Sudahkah Menjadi Contoh Yang Baik?

Semua orang tua pasti mengajarkan hal-hal yang baik pada anaknya. Saya pun mencobanya dalam mengajarkan hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari. Seperti mengucapkan terima kasih, maaf, berdoa, mengucapkan salam ketika masuk rumah, melepas sepatu dan taruh ditempatnya.

Tahukah kita (orangtua) bahwa didikan yang baik bukan sekedar kata-kata terucap tetapi juga perilaku yang teladani anak. Yah karena kita adalah role model baginya. Apa yang kita tanam itulah yang kita tuai, begitu kata Ibu Elly Risman.

Pertanyaannya sudahkah kita menjadi teladan yang baik? Sudahkan kita berperilaku sesuai perkataan kita pada anak?

Suatu hari, saya dan Kay seperti biasa asyik di dapur. Dapur memang taman bermain kami. Kay sibuk pura-pura memasak atau memotong-motong dengan sendok dan garpu. Dan saya menyiapkan makan siang. Sippp Mi godog Jawa buatan saya pun jadi. Rasa lapar yang tidak tertahan membuat saya langsung saya menyantapnya. Di tengah “sluuurp” saya kaget karena tangan mungil kay diangkatnya dan mulut kecilnya berucap, “Allahumma ahya amut”. Terkejut hati ini karena malu. Ya malu, saya tidak berperilaku seperti ucapan saya pada Kay, “Sebelum makan harus berdoa dulu, ya, Nak”. Rasa lapar yang terlalu bukan menjadi alasan untuk tidak melakukannya bukan. Astagfirullah. Meskipun Kay membaca doa tidur (ia sering tertukar antara doa makan dan tidur), tapi ia telah menjadi pengingatku di saat lupa. Terima kasih, ya, sayang.

Sekali lagi? Sudahkah kita menjadi contoh yang baik? :)

 

 


8 Comments - Write a Comment

  1. Malu hati memang mbak kalau anak kita mengingatkan kita. Saya juga sering mengalami itu. Mungkin karena kita sudah terbiasa dengan kemandirian diri dalam berpikir dan bertindak, eh jadi lupa kalau sudah punya anak hehe… Bawaan kasih nasihat eh diri sendiri lupa kasih contoh.

    Kay, kamu menggemaskan sekaliii….

  2. waa..iya nih pe-er nih buat saya yg hobi ngomel2..Jessica skrg jadi sering banget ngomel2 kayak saya..ngedumel trus di ujung omelannya ngomong “kann..kan jadi gini/gitu kaaann..kesel deh..nyebelin banget sih..” yang kalo kata suami itu persis klo saya lagi ngomel2 di rumah..;( jadi sedih klo inget soalnya sedari hamil saya selalu berdoa supaya Jess jadi anak yang baik hati, lemah lembut dan damai hatinya.

  3. Sifat dan perilaku seseorang memang terbentuk sejak anak-anak. Orangtua harus mampu mendidik anak-anaknya dengan baik, dan pastinya akan membuat anak jadi pribadi yang baik waktu dia dewasa. Peran orang tua tuh berat juga ya, harus tetep jaga perilaku sendiri, bener kata miss_anita kalau kita sering ngomel, anak juga jadi ikutan suka ngomel. Emang nggak gampang nahan kesal sama tingkah anak yang kadang nyebelin, tapi nggak ada salahnya dicoba buat lebih sabar, demi kebaikan anaknya juga kan? :)

  4. kay cantik banget…. ><

    hehehe sedikit tersentil (ato banyak x ya :p) ma ni artikel…
    berasa diri sendiri y diomongin…
    sering ngasih nasehat ini itu, tapi jg suka nglanggar sendiri.
    mudah"an kedepan bisa jd contoh y lbh baik….

Post Comment