Uangku Dibelikan Apa, Ya, Ma?

Belum buka rekening bank untuk anak? Pernah kasih lihat anak uang yang terkumpul dari angpau, ulang tahun, atau sisa uang jajannya? Kalau anak saya komentarnya pasti,”Wah, uangku banyak, ya. Buat beli apa enaknya, ya, Ma?” Lalu meluncurlah sederet wish list

Di benak anak-anak, uang = dibelanjakan. Ngga terpikir untuk menyimpan walau sudah dijelaskan kalau ditabung bisa dapat barang yang lebih baik dan mahal. Bisa dibilang pintar nggak, sih, tahu kalau ditabung doang tetap kena inflasi? :P Mungkin karena konsep earn masih susah terbayang, ya. Karena dapatnya uang cenderung random waktu dan jumlahnya. Beda dengan orang dewasa yang memang bekerja untuk mendapatkan uang.

Nah, kenapa ngga mulai diajar untuk menghasilkan dari pekerjaan di seputar rumah? Misalnya cuci piring-gelas ‘digaji’ Rp2.000, bantu cuci mobil/motor Rp2.000, siram taman sekian ribu. Memang kesannya, kok, seperti mengajarkan anak untuk jadi perhitungan, ya. Tapi nggak, kok, kalau praktiknya pas. Malah sekaligus mengajarkan anak tentang prioritas. Hindari memberi ‘gaji’ untuk pekerjaan yang memang sudah jadi kewajibannya, ya, seperti membereskan tempat tidurnya sendiri, menyiapkan buku sekolah, beribadah, dsb.

Beritahukan dari awal bahwa ‘pekerjaan’ tersebut akan mendapat ‘gaji’ tapi tidak setiap pekerjaan akan dapat gaji. Pada saat tertentu atur situasi pura-puranya kita tidak punya uang, tapi tetap mengharap bantuan anak untuk menyelesaikan pekerjaan. Tapi dalam kondisi ini anak juga berhak menolak, lho, untuk membantu kita. Di sinilah kita bisa masukkan nilai bahwa ada kalanya kita bekerja tidak demi uang, tapi membantu orang tanpa imbalan. Bisa juga sambil menjelaskan,”Kali ini Mama nggak kasih uang, ya, karena uang Mama sudah dipakai untuk … (isi sendiri, misalnya: beli sepatu kamu minggu lalu/beli donat selusin Sabtu kemarin/jajan bubble tea waktu ke mal, dll)”. Jadi anak juga belajar konsekuensi dan prioritas belanja. Kalau uang sudah terpakai untuk x, ya ngga bisa dapat y.

Memotivasi anak untuk menabung akan lebih mudah kalau anak punya keinginan membeli sesuatu. Kalau bisa targetnya yang agak murah dulu. Karena kalau incaran terlalu mahal, alih-alih termotivasi untuk bekerja, menghasilkan, dan menyimpan uang lebih banyak, anak akan bosan menunggu kapan uangnya cukup sampai akhirnya pasrah atau malah pundung *pengalaman pribadi saya sendiri, nih :D*.

Jangan lupa untuk memberi contoh. Saat kita menolak meluluskan permintaan anak untuk membeli sesuatu dengan alasan menabung, jangan sampai anak melihat bahwa kita dengan entengnya membeli sepatu atau tas baru. Anak yang sudah besar akan protes, lho. Kalau memang harus membeli sesuatu sebagai pengganti barang yang sudah rusak, jelaskan pada anak bahwa itu juga termasuk berhemat. Memelihara barang yang dimiliki sehingga tidak cepat rusak juga berhemat. Karena kalau barang bisa awet, uang tabungan/simpanan tidak sering terpakai atau bisa dipakai untuk kebutuhan yang lain.

Selain menabung untuk tujuan yang lebih panjang atau barang yang lebih mahal, kenalkan juga konsep sedekah atau donate pada anak. Jelaskan bahwa sebagian dari uang kita adalah titipan untuk orang-orang yang kurang mampu atau sedang mengalami musibah. Ajak anak berbelanja kebutuhan posko banjir, misalnya, sambil bercerita tentang sulitnya hidup di pengungsian. Buku dan seragam sekolah mungkin hanyut atau rusak. Sekalian ajak juga anak mengunjungi posko/penampungan bila memungkinkan. Tanamkan juga bahwa anak-anak kita beruntung karena makan tinggal ambil nggak perlu cari uangnya dulu seperti anak-anak di perempatan jalan yang harus kepanasan dan kehujanan. Ini membantu mereka menghargai makanan dan tempat tinggal. Beri pengertian juga bahwa harga yang harus dibayar untuk memiliki cukup makanan dan tempat tinggal itu tidak sedikit jadi jangan buang-buang makanan dan bantu memelihara serta membersihkan rumah.

Untuk menambah pemahaman anak tentang earn, save, spend, dan donate ini, bisa ajak anak main-main di situs Cha-Ching, lho. Cha-Ching Money Smart Kids adalah program pengenalan tentang keuangan untuk anak-anak. Video musiknya sering diputar di kanal TV Cartoon Network dan bisa diunduh dari situs untuk disimpan dan ditonton kapan saja. Selain video musik, ada juga ada beragam game tentang keuangan dan aplikasi pembantu pengelolaan keuangan yang bisa diunduh langsung ke iPhone.
Yuk, mulai ‘mempekerjakan’ anak :D

 

foto dari sini


Post Comment