Editor’s Pick: Happy Land School

Setiap orang pasti senang, deh, kalau dikasih kado. Saya dan suami jarang memberikan kado untuk Langit. Karena menurut kami, kalau memang bisa dan butuh dibeli secepatnya, kenapa harus menunggu sampai Langit ulang tahun? Ini berlaku juga bagi saya dan suami, makanya kami jarang sekali saling memberikan kado pas ulang tahun atau anniversary, padahal lucu juga, kan, ya, sesekali (kok malah curcol), haha.

Nah, Selasa 11 Desember kemarin, saya ke Bandung untuk outing kantor, saya punya ide untuk memberikan Langit kado yang diberikan ketika saya sudah berangkat. Bukan untuk menenangkan atau menggantikan posisi saya, sih, sebenarnya. Karena kebetulan, Langit bukan tipe anak yang rewel kalau saya tinggal kemana-mana, termasuk ke luar kota. Tapi saya pengen memberikan sesuatu untuknya.

Apalagi menurut Ellen J. Langer, seorang psikolog dari Harvard, memberikan kado memiliki pengaruh besar, terutama bagi diri kita sendiri. “Giving to others reinforces our feelings for them and makes us feel effective and caring”, katanya.

Setelah pilih-pilih di ELC melalui e commerce mothercare.co.id, saya menjatuhkan pilihan ke Happy Land School. Sebetulnya Langit naksir berat sama Rosebud Village seperti kepunyaan Raisa, tapi kok, ya, mahal banget! Haha.

Kenapa saya pilih ini?

Pertama, karena Langit saat ini memang lagi suka sama boneka-boneka kecil. Dia sering menjejerkan boneka-boneka kecil lalu berpura-pura bahwa itu dia dan teman-teman sekolahnya. Saya sangat mendukung hobinya yang ini, karena saya pribadi kurang suka sama boneka dengan stereotip tertentu (rambut panjang, mata besar, badan sempurna), kurang menggambarkan manusia seutuhnya, gitu :)

Kedua, pas, kan, Langit sedang menyukai play pretend tentang sekolah. Happy Land School ini lengkap ada bangunan sekolah, papan tulis bahkan sampai bak pasir. O, iya, saya percaya salah satu ciri mainan yang edukatif adalah mainan yang membuat anak aktif dan memancing imajinasi serta kreativitasnya bukan hanya sekedar ‘menonton’ mainan itu ‘beraksi’.

Ketiga, walaupun terbuat dari plastik, tapi terlihat kokoh dan ukurannya sangat pas untuk anak-anak usia balita. Misalnya pintu sekolahnya bisa dilewati oleh tangan anak, ukuran bonekanya juga pas dengan tangan mereka.

Happy Land School terdiri dari beberapa paket. Ada paket yang bangunan sekolah lengkap dengan mainan ‘perosotan’, paket bus sekolah dan paket anak-anak murid Happy Land School. Humm, sepertinya saya akan membeli semuanya dan memberikan ke Langit sebagai kado, nih!

Menjelang natal dan tahun baru, Mommies sudah membelikan kado untuk si kecil? Mungkin mommies bisa mempertimbangkan Happy Land School sebagai kado, ya!

 


11 Comments - Write a Comment

  1. ihh.. lucu banget! Ditambah senyum sumringah Langit saat sedang bermain… seneng liatnya ^^
    Sayang, Danny-boy masih belum ngerti pretend play… kemaren aja baru mewariskan maenan mobil-mobilan dan robot-robotan punya Om’nya (adik bungsu’ku) ke Danny-boy, eh belum 5 menit dah seru dia banting2 tuh maenan ~.~” Sampe aku dan eyangnya ikutan jejeritan karena merasa sayang kalau maenan yang usianya lebih dari 15 tahun itu diperlakukan sewenang-wenang…

    PS: sorry malah jadi curcol ^^

  2. waaaah…Happy Land ini mainan favoritnya Rai-Anya. Sampai punya banyak seri dari yang school, hospital, police, fireman, sampe animal nursery :). Dan bener banget, ngelatih play pretend dan bisa dimanfaatin buat belajar role play, buat ilustrasi kalau lagi baca cerita sebelum tidur dll.

Post Comment