Apakah Eklampsia Bisa Terulang?

Dear Dr.Indrawati,

Sebelumnya perkenalkan, saya Nurhayani (Yani), usia saya 31 tahun. Saya ibu 1 anak. Waktu hamil pertama, saya mengalami eklampsia, kejang-kejang hingga 5 kali sampai akhirnya dokter memutuskan untuk melahirkan bayi dengan kondisi kandungan 33 minggu. Lalu saya ditindak sesar dengan bius total. Setelah itu bayi masuk ICU dan saya pun demikian, tapi setelah itu semua berjalan baik. Sekarang putri kami sudah berusia 5 tahun.

*gambar dari sini

Yang ingin saya tanyakan adalah:

1. Apakah eklampsia itu bisa mengulang pada kehamilan kedua? Karena hingga saat ini saya tidak berani untuk hamil lagi trauma akan kejadian pertama. Menurut dokter yang menangani saya, di Harapan Kita, tidak masalah. Hanya saja sebelum hamil diprogram dulu alias harus kontrol terlebih dahulu dan konsekuensinya saya harus bedrest (saya bekerja). Tapi menurut dokter lain, lebih baik saya tidak hamil lagi, karena mengingat eklampsia saya cukup riskan dengan kejang-kejang tersebut.

2. Apa kiat agar saya bisa hamil dengan sehat tanpa eklampsia? Maksudnya, ada nggak cara pencegahan sebelum hamil?

3. Sebenarnya apa, sih, masalah utama bisa terjadi eklampsia? Sehari-hari saya tidak hipertensi.

Sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih.

– Yani

Dear Yani,

Eklampsia adalah suatu kondisi akut yang mengancam nyawa kehamilan dengan timbulnya kejang tonik klonik pada pasien Preeklampsia yang tidak tertangani.

Preeklampsia sendiri adalah hipertensi yang terjadi pada kehamilan di atas 20 minggu dengan disertai adanya protein di urin dan pembengkakan di sekitar wajah atau ekstremitas (kaki).

Sehingga Preeklamsia sering disebut keracunan pada kehamilan (toksemia gravidarum). Bila pasien sudah menderita hipertensi sebelum hamil, tidak disebut Preeklampsia- eklampsia.

Penyebab terjadinya Preeklampsia – Eklampsia ini belum diketahui secara pasti.

Beberapa faktor predisposisi misalnya, hamil kembar, hamil dengan Diabetes Mellitus, hamil di usia di atas 40 tahun atau di bawah 20 tahun. Eklampsia bisa berulang pada kehamilan berikut dengan frekuensi 17-20%.  Eklampsia bisa terjadi saat kehamilan, persalinan ataupun pada saat nifas.

Karena penyebab pasti tidak diketahui maka sulit untuk mencegah terjadinya Preeklampsia – Eklampsia. Ada beberapa anjuran yang perlu untuk ibu dengan riwayat Eklampsia yang ingin hamil lagi, antara lain :

– Lakukan pemeriksaan kehamilan di dokter spesialis kebidanan-kandungan dengan teratur.

–  Persalinan sebaiknya dilakukan di rumah sakit dengan fasilitas lengkap, sehingga bisa  meminimalisir akibat-akibat yang timbul.

– Persiapkan diri Anda dengan cara hidup sehat dan berimbang.

Demikian penjelasan dari saya, mudah-mudahan anda bisa membuat keputusan yang terbaik dan tentunya diiringi doa mudah-mudahan Eklampsia tidak terjadi lagi.