Post-Natal Exercise di Rumah Bersama Bayi

Setelah persalinan yang terakhir ini, saya memang sangat berniat untuk back & stay in shape. Sebelumnya boro-boro, yang ada malas karena terpikir, toh, nanti masih bakal hamil lagi. Terakhir saya olahraga, berenang seminggu sekali, itu adalah sebelum saya hamil anak pertama dan ditinggal bekerja beda kota sama suami. That was early 2004.

Saya kebetulan diberkahi badan yang nggak gampang gemuk. Tapi namanya habis hamil, biar pun berat badan cepat balik, tapi perut tetap saja bergelambir. Hayoo, siapa yang nggak, boleh angkat tangan, deh!

Selain dari bawaan, saya juga mengurus sendiri bayi-bayi saya dan menyusui semuanya. Setelah saya pindah ke Semarang akhir 2007, saya harus mengurus 2 balita tanpa pembantu. Bobot saya memang susut dari 55 kg jadi 47 kg daann … hamil lagi :D.

Setelah melahirkan Devan, tahun 2009, berat badan saya tertahan di 52 kg. Nggak terlalu berat memang, dan semua jins lama muat lagi saat Devan menginjak 9 bulan. Tapi yang namanya gelambir perut (apalagi ditambah  stretchmark!) makin parah. Dari situ saya berjanji pada diri sendiri untuk mulai exercising to get back in shape setelah melahirkan.

*gambar dari sini

Tapiiii, karena Devan memang belum direncanakan jadi anak bungsu, yang ada saya tetap malas berolahraga. Apalagi ditambah lokasi rumah di Semarang yang jauh dari mana-mana; pusat kebugaran dan tempat senam terdekat harus turun bukit dulu dua kilometer. Sempat, sih, beli beberapa video senam dan yoga yang bisa dilakukan di rumah. Sempat juga dicoba sekali. Tapi saat benar-benar ada waktu luang, menamatkan serial Korea atau tidur nampaknya lebih menggoda hahahaha.*keluh*. Demikianlah sampai Maret 2012 saat saya melahirkan si bungsu (ya, kali ini bungsu :D) di Jakarta.

Dengan berat tepat sebelum melahirkan 61 kg lalu turun menjadi 56 kg setelah melahirkan dan masih tetap segitu setelah lewat dua bulan, saya mulai berpikir apa, ya, yang dilakukan Miranda Kerr sampai-sampai hanya dalam empat bulan bodyshape-nya sudah kembali seperti sebelum melahirkan? Sementara saya, walau 56 kg tidak terbaca gemuk, tapi tetap tidak nyaman dengan badan berbentuk seperti buntelan isi lemak dan air sisa hamil.

Saat saya ukur BMI (body mass index) dan body fat mengikuti perhitungan seperti di forum Fashionesedaily, BMI saya masih di normal sekitar 21an, tapi body fat di 30% lebih.

Saya sadar tidak mungkin mendaftar dan rutin ke pusat kebugaran lima hari seminggu. Beli alat kesehatan untuk olahraga di rumah juga nampak mustahil baik dari segi keuangan maupun mental malas saya. Akhirnya saya coba cari latihan pascapersalinan yang sederhana di youtube.com.

Dengan kata-kata kunci seperti “post labour exercise”, “mom and baby exercise”, dan “working out with baby” saya menemukan beberapa video yang nampak do-able.

Waktu saya coba, ternyataaaa … gerakannya tidak semudah kelihatannya. Badan berat dan kaku banget. Sekedar tekuk-tekuk lutut squat saja hampir ga bisa berdiri lagi. Tekuk badan sentuh kaki juga yang kesentuh cuma sampai lutut, haish. Iri rasanya menonton instruktur yang bayinya sama umurnya dengan bayi saya tapi gerak tubuhnya ringan dan luwes. Mungkin itu bedanya, ya, post-natal orang yang dari awal terbiasa exercise dengan pemalas seperti saya *menunduk*.

Jadi, apa yang akhirnya si pemalas ini lakukan?

Saya download beberapa exercise yang bisa dilakukan di kasur bersama bayi :D contohnya seperti video-video ini:

Yang paling sering saya praktikkan adalah crunch/sit-up dengan posisi bayi di atas kaki saya seperti di Postnatal Exercises With Mama and Baby Part I, lalu kiss-the-baby push-up, dan baby dumbbell. Tapi jangan tanya jadwal latihan saya, ya. Sangat-sangat tidak terjadwal *menunduk, lagi*. Untuk saat bayi tidur atau tenang, latihan kelenturan juga nyaman dilakukan. Modalnya hanya pakaian yang nyaman dan matras yoga. Untuk latihannya saya contek dari aplikasi Android seperti:

  • Daily Ab Workout
  • Daily Yoga for Abs dan for Back

It turns out latihan seperti ini juga menenangkan, ya. Bisa jadi alat untuk me-time. O, ya, latihan-latihan untuk perut akan makin efektif bila ditunjang dengan latihan kardio. Beberapa video kardio yang bisa dilakukan di rumah juga antara lain:

Atau, bila dirasa masih kurang efektif, coba cari video dengan kata kunci “high intensity cardio”. Hasilnya, menginjak bulan ke-6 berat saya masuk kisaran 51, semua celana jeans pre-pregnancy sudah muat termasuk celana favorit saya. Sekarang saat Dendra 9 bulan, BMI saya masuk kisaran 19 dan body fat 23%.

Masih mau menunda olahraga? Bisa mulai dari bangun tidur tanpa harus angkat badan dari kasur, lho :D


5 Comments - Write a Comment

  1. Phew! This is what I need… *buru2 save semua linknya di lappie*
    Kepengen banget bs pake kembali pakaian jaman masih gadis dulu :D
    Sampe-sampe pakaian itu numpuk di lemari. He3x.
    Tapi untuk sekarang nda mau semuluk2 itu sie, kepengennya bisa jadi sosok mama yang masih enak diliat secara fisik (eh ini muluk juga nda sie? :D)

    TFS, Mba Kirana :)

Post Comment