Bakar Kalori Dengan Muay Thai

Bagi pecinta olahraga bela diri, Muay Thai atau Thai boxing mungkin bukanlah jenis olahraga yang asing lagi. Olahraga yang berasal dari Thailand ini bahkan kerap muncul di film-film Hollywood, terutama film laga. Di antaranya adalah Bloodsport dan Kickboxer yang dibintangi oleh Jean-Claude van Damme.

Selain itu, Muay Thai juga hadir di berbagai kebudayaan populer lainnya. Seperti dalam video games laris Street Fighter dan Mortal Kombat, yang juga diangkat ke layar lebar. Banyak selebriti Hollywood yang juga menggeluti Muay Thai seperti Jessica Biel dan Angelina Jolie. Di Indonesia sendiri, terdapat Agnes Monica dan Fahrani yang menggemari jenis olahraga ini karena mampu membuat tubuh mereka tetap bugar sekaligus membentuk otot.

Kini popularitas Muay Thai mulai merambah Indonesia. Tak sedikit perempuan tertarik karena menilai Muay Thai bisa membantu mereka menjaga diri.

Memangnya Muay Thai nggak berat? Pertanyaan itulah yang kerap hinggap dalam diri saya selama ini. Sampai beberapa saat lalu, saya mencobanya sendiri. It turned out, Muay Thai was fun! And another plus point is, it burns more calories than other sports like running. Cool, eh?

Saya mencoba Muay Thai di sport center di sebuah hotel bintang lima di Jakarta beberapa waktu lalu. Saat itu, instruktur saya bernama Ronald, yang merupakan mantan atlet wushu nasional. Sebelum dimulai, saya harus melakukan pemanasan dulu selama beberapa menit. Karena itu merupakan pengalaman pertama saya berolahraga Muay Thai, saya kemudian diminta mencontoh beberapa gerakan yang dipraktikkan oleh Ronald. Mulai dari gerakan meninju atau Chok, menyikut atau Ti sok, hingga menendang atau Te.

Setelah terlihat cukup menguasai, saya diminta mengenakan sarung tinju dan berlatih meninju bersama Ronald. Ia memegang alat penahan dan saya diminta meninju ke alat yang ia pegang itu secara bergantian. Saya juga diminta berlatih menendang dan meninju ke samsak yang tergantung di ruang latihan.

Terus terang, berlatih Muay Thai merupakan pengalaman yang amat menarik. Sebagai perempuan, saya merasa perkasa dan andal dalam mengatasi kejahatan yang mungkin akan dihadapi kelak. Sudah langsung terbayang betapa asyiknya menjotos muka penjahat yang menjambret atau menendang tubuhnya hingga terkapar. Sebab, saya di-encourage untuk menendang dan menonjok sekuat tenaga. Happy banget, deh! Hihihi…

Namun menurut Ronald, rata-rata siswanya mengaku ikut Muay Thai karena ingin menurunkan berat badan, sekaligus membentuk otot.

“Muay Thai memang lebih bisa menurunkan berat badan daripada jenis olahraga lain. Mungkin karena olahraga ini melatih cardiovascular. Kalori yang dibakar selama latihan Muay Thai selama 30 menit lebih banyak daripada lari selama 1 jam,” jelasnya.

Bahkan di beberapa sasana Muay Thai, disediakan dua jenis, yakni Muay Thai reguler dan Muay Thai cardio. Ini untuk mengakomodasi para peminat Muay Thai berjenis kelamin perempuan yang mengikuti olahraga ini hanya untuk membakar kalori.

Bagi yang baru pertama kali mengikuti latihan Muay Thai, Ronald menyarankan agar menyiapkan beberapa hal berikut. Pertama-tama adalah busana kasual seperti kaus dan celana pendek yang tidak menghambat gerakan. Kemudian, sediakan sepasang handwrap dan boxing glove.

Memang, biasanya di tempat latihan disediakan glove. Tapi karena digunakan oleh banyak orang yang latihan di sana, alhasil glove jadi berbau tak sedap karena menyerap keringat dari para penggunanya.

Melihat jenis gerakannya yang cukup macho, apakah Muay Thai bisa menyebabkan cidera? Ronald langsung menggeleng. Menurutnya, Muay Thai termasuk olahraga sehat dan minim cidera bila dilakukan dengan benar.

“Kecuali kalau mau jadi atlet ya. Kemungkinan besar akan mengalami cidera ketika bertanding,” tutupnya.

Untuk info seputar Muay Thai, bisa buka sendiri thread Fit n Fab di forum kami ya Moms!

*thumbnail dari sini


One Comment - Write a Comment

Post Comment