What’s Your Lullaby?

Punya bayi dan balita, menyanyi lagu pengantar tidur itu…seperti refleks. Otomatis. Dan mungkin yang paling sering didengar oleh bayi balita di Indonesia, tidak lain dan tidak bukan, lagu Ninabobo (yang kalo tidak bobo digigit nyamuk :D). Saya sampai bingung, kata ninabobo sendiri artinya adalah pengantar tidur. Jadi biar membedakan, lagu pengantar tidur saya istilahkan dengan lullaby, ya.

Hmm, tapi kadang bosan sendiri, nyanyi lagu Ninabobo terus. (Padahal Si Bayi yang dengerin mungkin senang-senang saja :). O, ya, dan semakin banyak yang menyadari, lagu pengantar tidur itu mengandung ‘afirmasi’ juga, yang akan disimpan dalam otak bawah sadarnya. Jadi kita mulai mencari lagu-lagu lain, bahkan nggak sedikit yang mereka-reka lagu sendiri saat menidurkan anaknya.

 

Sewaktu kecil, Bapak dan Ibu saya banyaaak… sekali menyanyikan lagu pengantar tidur, dan saya pikir mereka hebat, karena lullaby-nya macam-macam, dan kreatif. Bapak, suka menyanyikan lagu Jawa, yang sampai sekarang saya masih hafal liriknya, walaupun dicari di Youtube saja sudah tidak ada. Misal lagu “kae, bulan’e ndadari, koyo..ndas buto nggilani”. Sedangkan Ibu, dari beberapa lullaby, ada 1 yang sangat berkesan, dan entah kenapa, tiba-tiba saja saat anak pertama saya dulu masih bayi, saya refleks menyanyikannya.

Nah, yang bikin surprise, suami langsung bengong. “Itu lagu apa?” Saya pun nggak kalah bengong, “Loh, nggak tau lagu ini?” (Saya pikir, ini lagu sudah umum, karena berbahasa Indonesia). Liriknya begini, “cemara pohon ramping, daunnya halus ramping. Bergerak-gerak, kian kemari, seperti tangan, penari.” Entah kenapa saya sukaaaa sekali menyanyikan lullaby ini, rasanya damaiii…

Tahun demi tahun berlalu, saya iseng tanya ke teman-teman, adakah yang tau lagu cemara tadi? Ternyata, tidak ada lho! Nah, jadi Ibu saya tau darimana? Ternyata, itu lagunya Tasya, penyanyi cilik itu. Luar biasa lagu anak-anak jaman dulu ya..

Anyway…bernostalgia tentang lullaby ini membuat hati tentram, dan bikin senyum-senyum sendiri. Saya pernah ngetwit, apa lullaby-mu. Teman saya ada yang suka menyanyikan lagu semasa SMA dulu, yang memang nadanya ringan, menghanyutkan dan maknanya luar biasa.

Dipikir-pikir, rasanya lullaby dalam Bahasa Indonesia itu sedikit sekali, lho, dibanding dengan yang berbahasa Inggris, atau bahasa Jawa.

Jadii…ada yg ingin berbagi lullaby-nya di sini? :)


29 Comments - Write a Comment

  1. Anak yang pertama suka twinkle2x little star, anak yang kedua sukanya tik tik tik bunyi hujan. Syukurnya dulu gw buku kumpulan lagu Ibu Sud, jadi lumayan hafal dan biarpun false gw maksain diri tetap bernyanyi. Ingat kalau sudah hopeless semua lagu dinyanyikan bisa sampai berkibarlah benderaku atau bubuy bulan hihihihihi.

  2. aku tau lagu ‘cemara’, dulu suka mainin lagunya pake organ/keyboard. lagunya enak dan memang lagu anak2 zaman dulu kok :) tapi pas punya anak malah lupa sama lirik lagu itu, sekarang jadi inget lagi deh :D

    Pas masih bayi banget, lagu yang bertema malam yang kunyanyiin, kayak bintang kecil, bintang kejora, matahari terbenam, atau nina bobo yang dimodifikasi, juga Pelangiku-Sherina. Sekarang sih paling sering bintang kecil-bintang kejora-pemandangan, cuma harus pelaaannn banget. klo agak kenceng anaknya malah ngira si mama lagi ajak main, hahaha

  3. langsung melek pas liat ketkar nulis buat MD, pasti sesuatu yang beda, dan benarrr saja….saya senyum2 and ketawa ngikik2 bacanya, apalagi pas baca komennya SepatuKaca sampe berkibarlah benderaku dinyanyiin kalo uda keabisan ide hahaaa….kalau saya sendiri, hampir sama dengan yang lain, song lullaby favorit Shalawat Nabi, Razan langsung minta gendong sambil merem2 kalo dinyanyiin Shalawat :)

  4. Berhubung aku orang batak (Simalungun), jadi Ojeda tidur kalau dengar lagu yg kira2 liriknya gini, “Domma loja dagingkon, sihol pitpit matakkon, o Tuhan panonggorMu, na manjaga modom ahu”, artinya jg kira2 gini, “Badanku sudah lelah, mataku sudah mengantuk, o Tuhan penglihatanMu yang menjaga tidurku”… Xixixixix…. Unik tiap anak ya… :))

Post Comment