New Mom To-Do-List!

“Congratulations for your new baby!”

“Selamat bergabung di klub begadang ….”

“Horee … akhirnya lahir juga! ASI, yaa … semoga lancar semua urusan!”

Dan sederet ucapan selamat pasti datang seiring dengan kelahiran si kecil. Salah satu yang paling saya ingat (karena paling banyak diungkapkan) adalah ucapan selamat bergabung di klub bergadang. Tadinya saya pikir, “It doesn’t matter, begadang adalah hal yang biasa bagi saya dan suami.” Siapa yang sangka jika TIDUR, MANDI, bahkan MAKAN adalah hal yang mewah setelah punya anak?

Selama 3 bulan pertama, saya  dan suami menyesuaikan jiwa dan raga dengan bertambahnya satu anggota baru yang baru bisa berkomunikasi dengan tangisan. Hingga akhirnya saya punya to-do-list yang selalu saya lakukan ketika Menik tidur.

  1. Tidur. Ini adalah yang paling utama. Jika bayi kita sedang tidur, maka ikutlah tidur. Pengalaman saya yang sok kuat, terbayar dengan demam mendadak di hari kelima setelah saya pulang dari rumah sakit. Sungguh sulit awalnya, karena pikiran melayang kemana-mana, ingin melakukan ini dan itu, mumpung si bayi tidur. Tapi percayalah, sebelum bayi kita masih beradaptasi dan belajar mengenal siang-malam, maka waktu kita untuk tidur adalah mengikuti waktu tidur si bayi. Dalam pengalaman saya, Menik butuh waktu kurang lebih 2 bulan, hingga akhirnya terbiasa tidur pukul 19.30 dan terbangun 2-3 kali untuk menyusu, dan supaya bisa lanjut tidur, saya menyusui Menik sambil tiduran, tanpa mengangkat tubuhnya, jadi saya berusaha supaya Menik tahu bahwa selama belum saya angkat tubuhnya, berarti dia masih harus tidur.
  2. Salat. Sebagai muslim, saya punya kewajiban menjalankan ibadah 5 waktu. Seusai masa nifas, saya berusaha untuk salat ketika Menik tidur. Biasanya pake kirim sugesti positif, Menik, ibu mau salat dulu. Menik bobok saja, yaa ….” Kadang berhasil, kadang tidak, haha. Tapi lumayanlah, biasanya kalau terbangun-pun saya sudah di rakaat terakhir :D
  3. Mandi. Ini juga jadi me-time buat saya. Walau tidak bisa berlama-lama lagi, namun 15 menit berada di bawah pancuran air, cukup untuk menjaga ‘kewarasan’ saya. Kalau lagi weekend atau ada ibu/mertua berkunjung ke rumah, saya suka mandi agak lama.
  4. Masak & Makan. Ini juga suka terlupakan, lho, oleh ibu baru. Padahal stamina yang oke, untuk menjaga mood supaya ASI tetap lancar, dan badan tetap fit itu sangat dibutuhkan. Jadi jika memang sedang berduaan saja di rumah dengan si kecil, makanlah tepat waktu atau sempatkan ketika si kecil tidur. Masaknya? Kalau saya dirapel pas bikin sarapan. Mumpung suami masih ada di rumah, jadi bisa bantu jaga Menik kalau terbangun.
  5. Cuci baju-jemur-setrika. Biasanya saya masukkan cucian ke mesin sebelum salat Subuh, nanti suami yang menjemur sebelum ia mandi pagi. Setrika? Pas Menik tidur. Biasanya saya bikin skala prioritas setrikaan hahaha. Baju suami untuk kerja, baju bayi, baru baju rumah. Sisanya? Lipat rapi dan setrika ketika mau dipakai.

Itu adalah 5 hal utama yang bisa dilakukan saat bayi kita tidur. Hal lain yang saya lakukan jika memang yang di atas sudah selesai adalah:

  1. Panggil home-spa. Penting banget, kan? Pijatnya disamping si bayi, jadi kalau terbangun, langsung susui dulu. Beres.
  2. Menyelesaikan pekerjaan. Saya memang tidak lagi menjadi pekerja kantoran setelah melahirkan. Namun, saya masih menerima beberapa pekerjaan yang bisa saya lakukan dari rumah.
  3. Browsing (plus chatting, twitteran, dll), baca majalah atau buku, nonton televisi. Ini terkadang saya lakukan sambil tiduran di samping Menik (kecuali nonton TV–karena tidak ada TV di kamar), syukur Alhamdulillah kalau bisa ikutan tertidur (lagi), jadi bisa ikutan istirahat.

Yak! Itu dia 8 hal yang bisa dilakukan ketika punya bayi dengan status newborn, dan bayinya sedang tidur. Tadinya seminggu awal bertigaan dengan suami dan anak di rumah bikin saya stres dan sempat terkena baby blues. Tapi kemudian perlahan-lahan saya belajar memaknai pesan almarhum bapak sebelum beliau meninggal, “Jika nanti kamu punya anak, asah-asih-asuh anakmu dengan rasa sayang. Jadikan anakmu sebagai bagian dari diri kamu, Insya Allah karena anakmu bukan bagian yang terpisah dari dirimu, maka proses membesarkan anak bukanlah suatu beban.” ;)

Selamat bikin to-do-list, ya Mommies!

*Gambar dari sini


24 Comments - Write a Comment

Post Comment