Mengontrol Asupan Si Kecil

Sponsored Post

nenglita・14 Nov 2012

detail-thumb

Semakin besar usia anak, biasanya semakin banyak yang kita khawatirkan sebagai orangtua. Seperti ketika anak sudah masuk usia sekolah, bagaimana ia nanti sosialisasi dengan teman-temannya, kemampuan dia menerima pelajaran di sekolah hingga masalah yang seringkali dianggap remeh yaitu jajanan.

Kalau saya sendiri, memang selalu berusaha mengontrol asupan gizi yang dikonsumsi oleh Langit. Seiring usianya bertambah, semakin besar kemungkinan Langit mengonsumsi makanan yang tidak sehat.

Usia di atas 2 tahun memang agak sulit. Langit sudah sekolah dan mulai bersosialisasi dengan teman seumurannya, sehingga mereka sudah tahu jajan. Ada masanya dia mau makan ayam goreng dari restoran fast food atau ingin mencoba minuman milik bapaknya yang kebetulan menyukai minuman manis dalam kemasan. Melarangnya hanya akan membuat anak penasaran, kan? Nah, saya juga bukan ibu yang ingin anaknya steril dari aneka makanan luar rumah, jadi saya hanya membatasi. Baik itu untuk Langit, juga untuk kami, orangtuanya. Nggak adil dong, melarang anak minum manis dalam kemasan, sementara orangtuanya asyik minum di depan dia.

Nah, di usianya saat ini, Langit tidak lagi konsumsi ASI. Saya menggantikannya dengan susu cair alias UHT. Alasannya, selain simple (kemasan kotak sekali minum, nggak repot harus seduh, bawa botol sendiri, dan lain sebagainya), saya, sih, percaya bahwa susu cair sebagai pelengkap nutrisi untuk Langit. Salah satu susu yang menjadi pilihan saya adalah, Frisian Flag Susu Cair, kebetulan susu ini ada 2 pilihan rasa yang umumnya disukai anak-anak yaitu cokelat dan stroberi. Selain itu, kemasannya yang 115 ml sangat pas untuk sekali minum!

Untuk makanan di sekolah, kebetulan sekolah Langit menyediakan katering untuk makan besarnya. Setiap awal bulan, saya selalu meminta jadwal menu katering yang diberikan oleh pihak sekolah. Ini merupakan salah satu usaha saya untuk mengetahui apa saja yang ia konsumsi. Di samping itu, saya juga selalu menyiapkan bekal sekolah, seperti roti atau pancake dan juga Susu Frisian Flag Kid.

Seiring waktu dan bertambahnya usia, Langit sudah mulai senang mengatur menu makanannya sendiri. Beberapa waktu lalu, ia sempat menolak makan sayur. Alasannya, “Aku nggak suka sayur!” Sempat membuat saya kesal dan bingung, mulai dari membuat menu sayur jadi lebih enak sampai harus negosiasi dengan Langit supaya dia mau makan sayur.

Nah, sebulan lalu, setelah saya ikut Kelas Bento Mommies Daily- Frisian Flag Susu Cair, saya membawa pulang hasil bento yang saya buat. Langit terpana dan kagum karena bentuknya! Ia langsung menghabiskan isi bento tersebut, sekaligus sayuran yang notabene hanya dikukus itu. Ketika ia makan brokoli, ia terus berkata, “Enak banget brokolinya, Bu!” Sejak itu, ia seperti ketagihan sayuran! *sujud syukur*

Salah satu pakar kuliner ternama, William Wongso, pernah berkata, "Buatkan saja berbagai makanan dengan bentuk yang kreatif dan dan lucu, agar anak tertarik untuk makan." Kalimat ini saya amini sekali. Jadi, kata siapa bikin bento itu nggak guna dan buang waktu? Pada kasus saya, kreasi bento ini  membantu Langit makan sayur. Kalau untuk Mommies apa gunanya? Share dong!

By the way, yang mau ikutan Kelas Bento Mommies Daily- Frisian Flag Susu Cair, masih akan ada 2 kelas lagi, lho, tanggal 17 November dan 1 Desember! Silakan lihat detail dan langsung register di sini, ya!