Tina Maladi Dan Kids Yoga

Sabtu, 12 Januari, kami akan mengadakan kelas Yoga With Mom dengan instruktur Mbak Tina Maladi dari Kids Yoga Jakarta. Nah, kurang afdol rasanya kalau belum berkenalan dengan perempuan cantik yang ramah ini.

Yuk, ikuti bincang saya dengan Mbak Tina :)

Sejak kapan Mbak Tina mendalami yoga?

Setelah melahirkan anak pertama, saya mulai mencari jenis olahraga yang aman bagi punggung dan lutut saya. Cedera di kedua bagian tubuh tersebut terjadi karena aktivitas fisik di pusat kebugaran yang berlebihan selama bertahun-tahun. Saya memang menyukai olahraga dari sejak kecil. Mulai dari renang, basket sampai mengikuti fitnes di pusat kebugaran. Tahun 2002 saya menemukan yoga sebagai “olahraga” yang relatif aman namun belakangan disadari impact yoga ternyata cukup berpengaruh terhadap pola hidup saya.

Kalau Kids Yoga Jakarta ini, terbentuknya sejak kapan dan dilatarbelakangi oleh apa, sih?

Kids Yoga Jakarta (KYJ) terbentuk tahun 2011. Cerita dibalik KYJ diawali dari rasa kecintaan saya terhadap anak-anak dan yoga. Berdasarkan pengalaman saya mengajar anak sendiri dan melihat langsung hasil yang sangat positif, saya memutuskan ingin berbagi kepada anak-anak lain.

Kegiatan utama KYJ lainnya adalah mengorganisir pelatihan untuk para orangtua/guru-guru/terapis untuk menjadi instruktur yoga untuk anak-anak di bawah organisasi Radiant Child Yoga asal USA yang dibentuk oleh Shakta Khalsa, pendidik asal Amerika Serikat yang memiliki pengalaman lebih dari 35 tahun menjadi guru Montessori dan instruktur Kundalini Yoga (www.childrensyoga.com). Program KYJ mendatang adalah yoga untuk Sekolah dan beberapa produk untuk Kids Yoga.

Kenapa fokus pada Kids Yoga, sementara yang populer, kan, yoga untuk orang dewasa?

Saya memilih menjadi instruktur yoga anak-anak adalah karena kondisi anak saya. Tahun 2005, Raissa anak saya yang pertama mengalami keterlambatan tumbuh kembang, yang belakangan didiagnosa Autism Spektrum Disorder (ASD). Berdasarkan riset dari internet dan berbagai buku literatur ASD, saya menemukan bahwa problem utama anak dengan ASD adalah Sensory Integration Disorder. Pada saat bersamaan, saya mendapatkan informasi bahwa yoga bisa membantu anak kebutuhan khusus. Tahun 2006, saya mengikuti Radiant Child Yoga Program Teacher Training, Sun Yoga Kids, Yoga for Special Child dan beberapa workshop seperti RDI dan Brain Gym. Memilih untuk menggabungkan terapi konvensional dan terapi holistik antara lain yoga dan CranioSacral untuk Raissa, saya melihat perkembangan yang positif pada Raissa. Tahun 2008 saya menjadi instruktur yoga untuk ibu hamil dan yoga untuk ibu dan bayi. Sampai saat ini, saya terus mengembangkan minat terhadap tumbuh kembang anak-anak melalui Yoga. Kelas yang saya ajarkan adalah Prenatal Yoga, Mom and Baby Yoga, Mom and Toddler Yoga, Kids Yoga, Special Child Yoga (yoga untuk anak kebutuhan khusus seperti Autism dan Cerebral Palsy) dan Teens Yoga.

Manfaat paling nyata dari yoga untuk anak-anak apa, mbak?

Manfaat utama dari Kids Yoga :

  • Meningkatkan konsentrasi dan fokus pada anak-anak.
  • Memperbaiki postur tubuh anak-anak.
  • Meningkatkan self-awareness pada anak-anak.
  • Memotivasi anak-anak untuk selalu bergerak (cardiovascular activity) untuk menjaga kesehatan.

Menjadi trainer yoga untuk anak-anak, pasti beda dengan dewasa. Perbedaan paling signifikan di mana?

Perbedaan yang signifikan adalah menjadi instruktur yoga untuk anak-anak harus memiliki passion kepada anak-anak. Karena anak-anak memiliki tingkat sensitivitas dan intuisi yang tinggi. Misalnya, si instruktur sebenarnya lagi bête mengajar kelas yoga anak-anak, langsung anak-anak bisa merasakan dan malah berulah berbeda dari yang diharapkan.

Oleh karena itu, Radiant Child Yoga Program memiliki satu pelatihan khusus yaitu “Heart and Soul work with Children” untuk mempersiapkan para instruktur melatih anak-anak. Menurut Yoga Bhajan dari Kundalini Yoga “ Children are big souls in little bodies”. Namun untuk menjadi instruktur Yoga anak-anak tidak perlu memiliki latar belakang Yoga, karena metode mengajar Yoga Anak-Anak sangat berbeda dengan mengajar yoga dewasa.

Ada cerita lucu atau yang paling berkesan saat mengajar yoga untuk anak-anak?

Kalau untuk cerita lucu rasanya setiap saya mengajar pasti ada yang unik dan lucu. Karena anak-anak itu penuh dengan imajinasi dan kretivitas tinggi, sehingga saya sebaga instruktur walaupun sudah memiliki catatan apa saja yang akan diajarkan, biasanya tidak pernah terlaksana 100%. Karena murid saya anak-anak yang bisa setiap saat mood dan energi mereka berubah. Namun hal-hal itulah yang justru membuat saya semakin cinta dengan pekerjaan saya. Karena saya banyak belajar dari mereka, merekalah guru saya.

Kalau tidak salah, Mbak Tina memiliki beberapa ‘blacklist’ product untuk menjadi sponsor/ pendukung kelas yoganya. Kenapa mbak?

Sebenarnya bukan blacklist, sih. Saya juga seorang ibu dari 2 anak. Saya sendiri mempelajari tentang nutrisi sejak saya masih sekolah karena saya mencintai olahraga. Dari dulu saya tidak pernah suka daging merah seperti kambing, sapi, dll. Setelah memiliki anak pertama, saya mendalami lagi tentang nutrisi anak-anak bahkan saya menjadi vegetarian tanpa paksaan dan hambatan apa pun sampai sekarang.

Beberapa produk makanan anak- anak yang komersial seperti fast food, chips, susu kemasan, nuggets, sosis adalah produk makanan kemasan yang tidak memiliki nutrisi positif buat anak-anak. Makanan kemasan itu hampir semuanya menggunakan bahan pengawet, MSG, pewarna dan banyak lagi dimana justru bisa memicu efek negatif bagi kesehatan.

Beruntung para ibu zaman sekarang dengan adanya internet mereka bisa dengan mudah mencari info tentang nutrisi yang baik untuk anak-anak. Makanan buatan rumah (homemade cooking) buat saya lebih sehat asal tanpa gorengan dan MSG. Yoga juga mengajarkan pola makan yang sehat kepada anak- anak. Misalnya saya memperkenalkan meditasi buah kepada mereka, dan makan buah bersama setelah itu.

Wah, setelah bincang-bincang, semakin saya tak sabar menunggu kelas Yoga With Mom, besok. Mommies mau ikutan juga? Silakan daftar di thread ini.

Mumpung masih awal tahun juga, nih, yuk, kita hidup sehat. Bukan hanya untuk anak dan keluarga, tapi untuk diri kita sendiri :)


Post Comment