Taman Kreativitas Anak Indonesia, The School I Fell In Love With

Waktu Aidan umur 2 tahun, saya mulai school shopping untuk Aidan masuk playgroup. Saya memang memutuskan untuk tidak memasukkan Aidan ke playgroup dengan Aira dulu karena saya melihat karakter Aidan rasanya kurang cocok untuk playgroup tersebut. FYI, Aidan anak yang ekspresif dalam emosi maupun sikap dan ucapan. Jadi saya mencari sekolah yang bisa memandang hal-hal tadi sebagai potensi untuk dikembangkan, bukannya malah diredam.

Setelah ngobrol dengan beberapa teman, termasuk tetangga saya yang anaknya bersekolah di sana, saya tahu tentang Taman Kreativitas Anak Indonesia, atau TKAI. Nama yang panjang untuk sebuah sekolah, tapi terdengar appealing di telinga saya. I kinda hooked at ‘kreativitas’. Maka saya pun berkunjung kesana, sendiri. Kesan pertama yang didapat tentunya fisik sekolah. TKAI menempati sebuah bangunan rumah 2 tingkat yang cukup luas. Biasa saja, begitu yang pertama terlintas di kepala saya. Tapi halamannya luas sekali, dengan sebuah pohon besar di tengah-tengah berikut rumah pohonnya. I was hooked a little bit more at ‘halaman luas ‘. Lalu saya masuk ke dalam, bertemu bagian administrasi, Mbak Wati, yang melayani saya dengan ramah dan langsung mengajak saya berkeliling.

TKAI memiliki program Kelompok Bermain yang dibagi menjadi Kelompok Bermain Kecil (mulai usia 2 tahun) dan Kelompok Bermain Besar (mulai umur 3 tahun). Lalu diikuti kelas TK A dan B yang masing-masing ada 2 kelas. TB menempati lantai bawah sementara TK menempati lantai atas. Saat melihat ruang kelas TB memang terkesan kecil, tapi rupanya itu karena kebanyakan kegiatan dilakukan di ruang tengah yang lapang atau di halaman, ruang kelas biasanya hanya untuk kegiatan tertentu saja, seperti menggambar, menempel, dan semacamnya. Makan pun dilakukan di meja yang disiapkan di ruang tengah tadi atau di teras belakang.

Setelah melihat-lihat dan ngobrol sebentar, saya pun pulang. Waktu itu akhirnya dengan berbagai pertimbangan saya tidak jadi memasukkan Aidan ke TKAI, bukan karena kurang sreg, tapi karena saya merasa Aidan belum siap untuk sekolah seminggu 2 kali di sekolah yang jaraknya lumayan juga dari rumah.  Jadi kami akan menunda saja sampai Aidan berusia 3 tahun. TKAI pun masuk ke laci untuk sementara waktu, Aidan ‘main’ seminggu sekali di Tumbletots dekat rumah.

Mendekati Aidan 3 tahun saya mulai merasa anak ini butuh kegiatan lebih ‘bermakna’ dari yang ditawarkan oleh Tumbletots. Jadi saya buka laci dan mengeluarkan lagi TKAI. Saya pelajari programnya dengan lebih serius. Apa memang cocok buat Aidan. Lalu saya kunjungi lagi TKAI. Begitu saya bertemu bagian administrasi di meja depan, Mbak Wati langsung ingat persis saya sudah pernah datang. Okay, saya tambah naksir sama sekolah ini. Kemudian saya dijelaskan lebih lanjut tentang program sekolah yang menggunakan active learning dan multiple intelligence. Jadi anak akan dilihat dan dikembangkan secara utuh potensinya.  Dan salah satu pendiri sekolah ini adalah psikolog Rose Mini (Bunda Romy). Akhirnya saya setuju Aidan ikut trial.

