Money Talks: Setelah Menikah, Lalu..?

Buat yang baru saja menikah, tentu semua perasaan campur aduk. Pastinya perasaan terbesar adalah bahagia karena telah menemukan pasangan dan partner hidup. Di sisi lain, ada beberapa hal yang mungkin membuat sedikit deg-degan, misalnya seberapa cepat kita dapat beradaptasi dengan cara hidup pasangan, karena sekarang benar-benar tinggal dalam satu atap.

*gambar dari sini

Tidak bisa dipungkiri, soal finansial juga sering menjadi bagian yang bisa membuat kita berpikir panjang. Biasanya memenuhi kebutuhan untuk diri sendiri, sekarang ada suami/istri. Belum lagi rencana-rencana ingin punya anak, punya rumah sendiri, semua itu pasti menjadi isu finansial yang  biasanya muncul ketika menikah.

Bagaimana sebenarnya kiat  untuk mempunyai kondisi finansial yang baik di awal rumah tangga? Berikut kiat yang dapat membantu:

  • Mengenali karakter pasangan dan diri kita

Karakter di sini adalah, bagaimana cara kita dan pasangan dalam mengatur keuangan.  Bisa jadi suami lebih pandai dalam mengatur cash flow tiap bulannya sehingga bisa menyisihkan pendapatan yang cukup besar, sedangkan istrinya selalu sukses untuk menghabiskan gaji bahkan sebelum gajian bulan berikutnya. Atau sebaliknya.

Dengan mengetahui karakter dalam pengaturan keuangan, maka kita masing-masing tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga nanti dalam pembagian tugas pengaturan keuangan, kita tahu siapa yang akan menjadi person-in-charge-nya.

  • Mengatur cash flow berdua

Cash flow adalah arus (uang) yang masuk dan keluar. Karena sekarang sudah mejadi satu kesatuan,  maka perlu dilakukan pencatatan baik pendapatan maupun pengeluaran berdua. Dengan melakukan pencatatan seperti ini, kita dapat mengetahui sebenarnya pendapatan yang kita dapatkan berdua mampu atau tidak untuk memenuhi kebutuhan berdua.

Jika cash flow positif, maka langkah berikutnya adalah menentukan bagaimana cara mengalokasikan dana lebih tersebut. Tapi jika negatif,  tindakan selanjutnya adalah membereskan kondisi keuangan dulu. Apakah gaya hidup kita berlebihan jika dibandingkan pendapatan? Jika ya, maka ada pos-pos pengeluaran yang harus kita kurangi. (Klik di sini untuk memeriksa kesehatan keuangan )

  • Menentukan tujuan finansial yang ingin dicapai

Untuk para newlyweds, ada beberapa tujuan finansial yang urgensinya cukup tinggi untuk disiapkan.

Untuk  jangka pendek, maka dana yang perlu disiapkan:

  1. Dana darurat (klik di sini untuk menghitung kebutuhan Dana Darurat):  perlu disiapkan dana darurat sebesar 6x dari pengeluaran bulanan
  2. Dana persiapan hamil: bagi yang tidak memiliki fasilitas kesehatan dari kantor, penting disiapkan.

Untuk jangka menengah adalah:

  1. Dana untuk downpayment (DP) pembelian rumah: memiliki rumah sendiri adalah impian hampir semua keluarga. Bagi para newlyweds yang masih belum memiliki rumah, maka tujuan ini bisa disiapkan, setidaknya DP-nya dulu.  Jangka waktu untuk mempersiapkan adalah sekitar 5-10 tahun, tergantung kemampuan.
  2. Dana pendidikan anak ((klik di sini untuk menghitung Dana Pendidikan anak):  pasangan yang segera berencana memiliki anak, sesegera mungkin mempersiapkan dana pendidikan anaknya. Karena semakin cepat dimulai, semakin ringan investasi yang perlu dialokasikan.

Untuk jangka panjang:

Dana pensiun (klik di sini untuk menghitung Dana Pensiun) :baik single, berkeluarga, dana pensiun merukapan investasi yang perlu dikerjakan.  Bagi yang sebelum menikah sudah mempersiapkan, tinggal meneruskan saja. Bagi yang belum, maka segera dimulai.

PR-nya memang banyak, tapi semua itu dimulai dengan duduk berdua, saling mengerti karakter masing-masing. Satukan visi tujuan dan bagaimana mencapai tujuan tersebut.  Finansial hanyalah satu sisi yang – menurut saya – isu yang fundamental yang harus kita bicarakan dengan pasangan.  Jadi, jangan ditunda lagi, ya, segera dilakukan! :)

*Penulis, Reliza Arfiani (Icha- @relizakodri) adalah Planer di QM Financial. Icha menyelesaikan S1 di Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi Universitas Indonesia. Kemudian meneruskan S2 di International University of Japan di Niigata, Jepang.