Kapan Mengenalkan Bahasa Asing Pada Anak?

Waktu Langit baru lahir, saya masih labil, mau mengajarkan dia bahasa asing sejak dini atau tidak, ya? Maklum, orangtua baru, baca opini si A mengenai Bahasa Indonesia, kok, pengen seperti itu. Di lain sisi, rasanya keren juga melihat balita sudah cas-cis-cus berbahasa Inggris.

Seiring dengan perkembangannya, saya dan suami (yang memang kebetulan nggak jago-jago amat bahasa Inggrisnya), selalu menggunakan Bahasa Indonesia untuk berkomunikasi. Tapi dasar anak-anak, ya, konon otaknya menyerupai spons yang mampu menyerap segala hal, Langit pun demikian.

Di rumah kami berlangganan televisi berbayar yang notabene berbahasa Inggris, belum lagi DVD Barney, Backyardigans, dan sebagainya yang berbahasa Inggris, membuat Langit jadi akrab mendengar bahasa asing itu. Awalnya hanya alfabet, lalu berhitung. Kebetulan, selain tingkat ingin tahu yang tinggi sesuai dengan usianya, Langit juga tertarik dengan bahasa, ia pun kerap menanyakan arti dari sebuah kata yang ia dengar ke saya. Dan ini tidak hanya bahasa Inggris, lho, bahasa Indonesia pun sering ia tanyakan artinya ke saya.

Sekarang usia Langit sudah 4,5 tahun, di sekolahnya pun, Langit sudah mendapatkan sedikit pengenalan bahasa Inggris. Berdasarkan beberapa sumber, di tahap Golden Age kedua, yaitu usia 3-6 tahun, perkembangan bahasa seorang anak akan mengalami kemajuan yang sangat cepat.

Walaupun saya merasa saat ini bahasa asing yang dikenal Langit sudah cukup, tapi cukup tergoda juga sama kelas yang disediakan EF (English First), yaitu EF Small Stars. Di kelas ini, pelajaran bahasa Inggris difokuskan pada pengembangan pengertian bahasa, kemampuan bersosialisasi, dan kemampuan kognitif yang baik. Selain itu, EF Small Stars juga menyediakan seperangkat materi pelajaran bagi orang tua untuk menciptakan suasana berbahasa Inggris di rumah, sehingga anak-anak bisa terus berlatih di luar kelas.

Ya, saya percaya, sebagus-bagusnya anak belajar di sekolah, jika tidak didukung oleh orangtuanya di rumah, maka perkembangannya tidak akan maksimal. Menurut Mommies gimana?


13 Comments - Write a Comment

  1. Klo dari ilmu linguistik yang gue dapet pas kuliah dulu, sih, anak-anak bisa mulai belajar bahasa asing kapanpun ASAL bahasa ibu sudah kuat. Kalau bahasa ibu yang jadi bahasa dasar sudah kuat, maka anak yang sedang dalam golden age-nya itu akan bisa menyerap 2-4 bahasa asing sekaligus! canggih ya. Tapi ada ASALnya lagi heheh asal orang tua-nya (dan lingkungan sosial sekitarnya) juga berkomunikasi dengan berbagai macam bahasa asing tersebut. :D

  2. Nenglita, gw jg melihat mulai usia 3thn pengetahuan anak pd bahasa asing mulai mulai berkembang. Sama bgt dr bayi udah disodorin tv berlangganan yg berbahasa inggris dan dr umur 2thn 3bln masuk sekolah yg bahasa pengantarnya bahasa inggris tapi krn di rumah lbh banyak berbahasa Indonesia baru umur 3thn baru bener2 cas cis cus :D sekarang masuk tk judulnya bilingual tp lebih byk bahasa Indonesia. Ga ada salahnya pengenalan bahasa asing di usia dini IMO;)

  3. Kalo gw… selain Inggris dan Mandarin, sekarang lagi mulai ngenalin bahasa Prancis nih ke Rakata-Ranaka. Dalam waktu dekat mau tambah ngenalin bahasa Jepang dan Belanda juga. Pokoknya targetnya di umur 5 tahun udah bisa cas cis cus 5 bahasa lah *kalem*

  4. hmmm..kemampuan berbahasa itu aset tak ternilai deh..
    sekarang,orang pinter tapi ga bisa bahasa asing pun kelempar..luar biasa efek bahasa asing ini jaman sekarang..
    semoga Langit makin bawel ber-casciscus ria yah..

  5. Setuju banget ama sazqueen, kemampuan anak kecil buat nyerap bahasa emang bagus banget, tapiiii…si anak harus udah kuat dulu bahasa ibu-nya, yang kalo bisa adalah bahasa yg bakal lebih sering dia pake buat komunikasi sama orang-orang di sekitar si anak kaya keluarga sama temen2nya. Jangan sampe si anak dari kecil dicekokin bahasa asing tapi malah jadi kesulitan komunikasi sama keluarga ma temen2nya *pengalaman sendiri dan hasil curhat sama psikolog anak*. Kalo si anak udah mateng bahasa ibu-nya baru coba dikasi deh tuh bahasa lain…tapiii dilihat lagi kesiapan anak ama si bahasa itu, kalo misalnya si anak malah jadi campur aduk dalam satu kalimat brapa bahasa mungkin ditunda dulu deh belajar bahasa lainnya.

    btw salam kenal semuanya… :)

  6. salam kenal y..
    saya setuju dg pendalaman dan penguasaan bahasa ibu nomor 1, k/ bahasa ibulah komunikasi dasar anak dg lingkungan dekatnya.
    anak saya kebetulan srg bulak balik tggl d malaysia, dan sudah 2 sekolah (gymboree (basic english) dan sekolah melayu).untuk ngajarin bahasa lain, org rumah mmg pengajar utama.tp u/ bhs inggris swktu d gymboree usianya msi blm 2 thn, bhs indonesia pun masih merangkai.tp lagu2 bhs inggris sudah banyak hafal.alhamdulillah di playgroup melayunya (3th) anak saya byk belajar sendiri dr kawan dan teachernya..akhirnya dya yg byk mengajarkan perbendaharaan kata baru pd saya.
    suami saya lebih setuju tetap menggunakan bahasa ibu sbg ciri.tp saya bimbing anak saya 3 bahasa, indonesia, inggris dan melayu.d rmh pun suami dan saya stok kamus2 untuk nambah vocab kami.bagaimanapun, ini k/ lingkungan tggl kami di negeri dg bahasa lain.lain halnya jk tggl d negeri sendiri, dan sekolah anak pun masi berbahasa indonesia.mnrt saya krg efektif mengajarkan bhs asing takut menghalangi komunikasi anak dg guru dan kawan2nya.

Post Comment