Saat trial inilah yang bikin saya naksir beneran sama TKAI. Kuncinya adalah para ibu guru di sini yang meriah, ramai, dan nggak “jaim” sama sekali. Aidan juga langsung kelihatan nyaman di lingkungan TKAI. Walau sewaktu akhirnya dia mulai bersekolah di sini tentunya sempat ada drama 1 bulan nangis sebelum masuk kelas, Bu Guru selalu berhasil menangani dengan baik dan Aidan baik-baik saja berkegiatan di kelas setelah lepas dari saya. Banyak yang saya kagumi dari para ibu guru TKAI. Pertama, semua guru dari kelas TB maupun TK mengenal semua anak. Dari pertama masuk anak tidak pernah diberi nama, tapi Bu Guru cepat hafal nama anak-anak, hal kecil memang tapi berarti buat saya. Kedua, Bu Guru sangat komunikatif dengan orangtua. Kita bisa menghubungi guru di telepon atau datang ke sekolah kapan saja untuk membicarakan anak. Sepulang sekolah setelah anak diantar keluar, Bu Guru biasanya masih ‘lingering’ di depan, sehingga orangtua yang ada di sekolah bisa mengobrol dengan mereka. Bu Guru tidak pelit cerita soal kegiatan anak di sekolah hari itu, bahkan terkadang mengajak kita masuk untuk melihat pekerjaan anak. Jika ada masalah dengan anak juga tidak ditunda untuk dibicakan ke orangtua, tidak menunggu saat menerima rapor saja. Bu Guru juga nggak segan menegur orangtua, misalnya jika anak terlalu sering datang terlambat. Lalu yang juga saya kagumi lagi adalah Bu Guru di TKAI berani tampil. Kapan pun ada kegiatan yang menampilkan anak-anak, pasti Bu Guru ikut tampil, terkadang malah lebih heboh dan “gila”. Jadi benar-benar anak diberi contoh untuk berani tampil. Bahkan saat pentas akhir tahun pun Bunda Romy ikut tampil dan biasanya justru yang paling ajaib gayanya. :D

Karena menggunakan multiple intelligence, bisa dipastikan TKAI melihat kelebihan dan kekurangan anak secara individu. Setiap anak pasti berbeda dengan anak yang lainnya. Seperti si Aidan ini yang tinggi sekali dalam soal verbal dan linguistik tapi butuh lebih dikembangkan dalam soal motorik dan sosial emosional. Di TK, ada 2 ekskul wajib yang diikuti anak, yaitu drum band dan sains. Sains ini selalu ditunggu anak-anak karena para kakak pengajarnya yang seru sekali. Terkadang mereka muncul dengan menggunakan kostum, dan setiap minggu di kelas akan dipilih 1 anak yang menjadi Kapten Sains, yang tugasnya membantu kakak pengajar membagikan perlatan untuk bermain sains. Karena TKAI adalah sekolah umum, makan ekskul Iqro ada sebagai ekskul pilihan. Selain itu di TKAI pembelajaran menggunakan tema yang berbeda setiap bulannya. Bukan hanya kegiatan, tapi dekorasi di penjuru sekolah juga mengikuti tema tadi.

Saat penerimaan rapor orang tua harus sabar mengantri. Karena Bu Guru akan cerita panjang lebar tentang perkembangan anak, dan meladeni pertanyaan apa pun dari orangtua. Jika di TK, kemudian orangtua juga akan mengambil rapor ekskul langsung dengan guru pembimbing tiap ekskul yang bertanggung jawab dengan kegiatan si anak. Lalu seorang psikolog juga siap, jika kita merasa butuh atau disarankan oleh guru untuk menemui psikolog.

Kelebihan lainnya dari TKAI adalah support system-nya. Ya, saya menyebutnya sebagai support system, dalam hal ini mulai dari bagian administrasi yang akan tahu persis Mommies orangtua dari siapa dan senantiasa menyapa anda, helper yang membantu segala kegiatan anak-anak, sampai tukang parkir yang membantu anak turun di depan sekolah. Mereka semuanya ramah, ceria, dan perhatian terhadap anak-anak dan orangtua. Soal penerimaan juga TKAI selalu konsisten dengan kuota tiap kelas dan batas umur anak.

Saya bisa mengoceh panjang jika bicara soal TKAI. Menulis ini saja rasanya masih banyak yang ingin saya ceritakan. Sekarang Aidan sudah TK B. Saya mulai sedih membayangkan Aidan meninggalkan lingkungan TKAI. Memilih menyekolahkan Aidan di TKAI adalah salah satu keputusan terbaik yang pernah saya ambil. Kalau TKAI ada SD-nya, bisa dipastikan saya tidak akan pikr panjang untuk memasukkan Aidan kesana.

Taman Kretivitas Anak Indonesia

Jl. Arco Raya No. 24

Cipete Selatan, Jakarta 12410

021-7513281

 


25 Comments - Write a Comment

  1. TFS Mba Puan! Salam kenal. Kebetulan sy lg hunting cari2 play group untuk si bungsu. Mba, TKAI ini terima ABk tdk? Boleh tau ngga uang masuk dan spp perbulannya? Saya tertarik juga dengan TKAi ini karena lokasinya lumayan dekat dari rumah

  2. TKAI emang juara banget ya… Anak pertama gw di situ dr TBB smp TKB, sekarang yg ke2 jg lagi di TBK. Jangan2 kita pernah papasan ya di sekolah. Selain yg udah disebutin di artikel, yg bikin gw sm suami jatuh cinta sm TKAI adalah sekolah ini nggak matre. Ortu cuma bayar di awal, dan selain uang sekolah bulanan yg sangat masuk akal kita udh nggak bayar apa2 lagi. Jarang banget hari gini nemu sekolah nggak matre heheheheheh…… Yg lucu krn anak pertama gw lulusan citu, hampir semua guru manggil anak ke2 gw ‘adek’ jarang yg manggil nama aslinya. Oh iya, dekorasi2 di TKAI asli bikin gw terkagum-kagum. Bisa tiba2 ada hutan, warung2an, smp laundry kilo mini di dalem sekolah. TOP!!!

