Master Boot Camp: Kenapa Tidak?

Pertama kali mendengar Master Boot Camp (MBC) dari Vanya, saya tertarik. Lalu membaca pengalaman Wulan di Fashionesedaily mengenai ini, saya masih tertarik, tapi sekaligus ngeri. Haha, ya, ngeri, karena, kok, rasanya ‘seram’ amat latihannya.

Nah, sehubungan dengan Female Daily Network Weight Loss Challenge yang didukung oleh WRP, kami juga mengadakan latihan bekerja sama dengan MBC. Latihan dengan MBC dilakukan 2 kali seminggu. Saya, yang nggak ikut challenge ini, penasaran lalu ikutan MBC juga.

Hasilnya? LUAR BIASA!

Seluruh tubuh saya ‘bergerak’. Capek banget, tapi menyenangkan. Sesuai dengan bio Twitter @MasterBootCamp, “Fitness should be exciting”. Setelah latihan ketiga, saya sempat ngobrol-ngobrol dengan Carlo Tamba, dari MBC, mengenai olahraga.

Ini baru warming up, lho!

MBC fokusnya lebih di mana, sih?

Master Boot Camp sebenarnya nggak ada fokus tertentu, tapi yang ingin dicapai, tujuannya adalah total body workout. Artinya, dia tidak melatih muscle group tertentu, misalnya kalau orang latihan di gym mereka pakai dumbbell, untuk melakukan gerakan yang disebut dengan biceps curl. Itu hanya melatih bisep saja, sementara kalau di MBC, kita mendesain program satu latihan, walaupun  melatih satu muscle group, tapi badan yang lain ikut bergerak. Jadi, itu yang disebut dengan total body workout. Walaupun ada spesifikasi di muscle group tertentu, tapi bagian tubuh yang lain tidak lupa untuk digerakkan.

Latihan seperti ini bagusnya adalah membuat gerakan kita efisien, postur diperbaiki, dan kita tahu menjaga balance, akhirnya latihannya bisa highly transferable atau gampang membantu orang dalam kehidupan sehari-hari.

Latihan ini lebih cocok untuk orang yang mau menurunkan berat badan atau menjaga bentuk tubuh?

Kalau menjaga bentuk badan atau segi estetik, mungkin enaknya kalau latihan di gym, ada seperti yang saya bilang tadi, melatih muscle group spesifik. Tapi, in general, misalnya menurunkan berat badan, bisa juga. Kalau ingin mengubah atau memperoleh lebih banyak massa otot, juga bisa.

Jadi semua gerakan sebenarnya tergantung dari peserta, mereka mau push diri mereka sejauh mana, itu akan memberikan hasil yang berbeda juga. Jadi, mungkin saja, 2-3 orang melakukan gerakan yang sama, tapi yang satu mungkin menggunakan load atau beban yang lebih berat, ada yang speed-nya lebih kencang, lebih memaksakan diri untuk lebih banyak repetisi, tentunya hasilnya akan beda.

TRX session

ViPR session

Medball session

Kalau untuk ibu-ibu atau bisa dilakukan kapan, misal setelah melahirkan?

Kalau sejauh yang saya lihat, bagusnya, habis melahirkan ikuti latihan lain, misal pilates. Nah, dalam jangka waktu 6-8 minggu setelah melahirkan sudah bisa ikut latihan di Master Boot Camp.

WOW! Dua bulan setelah melahirkan, itu banyak yang menganggap tubuh ibu melahirkan masih lemah, ternyata sudah bisa latihan, lho! Anyway, kenapa juga saya tanya untuk para ibu? Toh, saya, Hani dan Affi sudah membuktikan dengan mengikuti latihan ini. And we survived!

Apa, sih, yang membuat latihan di MBC ini perfect?

