Mengoptimalkan Gaya Belajar Anak

Gimana Mommies, setelah membaca artikel Mengenal Gaya Belajar Anak, sudah dapat mengira-ngira anaknya masuk tipe mana? Visual? Auditory? Kinesthetic? Atau malah makin bingung karena rasanya semua cocok? :D

Pada dasarnya, dalam diri setiap individu memang terdapat tiga gaya belajar tersebut, kok. Baru jika lebih dicermati, ada satu yang memang lebih dominan. Katanya, sih, gaya yang dominan itulah yang tanpa sadar sering kita latih, begitupun sebaliknya

Lalu, apa keuntungan mengetahui gaya belajar? Hmm, menurut saya, sih, setidaknya ada dua. Pertama, kita bisa menyusun strategi belajar yang lebih efektif.

Seperti saya, nih, misalnya. Saya itu dominan visual. Susaaah banget mudeng jika hanya mendengar orang ngomong, misalnya saat seminar. Makanya, meski belakangan marak seminar macam PESAT, saya tidak pernah tertarik ikutan. Percuma! Pasti konsen dengerin cuma 5 menit pertama, setelahnya pikiran menerawang ke mana-mana :D

Mendingan saya browsing atau baca artikel di majalah/koran/buku. Dijamin 100 persen lebih nyangkut di otak.

Lain lagi dengan tipe auditory. Tipe ini sebaiknya sering diajak berpartisipasi dalam diskusi karena cepat menangkap informasi secara verbal. Pada balita yang dominan auditory, menggunakan musik dan lagu dalam mengajarkan suatu hal juga akan lebih efektif.

Sementara yang dominan kinesthetic, tentu saja tidak bisa dipaksa untuk belajar berjam-jam karena tidak akan betah. Mending ajak belajar sambil eksplorasi lingkungan. Mungkin sekolah alam paling cocok, ya, untuk tipe ini, hehehe. Begitupun kalau anak ingin menghapal pelajaran sambil jalan mondar-mandir, ya, biarkan saja karena memang begitu gaya belajar kinesthetic.

Intinya, strategi yang tepat dapat meningkatkan daya serap dalam belajar.

Keuntungan kedua dari mengenal gaya belajar adalah kita dapat melatih gaya belajar yang tidak dominan agar mencapai keseimbangan. Misalnya anak dominan kinesthetic, coba diajak agar lebih rajin baca buku untuk melatih visualnya. Awalnya mungkin sulit, ya, namanya juga belum terbiasa.

Tujuan melatih gaya belajar yang tidak dominan ini adalah agar anak dapat lebih mudah menyesuaikan diri saat menghadapi gaya mengajar guru yang berbeda-beda. Pasti, deh, akhirnya suasana belajar pun akan lebih menyenangkan :)

 


3 Comments - Write a Comment

Post Comment