Kok, Les Melulu?

Komentar itu sering sekali saya dengar saat saya tweet/Path momen saya mengantar Ava les.

Sebenarnya komentar tersebut wajar, sih, karena hampir setiap hari Ava (3y8m) ada “les”. Eits, saya jangan dilempari batu dulu, ya, Ava les sesuai permintaannya, lho.  Ibu dan bapaknya (termasuk kakek nenek yang tinggal serumah) sampai pusing setiap hari dengar dia merengek minta les.  Kalau dipikir, anak umur 3 tahun minta les apa, sih, sampai merengek?

1. Balet.

Awalnya waktu sekolah di Kidspace, Ava lihat teman-temannya sedang siap-siap mau kelas balet.  Ditambah The Wiggles yang dia tonton juga sering ada balerinanya.  Jadilah dia minta ikut kelas balet.

Neneknya sempat khawatir takut perkembangan tubuhnya tidak maksimal karena sedari kecil sudah latihan “keras” (ini alasan beliau kenapa saya waktu kecil nggak boleh ikut les balet, takut pendek katanya, hihihi) , tapi setelah bapaknya (ya, bapaknya) browsing dan mencari tahu efek balet dan juga bertanya balet untuk anak 3 tahun, yang ternyata tidak seberat yang kita bayangkan dan masih banyak unsur bermainnya, akhirnya Ava “les” balet :)

Sudah 9 bulan Ava les balet dan selalu semangat setiap mau les, walaupun kami sempat pindah tempat baletnya (karena mendadak muridnya berkurang, dan Ava nggak mau kalau sendirian), Ava tetap semangat dan bahkan di rumah rajin latihan. Balet untuk anak-anak ini pengenalan cara berdiri balerina yang benar, cara berjalan, melompat, dan mengikuti ritme lagu sambil bermain dan juga bernyanyi. Saya lihatnya, sih, Ava seperti olahraga, bedanya hanya pakai tutu dan stocking plus ballerina shoes. Di tempat les baletnya Ava, gurunya fun dan selalu mengajar sambil menggunakan banyak alat bantu (sapu tangan warna-warni, gelang lonceng, maracas) :) , lalu pakaiannya pun tidak perlu seragam, jadi tambah seru, deh, lihat balerina cilik pakai tutu warna warni

2. Berenang

swim

Ava mulai berenang 6 bulan yang lalu, karena sering playdate ke rumah salah satu sahabatnya dan lihat ada kolam renang. Ava pun berkali-kali bilang ingin berenang. Walaupun sering diajak berenang sejak kecil, Ava berenangnya masih ‘berenang-berenangan’. Kakeknya yang selalu bilang mau ngajarin Ava berenang dengan baik dan benar (kakeknya mengaku mantan atlet renang tingkat kelurahan nampaknya, hihihi) selalu berujung “gak tega” dan akhirnya cuma main air saja dengan Ava. Padahal seingat saya, waktu kecil saya sampai tenggelam-tenggelam dan harus belajar mengambang sendiri di kolam renang oleh beliau, giliran cucunya malah begini ;p

Jadilah sekalian playdate ke rumah sahabatnya Ava, Deas, Ava les berenang bersama Deas dan Almer (kakak sepupu Deas).  Awalnya les renang ini Ava nangis nggak karuan karena takut dan nggak biasa dengan guru laki-laki (Ava memang dulu nggak bisa cepat dekat dengan laki-laki dewasa). Drama menangis ini berlangsung setiap minggu, kalau ditanya Ava mau berhenti les renangnya? Dia malah nangis minta les renang, setiap mulai les renang tetap nangis (bingung, kan?). Tapi selesai les bilang ke gurunya, “Om, minggu depan les lagi, ya.”

Saya akui, guru renang Ava tingkat kesabarannya melebihi ibu rumah tangga macam saya. Wong dijerit-jeritin ditambah tangisan superkencang, dia masih ketawa, dong. Selama Ava les renang ibunya harus ‘ngumpet’, karena setiap lihat saya, Ava nangis jejeritan dan minta minumlah, minta handuk, minta susu (alasan biar selesai les). Di awal berenang, Ava pakai ban tangan dan minta digendong, masuk bulan ke-3 sudah mulai dilepas tidak gendong lagi, dan masuk bulan ke-5 sudah tidak pakai ban sama sekali, dan bulan ke-6, emaknya tumpengan karena Ava sudah lepas ban, sudah bisa dilepas dan berenang sendiri dengan jarak 1.5 meter dan TIDAK MENANGIS SAMA SEKALI.

