekolah yang UP-nya tidak terlalu mahal tetapi SPP-nya tinggi. Nah, ini harus disesuaikan juga dengan pemasukan keluarga. Jangan sampai UP terbayar tapi bayar SPP bulanan malah ngos-ngosan, hahaha…
Al-Ittihaad mematok UP untuk tahun ajaran 2013/2014 sebesar 14 juta rupiah dan SPP 550 ribu rupiah per bulan. Sayangnya, minggu lalu pendaftaran sudah ditutup karena peminat sudah melebihi kapasitas walau baru dibuka semingguan.

Detil peruntukan uang pangkal.
Salah satu dari sekolah yang tidak saya pilih, dengan UP hampir dua kali lipat, mengalokasikan uang kegiatan lebih sedikit dari Al-Ittihaad. Tetapi ketika saya tanya kegiatannya apa/kemana, dijawab ke Kidzania *hadeh*. Rasanya masih banyaak…. sekali pilihan kegiatan yang lebih mendidik ketimbang ke Kidzania, ya. Lagipula sepertinya ke Kidzania lebih cocok pergi sendiri dengan keluarga ketimbang dengan sekolah.
Al-Ittihaad sendiri yang sudah-sudah kegiatannya diantaranya pergi ke:
– Museum Transportasi dan Museum Air Tawar Taman Mini
– Outbound di Situ Gintung
– Kebun Binatang Ragunan
– SKI Tajur, Bogor

Rencananya tanggal 13 Maret 2013 nanti akan ke Museum Bank dan Museum Wayang.

Untuk seragam, Al-Ittihaad menyediakan seragam yang sudah jadi, dan menyediakan stok di sekolah untuk dibeli semisal yang sudah ada rusak atau hilang. Jadi nggak perlu repot antre di tukang jahit yang setiap awal tahun ajaran pasti penuh. Seragam juga nggak perlu dibeli setiap tahun, kok. Beli saja ukuran yang lebih besar untuk dipakai lebih lama, nanti kalau sudah kekecilan baru beli size yang lebih besar lagi. Khusus seragam olahraga, murid mendapat dua stel. Yang satu dihimbau disimpan di loker sekolah untuk berjaga-jaga misalnya anak ngompol atau baju sekolah kotor.

Sistem relasi dan komunikasi guru-murid-orangtua.
Di sekolah Semarang, komunikasi guru-orang tua murid lebih banyak saat ambil rapor saja. Selama proses belajar tidak ada fasilitas pertemuan atau media khusus untuk saling memantau perkembangan murid. Di Ittihaad ada buku penghubung sekaligus berfungsi sebagai pemantau kegiatan murid. Ada poin-poin kegiatan tertentu yang ‘wajib’ dilakukan murid di rumah dan di sekolah. Poin-poin ini nanti dicentang oleh guru dan orang tua. Info ketika suatu hari anak tidak membawa buku ‘x’ atau tidak selesai mengerjakan tugas ‘x’ di sekolah juga akan di-update guru di buku ini. Selain melalui buku penghubung, sekolah juga mengadakan semacam pertemuan khusus pihak sekolah dan orang tua di hari Sabtu pertama tiap bulan.

Beberapa hal yang saya agak kurang sreg di sekolah ini diantaranya adalah fasilitas bermain yang kurang, dan gedung sekolah yang bertingkat tiga. Agaknya memang cukup susah, ya, lingkungan sekolah di Jakarta yang kaya lahan dan tidak bertingkat tinggi :D.

Sebagai informasi tambahan, TK dan SDIT Al-Ittihaad berdiri dibawah yayasan Masjid Al-Ittihaad Tebet Mas. Jadi untuk kegiatan seperti sholat jama’ah Dhuha dan Dhuhur harian dilakukan di masjid. Acara-acara sekolah seperti perpisahan kelas enam juga diadakan di aula masjid.

Semoga pilihan saya tidak salah dan tidak ada masalah yang mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah sampai lulus nanti. Aamiinn.

 


Post Comment