Banyak orang yang fokusnya adalah membakar kalori pada saat latihan, sebenarnya, membakar kalori itu bukan hanya dengan lari, lari kita tidak membentuk otot tertentu. Apabila kita latihannya lari, berenang, naik sepeda, atau mendayung tanpa melatih otot, maka kita akan menghabiskan otot. Sementara otot adalah yang membuat badan kita tetap berdiri tegak. Nah, kalau sudah tua, bagi yang tidak melatih otot, badan bisa bungkuk karena ototnya tidak kuat untuk menarik ke belakang.

Nah, kalau lari, ya, mungkin dari segi biaya, it’s really for free, makanya orang banyak option-nya ke sana. Tapi harus lihat juga, apa yang Anda lakukan dengan otot? Otot perlu diperhatikan. Untuk otot, melatihnya adalah strength training atau anaerobic.

Kalau lari, berenang, sepeda itu adalah latihan aerobic. Tapi kalau resistance training atau strength training, misalnya dengan menggunakan bola, ViPR tube, atau TRX kita mengangkat badan kita sendiri, itu adalah strength training. Di situlah latihan kita difokuskan atau ditujukan pada otot.

Lihat posisi rolling pike Vanya, perfect!

Bedanya adalah mungkin ini orang sering miss, saat kita latihan strength training dengan beban yang sangat tinggi, yang sangat kita maksimalkan, di dalamnya sudah terdapat aerobic exercise. Jadi, aerobic exercise, tuh, fokusnya adalah cardio atau melatih jantung. Kalau kita lari, kita melatih cardiovascular saja, tapi kalau kita latihannya strength atau resistance training, apabila load-nya tinggi, kita bukan hanya melatih otot. Karena semakin berat beban yang kita gunakan dalam strength training, pasti jantung kita akan lebih tinggi detak jantungnya. Itu sebenarnya juga sudah  aerobic.

Jadi, bakar kalori sebenarnya, kalau mau turunkan berat badan, harus juga menambah strength training untuk membentuk otot. Dan otot kalau sudah ada di badan kita, dia akan selalu butuh tenaga untuk membuat dirinya tetap menjadi otot. Jadi, justru itu lebih bagus daripada cuma lari. Nah, mungkin yang perempuan atau ibu-ibu suka malas resistance training, karena mereka takut badannya jadi seperti laki-laki. Jangan takut, karena tubuh perempuan tidak didesain untuk jadi seperti laki-laki. Salah satu unsur pembentuk otot adalah testosteron. Laki-laki, kan, lebih tinggi testosteronnya, makanya akan lebih cepat berotot. Kalau perempuan, akan sangat lama.

Makanya jangan pernah takut untuk angkat dumbbell, body weight push up

Kemarin adalah kali keempat saya ikut latihan MBC. Setelah latihan ini yang saya rasakan (selain capek, LOL) adalah stamina lebih oke. Misalnya akhir pekan kemarin, saya joging, saya tidak merasa lekas capek, dan pembakaran kalori lebih maksimal. Bicara mengenai kalori, Vanya menggunakan Heart Rate Monitor, dan selesai latihan MBC, alat itu menunjukkan bahwa kalori yang terbakar >500 kal!

Tergoda?

MBC mengadakan latihan setiap Sabtu pagi di Senayan. Follow Twitter-nya @MasterBootCamp atau kunjungi situsnya, deh: Masterbootcamp.blogspot.com

O, ya … sekarang Kamis pertama tiap bulan, Female Daily mengadakan Female Daily KickStarter!, gathering seru yang diisi dengan obrolan ringan seputar topik tertentu (dan juga ada makan-makannya, dong!). Nah, untuk Kamis, 7 Februari 2013 nanti yang mengisi Female Daily KickStarter! adalah Carlo Tamba dari Master Bootcamp. Carlo akan membahas mengenai Total Body Workout: Get Strong, Fit N Fab. Acara ini gratis, terbatas hanya untuk 30 orang saja. Untuk Mommies yang mau datang, silakan langsung daftarkan diri di thread ini, ya.

*If you still look cute at the end of your workout, you didn’t train hard enough, ini adalah quote sebagai pembenaran atas wajah kami yang kucel-kucel di foto atas :D


7 Comments - Write a Comment

Post Comment