What Are Your New Year Parenting Resolutions?

Tahun baru! Pasti Mommies sibuk membuat tujuan yang ingin dicapai di 2013 kan?. Isinya mungkin beragam, ya, dari mulai personal development, perkembangan karir, target mulai KPR, jalan-jalan, ingin mulai olahraga, hidup sehat dan sebagainya. Saya pun begitu setiap tahunnya. Tapi tahun ini ada sedikit yang berbeda, yaitu parenting resolutions. Baik yang ingin dicapai oleh saya dalam konteks saya sebagai ibu dan juga yang ingin dicapai oleh anak-anak. Kita, kan, selalu bilang bahwa anak-anak adalah orang yang paling penting untuk kita di dunia. Berarti, untuk orang yang maha penting untuk hidup kita, perlu sekali kan kita upgrade diri kita supaya menjadi mommies yang berkualitas. Menambah pengetahuan, mengenali lebih jauh tentang anak-anak kita, meluangkan waktu lebih, mengindahkan janji kita kepada mereka, membantu mereka mencapai apa yang diinginkan. Intinya, benar-benar menjadikan mereka the VVIP in our life.

 

Beberapa yang akan saya lakukan bukan hanya berdampak untuk anak-anak, tapi juga suami, keluarga dan juga saya sendiri. Berikut yang ingin saya terapkan di tahun 2013 ini;

  1. Go home early! Something that I had failed in 2012 :(. Padahal setiap jam 4, alarm di iPhone saya selalu berbunyi dan keluar pesan ‘Let’s go home, kids are waiting’ … tapi selalu saja saya tekan snooze button atau cancel karena masih banyak kerjaan :(. Jadi untuk 2013, time management-nya perlu diperbaiki supaya saya benar-benar bisa pulang sebelum Maghrib. Dengan saya ada di rumah dari sore, saya bisa lebih punya waktu untuk menemani Jibran mengerjakan PR, bermain bersama mereka, makan malam bersama dan mendengarkan cerita mereka.
  2. To have dinner together. Ini maksudnya bukan sekedar makan malam di rumah, tapi makan malam bersama di meja makan. A proper dinner. Selama ini memang jarang sekali terjadi karena selain saya lumayan sering pulang malam ketika anak-anak sudah makan, rumah saya ini menyatu dengan rumah mama saya. Jadi, terkadang ada yang makan di meja rumah depan. Lagipula, meja makan rumah saya kecil :D, dan hanya ada 2 kursi. Padahal, kan, ada 4 orang di rumah. Jadi kalau lagi di rumah sendiri, ada yang makan di sofa, ada yang di ruang main :(. Sebagai langkah pertama, saya sudah beli 2 kursi lagi untuk melengkapi. Memang sih jadi sempit banget, tapi kan lebih intim … hihi. Momen kebersamaan seperti ini setiap hari penting banget kan untuk keluarga.
  3. A one on one date with each of them. Kalau dengan Jehan, saya setiap hari pasti punya waktu bersama karena kami berangkat bareng. Lumayanlah bisa bercengkerama di mobil paling tidak 30 menit, atau sampai 1 jam kalau lagi macet. Karena Jibran juga sering menginap di rumah neneknya, waktu saya dengan Jehan juga lebih banyak. Beda dengan Jibran yang memang kegiatannya juga sudah bertambah. Selama ini paling one on one-nya hanya pagi hari sebelum dia berangkat ke sekolah. Makanya, saya tidak pernah melewatkan momen tersebut. Walaupun baru tidur 3 jam, pasti saya akan membangunkannya, menemaninya ketika bersiap dan mengantarnya ke mobil sambil menunggu mobil hilang dari pandangan. Mulai 2013 ini saya harus bisa menyisihkan waktu, a date with him at least once every two weeks. Bisa dimulai dengan menemani dia futsal yang kemudian lanjut makan atau ngobrol sambil menyantap Sour Sally kesukaannya.
  4. Cook! At least once a week. Anak-anak saya selalu antusias kalau mommy-nya masak. Jehan semangat membantu dan Jibran semangat memuji karena rasanya semua makanan yang saya bikin selalu dibilang enak :). Tapi kapan terakhir saya membuat sesuatu di dapur? :( Mungkin dua bulan yang lalu! Harus direncanakan setiap weekend, mau masak apa minggu depannya supaya dapat mempersiapkan bahan-bahannya dari weekend.
  5. Salat 5 waktu. Bukaan, bukan untuk saya :D tapi untuk Jibran yang Januari ini sudah 9 tahun! Rasanya sudah besar sekali untuk tidak salat. Selama ini tidak salat memang sayanya belum mengharuskan, sih. Paling kalau Maghrib saja pas bapaknya sudah pulang salat berjamaah. Mulai Januari ini harus dimulai, paling tidak untuk Maghrib dan Isya dulu.
  6. Work from home once every two weeks. Sebenarnya ini juga sudah dicanangkan di 2012, tapi rasanya saya hanya sempat melakukannya sekitar 3 atau 4 kali :(. Padahal, saya kan berwirausaha, dan perusahaannya sering saya klaim ‘Mommies Friendly’. Masa, sih, sesusah itu saya mengizinkan diri saya sendiri untuk kerja dari rumah satu kali dalam dua minggu?
  7. Help my kids develop self confidence. Anak-anak saya, terutama Jehan, bukan tipe yang cepat akrab dengan orang asing. Jangankan akrab, kalau ditanya siapa namanya saja nggak akan jawab. Dengan saudara yang lebih tua juga begitu walaupun lumayan sering ketemu, kalau dengan yang seumuran, sih, sama cerewetnya :D. Ah, jangankan dengan saudara, dengan gurunya yang setiap hari ketemu pun kalau ditanya jawabnya masih bisik-bisik. Padahal saya ingin sekali mereka berani bersuara, berani tampil di depan umum. Makanya, perlu sekali ditelaah lagi apa sebabnya dan langkah apa saja yang harus diambil dalam membuat mereka terlihat lebih PD. Mungkin saja ada cara mengasuh saya yang salah? Padahal saya bukan tipe yang suka mengancam, menakuti ataupun mengecilkan perasaan mereka, lho :(.
  8. Help them acquire new skills. Mesti diajak ngobrol dulu, sih, mereka mau belajar apa. Kalau yang diharuskan dari saya adalah belajar berenang untuk Jehan. Menurut saya, bisa berenang itu merupakan salah satu life skills. Jadi memang wajib untuk bisa berenang. Bukannya ambisius, tapi dengan bertambahnya skill mereka, akan bertambah juga tingkat percaya diri mereka, bukan? Saya juga ingin Jibran untuk lebih sering lagi menulis. Sekarang ini dia punya semacam buku diary yang saya beri pertanyaan macam-macam untuk dia jawab. Tujuannya supaya dia lebih reflektif. Baru-baru ini dia tanya bagaimana caranya membuat situs? Mungkin dia bisa mempunyai blog? We’ll see! Saya juga ingin menumbuhkan kembali kecintaannya pada buku dan membaca.
  9. Digital Detox! Untuk saya tentunya. Saya ingin untuk sama sekali tidak menyentuh laptop dan handphone ketika pulang kantor sampai mereka tidur. Digital detox ini juga bukan hanya ketika lagi bersama anak, sih, tapi juga di keseharian. Terkadang terlalu banyak informasi kurang penting yang didapat malah jadi bikin mulut ini ingiin sekali berkomentar yang nggak kalah nggak pentingnya. Selain itu jadi membuat kita kurang mengkhayal, membaca buku, atau berkarya seperti menulis pikiran-pikiran kita sendiri. Mungkin saya harus mencoba cara ekstrem, ya, yaitu menghapus Twitter dari handphone dan hanya mengaksesnya ketika di depan laptop.
  10. Giving them new experience. Again and again! Pengalaman baru tentunya beragam sekali, ya, dari mulai mengeksplor tempat baru seperti taman misalnya atau museum, atau tempat makan baru. Lucu juga kan kalau weekend diberi tema, misalnya; Jepang! Jadi di weekend tersebut, kita makan di restoran Jepang, mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan kebudayaan Jepang, berbelanja di supermarket Jepang :D. Banyak sekali tempat-tempat di Jakarta yang belum kami kunjungi. Kami hanya kurang riset dan cenderung lupa kalau membaca informasinya sekilas. Jadi yang langsung harus dilakukan adalah; mencatat tempat-tempat yang ingin dikunjungi bersama keluarga di 2013.

