Di Balik Sebuah Foto Yang Manis

Para ibu yang punya balita, pasti paham sekali, deh, motret anak itu susyahnyaaa minta amfunnn! Ya? Ya? Ya?

Jangankan bisa bikin dia senyum manis terus “cekrekkk”, kadang si kecil malah sudah lari entah kemana saat kita siap memotret. PR pertama adalah menemukan momen yang tepat, setelah itu, cepat-cepat cari handphone, setting ke kamera. Ini pun kadang lelet karena gadget tiba-tiba ngadat. Ih, gemas!

Setelah handphone stand-by, selanjutnya adalah membuat anak menoleh ke arah kamera.

“Maaas, Mas, Mas Arka, lihat sini, dong, Mas.”

“Dik Naaan, Kin, Kin … Kinaaanponiii, diam, dong, Kin.”

“Lihat sini doong … cheese … cheese!

Next thing you know, ibunya pegal plus keringetan, hahaha. Ini beberapa kiat yang saya lakukan:

  • Selalu siapkan gadget yang prima di dekat tempat aktivitas anak anak

You never know when they get so cute, this could be anytime, really. but you do know you don’t wanna miss it. Gadget-nya sendiri tidak perlu kamera canggih puluhan juta, bisa saja berupa kamera telepon selular sejuta umat, kok. Yang penting tidak mudah hang, ya … hahaha.

  • Silakan bidik kamera ke arah si anak lucu itu. With steady hand, beberapa kali secara berurutan.
  • Review all the pictures you’ve taken. Nah, ada beberapa pilihan foto, kan? Pilih saja mana yang terbagus, lalu dipajang, deh. tadaaa.

Tapiiiii ….

Berbulan-bulan menggunakan metode ini, memori handphone saya cepat sekali penuh karena untuk satu foto bagus, saya harus “cekrek” minimal 4-5 kali. Ketika akan menghapus foto-foto yang gagal, saya lihat lagi, dan setelah diilihat-lihat, lucu juga, ya, sequence fotonya.

Ahirnya saya hobi menyatu-nyatukan foto, deh. Misalnya, saya potret Si Nona Poni yang sedang potong rambut, menghasilkan banyak frame.

Atau waktu ia memegang hadiah ulang tahunnya :)

and when i tried to catch a picture of her trying to crawl.

when she started walking

when she’s being a cute bucket head.

when she and her brother, Arka were playing by the window.

Oh…another thing, with older children, it supposed to be easier. Or so I thought. Karena nyatanya, nggak juga … hahaha. Memotret Arka adalah setali tiga uang sulitnya. Apalagi sekarang anaknya udah mulai mengerti banyak hal, dia mulai tidak mau difoto.

Duluuu, beliau masih mau menghadap kamera, seperti ini.

Semakin besar, lupakan saja :D.

Makanya wajar, kan, kalau keluarga saya hampir nggak punya foto berempat yang decent!

 

 


4 Comments - Write a Comment

  1. hahahaaa..gw ngangguk2 pas baca artikel ini :D di handphone udah banyaaaak banget foto2 Tara tampak samping kanan kiri tapi nggak photogenic blas.. hehee tapi sayang kalo diapus. TFS ya nengristi, gw jadi punya ide untuk bikin “banyak frame” ini untuk dekorasi ulang tahun!

  2. hihihi… setuju banget sama artikel ini.
    kalau diliat2, foto danny-boy kebanyakan dulu pas dia masih baby, skrg udah makin aktif malah syusyahnya minta ampun dapetin ekspresi dan angle yg oke :D

    and yesss…. mau moto tiba2 gadget heng-hong itu nyebelin banget!! T__T

Post Comment