5 Kegiatan Murah Bersama Si Kecil

Playground anak-anak di Jakarta atau kota besar lainnya belakangan ini makin menjamur. Tapi tentunya, bayar dong! Mungkin nggak seberapa jika dibandingkan dengan kegirangan anak-anak saat bermain di sana, ya. Tapiiiiii, kalau seminggu sekali, bisa jebol juga, kan? Selain main, belum makan, belum barang-barang yang dibeli, parkir, bensin, dst dsb. Hihi, kesannya saya perhitungan banget, ya?

Tapi serius, saya lebih menyukai anak saya berkegiatan di luar ruangan. Banyak yang berpandangan, di kota besar, terutama Jakarta, mana bisa kegiatan luar ruangan yang menyenangkan? Pasti harus ke luar kota, atau bahkan ke luar negeri demi bisa merasakan asyiknya main pasir di pantai atau kasih makan burung merpati. Lebih mahal dong, daripada ke mal?

Nih, saya ada 5 kegiatan murah yang bisa dilakukan dengan anak:

1. Ke taman kota

Cari taman terdekat dari rumah. Ada beberapa taman dekat rumah saya, (eh, lumayan jauh, ding, komplek sebelah), di taman tersebut ada yang tersedia jogging track sehingga Langit bisa menemani saya lari atau kalau bosan dia asyik main ayunan, panjat-panjatan atau perosotan yang tersedia di taman tersebut. Taman lainnya malah ada aneka hewan, lho! Rusa, burung merpati, hingga burung kalkun. Sore hari ramai dikunjungi keluarga, di sini biasanya mereka kasih makan hewan-hewan tersebut.

Budget:

–          Minuman: 5-10 ribu

–          Makanan hewan (asumsi beli wortel): 5-10 ribu

2. Naik transportasi umum

Saya pribadi adalah penggemar angkutan umum. Banyak yang bilang bahwa angkutan umum di Indonesia kurang memadai untuk membawa anak-anak. Kalau di Jakarta, sih, saya beberapa kali ajak Langit keliling Jakarta dengan menggunakan Bus Trans Jakarta. Kalau di kota lain, setahu saya di Solo ada bus tingkat Werkudara yang memang diperuntukkan wisata kota.

Budget:

–          Bus Trans Jakarta: Rp 3500/ orang (bayar sekali, bisa keliling dari PGC Ciliitan- Harmoni- Kota- Blok M- Ragunan)

Kiat:

Jika mengajak anak jalan-jalan menggunakan transportasi umum, pastikan berangkat dan pulangnya nggak pas rush hour alias jam berangkat/pulang kantor. Selain lebih antrean lebih sepi, juga pasti dapat duduk di dalam bus. Pegal juga, bok, berdiri sambil bawa balita :D O, ya, paling enak naik bus Trans Jakarta dari halte awal mereka. Misalnya PGC, Blok M, Kota, Pinang Ranti, dsb.

3. Menanam pohon

Ingat cerita tentang rumah idaman saya? Saya mendambakan rumah dengan halaman luas, salah satunya supaya bisa punya banyak pohon rindang. Tapi harus realistis dan bersyukur, sudah punya rumah sendiri, sih. Nah, berhubung rumah dan halaman saya mungil, jadi aktivitas menanam pohon pun disalurkan di pot-pot saja.

Mengajak anak menanam pohon membuatnya mencintai lingkungan sejak dini, lho! Aktivitas masuk-masukin tanah ke pot (yap, pasti kotor, but it’s all worth it!), menyiram bibit pohon, serta seharian mengamati si pohon tumbuh (seperti buang waktu, ya, tapi saat melototin ini kita bisa sambil menceritakan bagaimana proses makhluk hidup tumbuh dan berkembang), mengasyikkan!

Budget:

–          Pot: mulai dari 10 ribu rupiah

–          Bibit pohon: untuk pohon mawar, mulai dari RP 3.500/ pohon.

–          Pupuk: sekitar Rp 8.000

Kiat:

Pilih tanaman yang hasilnya kelihatan, misalnya bunga atau buah yang bisa dimakan. Pasti mereka lebih senang dan menghargai hasil ‘karya’ mereka. O, ya, ini mengajari mereka untuk bersabar juga, lho!

4. Mengunjungi Museum

Ada yang nggak suka mengunjungi museum? Haduh, rugi banget! Museum, tuh, menurut saya lokasi wisata paling menyenangkan, edukatif dan murah! Menurut proklamator Indonesia, “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah.” Nah, membawa anak ke museum bisa membuat mereka memahami dan menghargai perjalanan bangsa kita, kan?

Di Jakarta ini, banyak sekali aneka museum. Ke Taman Mini Indonesia Indah saja, sudah ada Museum Transportasi, Museum Prangko, Museum Olahraga, Museum Telekomunikasi, dan lain sebagainya.

Budget:

–          Tiket masuk TMII: Rp 9.000/ orang, Rp 10.000/ orang

–          Tiket masuk museum: beragam, mulai dari Rp 2.000/ orang

5. Main di luar rumah

Banyak banget, nih, pilihannya. Setiap hari, Langit pasti ada waktu main di luar rumah. Karena saya kerja, saya selalu bilang sama pengasuhnya di rumah, setelah mandi sore, Langit harus main di luar. Main di luar rumah, menurut saya membantu aktivitas fisik dan motorik kasar anak. Walaupun kalau di dalam rumah juga bergerak, pasti beda dong, suasananya serta udara yang dihirup oleh kita.

Biasanya Langit main sepeda atau sekedar bermain bola dengan anak-anak tetangga di depan rumah. Walaupun katanya main bola adalah permainan untuk laki-laki, tapi saya, sih, nggak membatasi jenis aktivitas apa untuk anak saya. Apalagi dengan sebuah bola, anak bisa eksplorasi aneka aktivitas fisik. Seperti kata Barney, tokoh idola anak-anak, “When you have a ball, you have the world’s greatest toy of all.” Karena dengan satu bola saja, anak-anak bisa menciptakan permainan-permainan lain yang menyenangkan, tak hanya terbatas pada kegiatan melempar, menangkap, dan menendang bola saja. Jadi, kenapa tidak coba memberikan tantangan pada si kecil untuk mengeksplorasi permainan baru menggunakan bola? Bukan hanya lebih sehat dan bersemangat, dia pun akan tumbuh menjadi anak yang kreatif.

Kalau di depan rumah nggak memungkinkan, bagaimana kalau Mommies sesekali mengajak anak pagi-pagi atau sore hari ke Senayan? Di sana, anak-anak bisa main sepeda tanpa khawatir ada mobil atau motor melintas atau main lempar tangkap bola tanpa khawatir bolanya tercebur got :D

Budget:

–          Parkir Senayan: Rp 2.000/ jam

–          Jajanan di Senayan: mulai Rp 10.000

Nah, gimana, seru dan murah kan mengajak anak bermain di luar ruangan? Kata siapa di kota besar sulit mengajak anak main di luar ruangan. Tinggal kita saja, sebagai orangtua jangan malas untuk bergerak :)

 


29 Comments - Write a Comment

Post Comment