Serunya Belajar Mengatur Uang

Siapa yang lagi sibuk belajar soal pengaturan keuangan keluarga atau investasi? Pasti banyak, nih. Biasanya kalau berurusan dengan belajar soal keuangan, kita suka berpikir, “Kenapa, sih, nggak dari dulu, ya, tahunya?” Nggak ada kata terlambat, Mommies. Kita bisa memulainya kapan saja. Begitu lebih tahu soal pengelolaan keuangan keluarga, baru ngeh, deh, kalau ketrampilan mengatur uang itu nggak bisa didapat begitu saja. Butuh banyak latihan. Makanya saya sekarang lagi giat-giatnya mengenalkan konsep uang dan menabung ke Igo. Memang awalnya agak bingung harus mulai dari mana tapi akhirnya saya mulai dari hal sederhana dulu: kalau Igo minta mainan, saya dan suami akan bilang harus menabung dulu karena mainan nggak termasuk kategori barang yang wajib dibeli.

Maunya, sih, nanti Igo punya skill oke mengatur keuangannya sendiri. Menurut kami, mampu mengatur finansial adalah kemampuan atau keahlian yang harus dimiliki tiap individu. Idealnya dikenalkan sejak dini supaya anak-anak lebih cepat tahu dan terbiasa. Tanggung jawab finansial mereka di masa depan lebih besar daripada kita, orangtuanya.  Lalu sempat terpikir juga terlalu cepat nggak, sih, memperkenalkannya? Beruntung saya bisa tanya-tanya ke Ibu Rahma Paramita, School Director dari Sekolah Cikal, Jakarta. Beberapa poin penting saya share di bawah, ya:

-Konsep menabung bisa mulai diajarkan sejak dini sesuai tahapan perkembangan anak. Paling gampang, sih, dengan memakai contoh kejadian sehari-hari, ya. Misalnya kasih tahu anak kalau uang dibutuhkan untuk beli barang-barang tertentu. Bedakan dengan hal-hal yang bisa diperoleh tanpa membayar, contohnya: bermain petak umpet dengan sepupu bisa dengan gratis, kalau main ke arena bermain di mal harus bayar.

-Usia pas untuk mengenalkan konsep uang pada anak, menurut Ibu Mita adalah pada usia 2-3 tahun karena anak berada dalam tahap pre-operational dan kemampuan kognitifnya sudah semakin berkembang.

-Anak juga perlu dikenalkan dengan nilai uang. Mulai dari nilai setiap lembar/koin uang. Beri contoh langsung, misalnya dengan lembar uang Rp5.000 anak bisa membeli es krim. Ketika anak sudah menyadari kedua hal tersebut baru ajarkan anak untuk menabung.

-Di usia 6-12 tahun anak-anak bisa diajarkan mengenai konsep mengelola keuangan, di mana sebelumnya foundation mengenai konsep dan nilai uang sudah mereka pahami. Ini akan mempermudah mereka untuk dapat beranjak ke tahapan berikutnya, yaitu menyadari pentingnya pengelolaan keuangan

Ibu Mita juga memberikan trik untuk mengajarkan anak menabung dan pasti akan bikin anak “ketagihan”: gunakan wadah terbuat dari kaca atau tembus pandang. Jadi anak bisa melihat pertambahan tabungan mereka. “Sejak awal, ajarkan juga untuk memisahkan antara uang untuk ditabung, dihabiskan, dan diberikan kepada orang yang tidak mampu. Buat 3 celengan terpisah dan biasakan anak untuk membagi uangnya ke dalam 3 celengan tersebut,” tambahnya. Di usia ini, anak juga sudah bisa mulai diajarkan perbedaan keinginan dan kebutuhan. Pada saat berbelanja, bedakan barang yang memang harus dibeli dan tidak. Tanyakan pada anak mana yang lebih penting beli sayur atau permen.

Pada usia sekolah (6-12 tahun), anak sudah dapat diajarkan lebih lanjut mengenai pilihan-pilihan tersebut. Apakah barang itu benar-benar dibutuhkan? Apakah bisa diganti dengan barang lain yang sudah mereka miliki atau mereka bisa pinjam? Ajarkan bahwa ada jumlah uang yang terbatas sehingga orang perlu membuat pilihan. Dalam hal menabung anak sudah dapat memahami bahwa menabung di bank lebih aman dan mendapatkan bunga. Jelaskan mengapa menabung di bank lebih aman dibandingkan di rumah.

Ibu Mita mengatakan, “Setelah usia 12 tahun, anak sudah bisa diajarkan untuk menyisihkan 10 persen dari uangnya untuk ditabung.” Kemudian setelah uangnya terkumpul, ajak anak ke bank untuk memasukkan uang tersebut ke dalam rekening pribadinya. Agar anak mengetahui pertambahan tabungannya, ajak mereka mengecek rekening secara berkala.

Jadi tambah PD, nih, mengenalkan konsep uang dan menabung. Apalagi sekarang ada tools keren yang bisa membantu Mommies mengajarkan anak (usia 7-12 tahun) mengatur keuangan, namanya Cha-Ching, program animasi musikal pertama di  Indonesia yang mengajarkan pentingnya mengatur keuangan di mana saat ini kebanyakan anak hanya mengerti konsep membelanjakan (spend). Cha-ching money smart kids membantu anak-anak untuk dapat memahami dan menyeimbangkan tiga konsep utama lainnya, yaitu: menghasilkan (earn), menabung (save), dan menyumbang (donate). Coba, deh, Mommies ajak anak-anak ke situs Cha-Ching untuk melihat serunya belajar mengelola uang.. Kalau masih belum puas, anak-anak bisa diajak melihat beberapa video klip dari Cha-Ching Band di sini. Di situs Cha-Ching Indonesia Mommies juga bisa unduh file Lembar Pengelola Anggaran Keluarga supaya lebih mudah lagi mengajak anak-anak belajar mengatur keuangan. Beberapa aplikasi Cha-ching juga sudah bisa diunduh ke smartphone, jadi Mommies bisa ajak main anak-anaknya kalau sedang jalan-jalan, di mana pun. Pssst, jumlah aplikasi dan permainan yang bisa diunduh atau dimainkan secara online juga akan bertambah ke depannya, lho. Seru, ya!

foto dari sini dan sini

 

 

 

 


6 Comments - Write a Comment

    1. Yang paling penting, sih, memang disiplin :p
      Atau jika memungkinkan dibuat saja pos pengeluaran khusus untuk belanja (baju, dll) tiap bulan, jadi nggak akan ambil dari pos lainnya, deh.Tapi tetap harus disiplin, sih, kalau anggaran sudah habis, ya, nggak bisa belanja lagi :)

Post Comment