Nggak Usah Dirayain Aja, Deh!

Setiap membahas rencana perayaan ulang tahun Nadira, saya dan suami biasanya selalu end up dengan keputusan “nggak usah dirayain aja deh”. Kenapa? Semuanya berpangkal pada urusan undangan.

Saya dan suami sebenarnya sih berasal dari keluarga kecil. Saya cuma punya satu orang adik, suami juga begitu. Tapi, kedua orang tua kami berasal dari keluarga besar, seperti layaknya orang Indonesia zaman dulu. Jadilah kalau ditotal, eyang, pakde, bude, tante, om, para sepupu beserta pasangan dan anak masing-masing, jumlahnya bisa lebih dari 150 orang!

Sampai saat ini, kami bahkan belum pernah menggelar acara syukuran rumah atau apapun yang mengumpulkan seluruh anggota keluarga kami. Yang ada, kami menggelarnya secara parsial, digabung dengan acara arisan dari keluarga papa saya, arisan dari keluarga mama saya, atau haul papa mertua saya. Itupun sudah riweeuuh banget. Nggak kebayang deh kalo semuanya digabung jadi satu.

Untuk Nadira, saat ulang tahun pertamanya kebetulan berbarengan dengan acara arisan keluarga mama saya. Jadi lumayan lah, bisa sekalian numpang tiup lilin dan bagi-bagi goody bag ke keponakan-keponakan saya. Ulang tahun keduanya, kami memilih pergi ke Taman Safari Puncak. Sedangkan ulang tahun ketiganya kami hanya bagi-bagi goody bag saja di PAUD tempatnya main sambil ikut-ikutan sekolah.

Ulang tahun pertama Nadira yang dibarengi dengan arisan keluarga

Ulang tahun kedua Nadira, bagi-bagi goody bag tapi yang ultah malah nemplok sama saya

Ultah ketiga Nadira, ia lebih gembira pas birthday dinner sama Langit, tante dan kakek neneknya di restoran. Small gathering cheers her up :)

Januari besok, Nadira akan ulang tahun. Suami sempat bertanya, apakah kami mau membuat perayaan? Tapi lagi-lagi kami selalu mentok di urusan undangan.

Saya sempat mengusulkan agar kami membatasi undangan khusus keluarga saja. Tapi karena jumlahnya tetap banyak, saya usulkan agar dibatasi pada keluarga yang punya anak kecil/sebaya dengan Nadira saja. Tapi lagi-lagi ini mentok karena kami perkirakan, dari mulai nenek kakek, orang tua sampai pengasuh si anak mungkin akan ikut. Jadi, ya, sama saja, dong, ya.

Kemudian, suami merasa kurang enak jika tidak mengundang para tante, om dan sepupu yang belum punya anak/cucu. Padahal sebagian dari mereka cukup dekat rumahnya dengan kami, dan (penting nih) selalu ingat ulang tahun Nadira, plus memberi kado. Nah, kan, dilema banget nggak, sih?

Sebenarnya, kalaupun mau diundang semua, kami bisa cari lokasi lain yang lebih memadai. Bisa restoran atau function hall. Tapi yang kami khawatirkan bukan itu. Berdasarkan pengalaman saat menikah dengan lebih dari 2000 undangan, kami merasa tidak fokus. Megah, sih, tapi terlalu crowded. Juga, terlalu sedikit waktu sementara terlalu banyak orang yang ingin disapa. Jadi nggak ada kehangatan dan keintiman sama sekali.

Apalagi ini acara ulang tahun anak yang masih gemar bermain. Kebayang, deh, betapa memusingkannya, baik untuk saya dan suami sebagai tuan rumah maupun Nadira yang jadi bintang acara.

Selain itu, Nadira juga tipe anak yang pemalu jika menjadi pusat perhatian. Saat ulang tahun ketiga dan cuma bagi-bagi goody bag di PAUD saja, dia malah menangis dan ngumpet di balik badan saya kala teman-temannya ingin bersalaman. Saya pun deg-degan jadinya membayangkan ia potong kue dan disalami 150 orang tamu. Alamat saya nggak bisa ngapa-ngapain, nih, karena pasti ia nemplok terus pada saya.

Suami sempat mengusulkan supaya kami ganti rencana. Tidak ada saudara yang diundang, hanya keluarga inti. Supaya meriah, suami mengusulkan agar kami mengundang teman-teman yang punya anak sebaya dengan Nadira.

Nah, kembali saya pusing. Suami memang punya teman yang bisa dihitung dengan jari. Tapi, bukannya congkak bukannya sombong, saya punya teman cukup banyak. Dan saya ini tipe yang nggak enakan dan tidak suka pilih kasih. Kalo mengundang si A, B, C, menurut hemat saya, harusnya D, E, F bahkan Z juga ikut diundang. Padahal, kondisi tidak selalu memungkinkan begitu.

Jadilah diskusi kami lagi-lagi berakhir dengan kesimpulan yang sama. Setidaknya, sampai kami menemukan solusi atas masalah ini, untuk sementara tidak ada perayaan ulang tahun untuk Nadira. Maaf, ya, Nak!


5 Comments - Write a Comment

  1. hehehhee..iya tuh dilema bgt klo ga ngundang atau ngajak makan-makan sodara2, terutama sodara yang selalu ngundang kita/traktir makan2 pas anaknya ultah..hahahahaha.. jadi kayak punya utang gitu rasanya -____-

    Krn ultah ke-1 dirayakan dengan pesta, untuk ultah ke-2 anakku taun ini kami ga bikin acara apa2 (bahkan ga ada acara makan2 sekeluarga inti), sebagai gantinya kami ajak Jessica jalan2 ke taman safari krn kebetulan dia juga belum pernah ke sana;D dan rencananya untuk seterusnya setiap ultah akan dirayakan dengan jalan2 aja biar tiada dilema lagi hahahahahha!

    *oiya, supaya ga berasa punya utang banget, saya juga berusaha mengingat tanggal ultah sodara2, ngucapin selamat dan kirim kado tepat waktu ;D*

Post Comment