3. Musik

yamaha ava

Ini bulan ke-5 Ava les musik di Yamaha. Lagi-lagi, les ini Ava yang minta, karena setiap berkunjung ke rumah Kakung (kakek dari pihak bapaknya), Kakung selalu main keyboard dan menyuruh cucu-cucunya bernyanyi di mic bersama beliau.  Semua cucunya heboh dan rebutan menghafal lagu agar bisa bernyanyi bersama Kakung, mungkin rasanya seperti di panggung, ya? Karena bapak mertua bikin setting-an seperti lagi di panggung dengan full sound system, padahal hanya untuk perform para cucu-cucunya, hehehe.

Jadi sepulang dari rumah Kakung, Ava selalu bilang ingin bisa main keyboard seperti kakung, setiap ke mal, dia masuk ke toko yang menjual keyboard atau piano. Kebetulan di salah satu mal terdekat dari rumah ada kursus Musik Yamaha. Ava masuk kelas basic yang masih belajar mengikuti ritme dan mengenal bunyi.  Di kelas ini, semua kegiatan di kelas dilakukan sambil gerak (dance) dan juga belajar mengenal not di keyboard.

Yang lucu, guru Ava di Yamaha adalah guru organ saya pada saat saya masih duduk di bangku SD, jadi Ava ini ‘cucu-murid’ kata beliau, hehehe.  Teman kelas Ava ada 9 murid dengan usia sepantaran Ava 3-4 Tahun.  Sejak awal kelas sudah diajarkan ‘maju ke depan’ agar anak lebih berani. November 2012 kemarin Ava dan teman-temannya sempat perform di panggung mal dan menurut kami sukses, karena tidak ada yang merengek minta turun hehehehe.

4. Dance

Sebenarnya kelas dance ini mirip sekali aerobic untuk anak-anak, hehehe.  Ava diikutkan kelas ini karena di tempat les baletnya, Ava bisa ikut kelas-kelas lain secara gratis. Berhubung untuk umur Ava (3-4 tahun) ada 2 kelas yang diikuti, ya, sudah, ibunya tidak mau rugi, hehehe.

Ava yang sudah nyaman dengan lingkungan tempat les ini merasa senang saja ikut kelas dance (nama kelasnya “move and groove”) , apalagi guru-gurunya fun dan gerakan plus lagunya juga seru. Kelas dance ini isinya 8-10 anak, satu guru didampingi satu asisten, di kelas dance semua harus pakai sneakers. Coba, deh, lihat sepatunya Ava, kebetulan Ava punya sepatu yang modelnya sama dengan gurunya (dan dia maksa pakai ini setiap kelas dance, hihihi).

Sudah, kok, cuma segitu saja lesnya Ava :D

Tadinya Ava mau dilesin mengaji, tapi mengingat sebentar lagi insyallah masuk TK, dan di sekolah ada Iqra class jadi kami berpikir nanti saja sekalian.  Ava bisa sesering itu les, karena memang sengaja tidak saya masukin ke playgroup. Ava “sekolah” hanya seminggu sekali, itu pun gym class , dan untuk sosialisasinya saya rasa dari semua tempat lesnya sudah sangat cukup.

Saya dan bapaknya Ava berpikir, mumpung Ava yang minta dan semangat ikut semua les, dan mumpung (Jawa banget, ya) ada rejekinya juga (lebih tepatnya karena dana playgroup kami alokasikan ke dana les, sih). Jadi, ya, Ava kegiatannya les ini. Nggak beda, kok, sama teman-temannya yang playgroup. Bedanya hanya Ava “sekolah” di mal (ini emang bisa-bisanya ibunya aja, haha).

Nanti pas Ava masuk TK, saya yakin kegiatan lesnya akan berkurang. Sampai hari ini, saya bersyukur Ava tidak seperti saya yang dulu sampai ‘diseret-seret’ ibu saya untuk les ini itu karena lebih memilih main dirumah (sekarang super menyesal, hihihi)

Jadi, lesnya Ava kebanyakan, nggak? :)


2 Comments - Write a Comment

  1. Ceritanya lucu rien, gue sampe senyum2 sendiri. Kayaknya semua lesnya Ava menyenangkan dan kalo dia hepi ngejalaninnya sih ya bagus dong. Gue bilang sih les itu bisa dibilang kebanyakan kalo jadi beban si anak dan dia jadi stress dan gak punya waktu untuk main lagi. Btw les renangnya itu manggil guru private ya rien? Boleh tau nggak biayanya berapa?

  2. affi hihihi,,karena emang dia yg minta sih,,kalo emaknya sih maunya tidur dirumah aja hehehhee…les renangnya iya manggil guru, guru renangnya ini dulu ngajar disekolah temennya Ava itu, tapi sekarang hanya private aja, bekas pelatihnya atlet nasional fi(ga heran sabar ya),,biayanya Ava paketan, umur 4-6 tahun itu 12x pertemuan 1juta

Post Comment