That’s it for my parenting resolutions. Masih banyak lagi, sih, pastinya yang harus saya improve, tapi mari dimulai dengan yang paling fundamental dulu; spending more quality time with them! Everything else should be easier when the quality time has been achieved. Kids always behave better after spending a quality time with the parents. At least, that has been the case with me.

What about you mommies? Anything you want to achieve for the kids, or with the kids?


21 Comments - Write a Comment

  1. Wuah, keren Han parenting resolutions-nya :)
    Gue mau contek yang No. 8! Lagi mau tanya Maika lagi, maunya apa. Selama ini plin-plan antara dancing ama swimming.

    Pas akhir tahun sempet kepikiran juga gara2 Maika terakhiran suka ‘rewel’ kalo weekend gue tinggal atau pergi kantor akan tanya terus “Pulang jam berapa? Macet enggak? Kerjaan Mama banyak enggak?”
    Kalo ditanya maunya anak happy, padahal saat ini yang bikin anak happy tuh benernya simpel banget. Mama pulang cepet, main UNO, main lego, main playdoh, temenin bikin PR. Jadiii.. mau bangun lebih pagi, drop Maika lebih pagi, sampe kantor lebih pagi dan bisa pulang kantor lebih cepat!
    Tapi kemarin hari pertama udah gagal… hahahha… Mari coba lagi!

  2. Wuih, seru-seru, deh, resolusinya. Gue ga terbiasa bikin resolusi, tapi baca artikel ini, jadi pengen juga *kompetitip anaknya*, hihih. Salah satu yang masih belum berhasil sampai sekarang adalah, no gadget at home, Masih suka intip-intip TL sambil nemenin Langit main, suka buka bbm, email, watsap, dst juga kalo di rumah, padahal kalo dipikir-pikir, nggak akan gempa bumi juga kalau nggak dibalas saat itu :p

Post Comment