Banjir: Saatnya Mawas Diri

Tepat seminggu yang lalu, banjir melanda Jakarta. Semua televisi, media cetak, dan lain-lain menyebutkan, Jakarta Darurat Banjir. Hari itu, aktivitas kota bisa dikatakan lumpuh. Direksi Female Daily Network juga menyatakan agar seluruh karyawan bekerja dari rumah.

Jl. KH. Abdullah Syafei’i, Jakarta Timur, foto ini diambil oleh suami saya, Kamis, 17 Januari 2013, sore

Bundaran HI, foto ini diambil oleh suami saya hari Kamis, 17 Januari 2013, malam

Di hari itu, timeline Twitter, bbm group, whatsapp group saya sibuk dengan berita banjir lengkap dengan foto-foto suasana terkini.

Ternyata, bukan hanya Jakarta yang menjadi ‘korban’ dari musibah banjir, Bekasi, Tangerang, dan beberapa wilayah lain juga tergenang banjir. Beruntung, rumah saya tak ikut terkena imbasnya. Saya malah ‘menampung’ beberapa saudara yang tinggal sedaerah dan menjadi korban banjir.

Dalam sekejap, di sebuah bbm group yang terbentuk karena aktivitas pengajian ibu-ibu pembaca Mommies Daily seputar Galaxy, kami menggalang dana seadanya yang kemudian kami salurkan ke beberapa lokasi pengungsi sekitar rumah kami. (Terimakasih, buibu Al Galaxiyah atas ke-capcus-annya, I heart you, Ladies! )

Bantuan seadanya yang kami kirimkan

Banyak sekali analisa, asumsi dan prediksi seputar banjir tahun ini. Tapi bagi saya pribadi, musibah tidak bisa ditolak. Ini bukan saatnya kita menghujat atau berpangku tangan. Ini adalah saatnya kita memperbaiki diri dan membantu sesama.

Banjir minggu lalu memang sudah surut. Tapi rupanya menyisakan banyak guratan untuk dikenang. Mulai dari jalan yang rusak, tanggul jebol, harta benda hanyut, sampah berserakan, lumpur, hingga korban jiwa :(

Tumpukan sampah di jembatan Rawajati, Kalibata, saya ambil fotonya Senin, 21 Januari :(

Dan harus tetap waspada, berdasarkan BMKG, curah hujan masih belum mencapai puncaknya. Pada Mommies yang rumahnya di wilayah rentan banjir, sebaiknya tetap jaga-jaga. Sementara bagi yang beruntung tidak terkena banjir, yuk, kita berikan bantuan. Banyak sekali di Twitter, akun-akun yang menggalang bantuan. Baik itu berupa dana, tenaga, bahkan menitipkan ASI Perah :)

Mengutip tweet seseorang di Twitter, bantuan 10 -20 ribu akan lebih baik daripada hanya menghujat.

So, what are u waiting for?


8 Comments - Write a Comment

  1. masih belum berani balik kerumah, setelah kamis itu air didalam rumah sekitar 1 meter dan dikompleks 1,5 meter lebih hikss….

    banjir di Bekasi pun parah sekali yaa, sampai 2 mall besar ikut kebanjiran akibat kalimalang meluber bisa dibilang banjir tahun ini 2x lipat efeknya dari banjir 2007 padahal belum puncak curah hujan tertinggi :(

  2. Waktu gue masih di Jakarta, tempat tinggal gue termasuk yang langganan banjir. Sumpah bikin trauma. Sekarang udah di Bandung, dan baca beritanya masih kerasa loh deg-degan ngeliat para korban banjir. Yuk, lebih mawas diri, jangan asal njeplak nyalah-nyalahin orang lain.

  3. sy msh ngungsi di rmh tante dklapa gading stlh minggu lalu komp.rumah @jatirasa-jatiasih terendam banjir +- 2m saja, lantai 1 terendam smua brg elektronikpun dlm keadaan porakporanda ktk kami msk rumah sesaat stlh air surut..hiks…1mgg ini bebersih tiada akhir, smua pkakas+baju yg msh layak pakai dcuci,drendam+dsteril…smg Allah mberikan kami berkah, amin.

  4. Rumah ku di cililitan yg dkt jembatan rawajati *foto diatas*
    Kmrn ketinggian air disini sekitar 5m-an

    Alhamdulillah Rumah ku di kwsan yg lbh tinggi jd baru kena banjir pas jumat nyah
    Setinggi mesin cuci
    Dan alhamdulillah lg smua barang2 udh naik ke lt2
    Anak2 jg udh ngungsi ke rumah eyang

    Sharing, simpati n empati udh bikin korban banjir seneng

    Aq ajah ditanyain kabar n pernyataan positive dr tmn2 via bbm n socmed udh merasa bnyk bgt yg perhatian
    *pnglmn pertama kbnjran*

    Kami msh butuh waktu bwt beberes rumah menyiapkan mental karena mungkin butuh bnyk dana bwt renov
    N beli 2 perabot pending yg rusak pdhl uang di tabungan tdk terencana utk beli2 tsb

    Thanks for sharing
    *korban banjir*
    :-)

    1. Haduuuh, turut berduka juga atas banjir di daerah situ. Kebetulan rumah mamaku di Condet, jadi sejak banjir tahun-tahun sebelumnya, paham deh gimana beratnya yang di daerah situ. Beberapa saudara juga ada yg di daerah Ciliiltan Kecil, tapi di bagian atas, jadi nggak kena banjir. Semoga mendapatkan balasannya, ya :)

Post Comment