  3. Jadi ikut kangen ama TKAI :) gak cuma itu. Setauku lulusan sana cukup cepat beradaptasi di SD barunya kelak, suasana maupun tugas2 baru yang mereka hadapi kelak. Bahkan untuk masuk SD Islam mereka dah punya dasar2nya. Saya sangat bersyukur pernah menjadi bagian dari TKAI :D
    Reply · Like · Unfollow Post · about a minute ago

  4. puandinar

    Hai mb Eliza, sebelum jawab, biar gak salah yang mb Eliza maksud dengan ABk apa? Takut nanti jawabnya salah nih kl persepsinya beda.. hehehe.. Untuk uang masuk & SPP aku jawab besok boleh ya? Di cek dl ke TKAI, biar up to date infonya. :)

  5. puandinar

    @niens: kalo liat aku disapa yaaaa… hihihi… Iya emang, TKAI termasuk sekolah yang biayanya reasonable banget. Dan dekorasi emang selalu juara. Sekarang aja kan mendadak ada Taman Burung di dalem sekolah :D

    @nenglita: emang nih, jatuh cinta berat. tapi umumnya kalo lo ngobrol sama ortu yg anaknya di/pernah di TKAI pasti mereka akan semangat juga cerita tentang sekolah ini. Seperti mbak Diah Wibowo ini niiih…

    @diahwibowo: Mbakeee rindunyaaa.. Nah, Mbak Diah termasuk alumni TKAI nih. Bener banget yang ditambahin mbak Diah soal lulusan TKAI. Tuuuuh kan, kalo ortu TKAI biasanya akan passionate ceritanya. Hehehe..

  6. wowwww!! tfs mbak Puan.. salam kenal yaah :)
    ngilerrrr asli sama TKAI ini.. bener2 sekolah idamanku buat Lian nanti..
    tapi sayaaaang TKAI ternyata di jakarta yah.. huhuhu.. aku di bandung sih soalnya..
    belom nemu niih di Bandung sekolah kaya gini..

    Ada yang tau ga yaah..?? :D hehe..

  7. puandinar

    TKAI menerima anak kebutuhan khusus, dengan jumlah terbatas. Jadi sebaiknya kalau memang berminat, dateng aja ke TKAI dari awal dibicarakan kebutuhan anak mbak Eliza, lalu kan nanti trial, guru akan lihat dan kemudian didiskusikan dengan ibunya, apa memang TKAI punya kemampuan untuk memenuhi kebutuhan khusus anak mbak Eliza. Gitu.. :)

    Untuk biaya kelas Taman Bermain (Playgroup)
    Formulir 75rb, uang pangkal 4jt500rb, uang kaos (2 buah) 100rb.
    Uang iuran Taman Bermain Kecil (mulai usia 2th) 375rb, Taman Bermain Besar (mulai usia 3th) 400rb.
    Daftar ulang: Siswa TB-K yang lanjut ke TB-B 1jt400rb, Siswa TBB atau TBK yang mengulang kembali 1jt.

    Mengulang kembali ini biasanya karena usia yang kurang atau anak yang belum siap untuk naik ke jenjang berikutnya. TKAI emang strik untuk masalah usia, karena memang lebih baik anak benar-benar siap dulu. Nah untuk kelas Taman Bermain bisa masuk kapan saja, gak usah nunggu tahun ajaran baru. Kelas TK baru ada jadwal penerimaan. Untuk TB dan TK gak ada observasi atau tes masuk, kecuali untuk kebutuhan khusus tadi. Karena memang mesti diliat apa sekolah memang bisa memenuhi kebutuhan anak.

    Semoga membantu :)

    1. Peri_cantik : kalo di Bandung, sekolah yang student centered dan active learning mirip2 dengan beberapa sekolah di Jakarta (termasuk TKAI) ini namanya Semi Palar. Di daerah Sukajadi. Google aja, ada websitenya kok.

      Anakku alumni playgroup TKAI, dia TB Kecil dan TB Besar di situ, tapi TKnya gak di situ lagi. Menyenangkan sekali, dan guru2nya emang gokil2! :)

Post Comment